Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 25. Ainara Permata hati


__ADS_3

Ainara Permata Nasution malikat Kecil Permata hatiku.


Ainara tumbuh menjadi anak yang cantik dan cerdas.


Dia begitu menggemaskan.


Lusa Ainara genap berusia Satu tahun.


"Sayang.. Aku mau buat selamatan kecil-kecilan untuk rayakan satu tahun Ainara boleh? " tanyaku pada sang suami yang sedang memainkan Hp nya.


"Hari apa? " tanya nya lagi.


"Hari Kamis. Acara nya malam aja abis magrib. undang keluarga dan tetangga dekat aja gimana? " tanyaku lagi.


"Jumat malam aja gimana sayang? Kalau Kamis takutnya gak bisa" kata Randy memberikan pendapatnya padaku.


"Boleh deh jumat malam yaa..!! " kataku lagi memperjelas ucapanya.


"Iya sayang... Tapi Aku gak bisa bantu persiapan ya. Kamu nanti minta bantuan kak Mila sama buk Nita sebelah aja ya! " ujarnya lagi.


"Untuk urusan persiapan gampanglah.. gak usah di difikirkan. yang penting itu persetujuan dari kamu " jawabku lagi.


Dia mengangguk.


"Makasih suamiku sayang..!!" kataku mengecup pipinya berulang kali.


****


Aku di Bantu Buk Nita tetangga sebelahku menyiapkan semua keperluan untuk perayaan Ultah Ainara.

__ADS_1


"Buk Nita Makasih ya.. Buk Nita memang Tetangga yang sangat baik..!! " ujarku padanya yang duduk di sampingku menikmati segelas minuman segar.


"Sama-sama mbak.. Ibuk juga senang bisa bantu. lagi pula Ibu juga gakda kerjaan Kok!!" jawabnya dengan logat jawa yang kental.


Kulirik Ainara yang sedang Asik Bermain bersama Tony anaknya buk Nita.


"Anak-anak pertumbuhan nya cepat ya Buk. rasanya baru kemarin saya melahirkan Ainara, eehh... udah setahun aja" ceritaku pada Buk Nita.


"Iya mbak Emang gitu. Bentar lgi gak terasa Udah pintar lari sama ngoceh bak berhenti seperti burung beo! " jawabnya sambil tertawa.


Akupun Ikut tertawa.


malam harinya sesuai rencana, Kak Mila datang bersama Bang Umar, Amy Anaknya dan kedua mertuaku.


Tidak lama setelah Itu, Tante Rahmi sekeluarga juga hadir meramaikan.


Beberapa tetangga dekat pun datang.


"Maaf semua.. Maaf ya sayang.. Maaf ya nak!! Maaf agak telat" ujarnya sambil mengecup keningku dan Ainara bergantian.


Kami memanjatkan doa bersama untuk Ainara yang dipipinya oleh Om Indra.


Kemudian Aku dan Randy membimbing Ainara untuk memotong tumpeng yang berada tepat di depan kami.


Suasana begitu hangat dan menyenangkan.


Ainara seperti mengerti kalau malam ini adalah acara selamatan untuk peringatan Satu tahunnya.


Dia begitu senang bermain balon bersama anak-anak yang datang menghadiri acara yang kami buat.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun Ainara sayang.. Selamat ulang tahun anak cantik.. sehat slalu.. tumbuh menjadi anak sholeha dan cerdas ya nak.. Aamiin..!! Mama dan Papa sayang Ainara..!! " kataku memeluk dan membisikkan harapanku pada nya.


****


"Ma.. Ma... ma.. ma..." Ucap Ainara sambil menunjukkan diriku2menggunakan Jaringan telunjuk mungilnya.


"Masyaallah.. " Aku takjub mendengar ucapan pertamanya.


Ainara memanggil nama namaku.


Aku menangis terharu mendengarnya.


"Sayang... Coba dengar Ainara bilang Mama!!! " panggilku pada Randy yang baru keluar dari kamar Mandi.


"Ohya?? " tanya nya tidak Percaya.


"Ma.. Ma... " ucapanya lagi sambil tertawa.


Dua Gigi mungilnya yang baru tumbuh Terlihat jelas olehku.


Aku dan Randy bergantian menghujaninya dengan ciuman karena merasa sangat gemas dengan kelakuannya yang semakin bertambah pintar.


"Panggil Papa juga dong naakk!!.bilang Pa.. Pa...!! " Kata Randy mengajarkan Ainara.


"Pa... Pa...! " ujarnya lagi mengulang.


Ainara mencoba mengikutinya.


"PA...!!" katanya menirukan ucapan Randy.

__ADS_1


"Yup.. Anak pintar Papa... !!" Kata Randy mencium Ainara karna berhasil mengikuti ajaran Randy untuk memanggilnya 'Papa'.


__ADS_2