
Randy datang menjemputku tepat jam 07.00 pagi.
Sesuai dengan kesepakatan kami berdua kemarin malam di telepon, pagi ini kami akan pergi car free day (CFD) bersama.
"Assalamualaikum.. Selamat pagi.. " Sapaku pada Randy yang telah menungguku diluar teras rumah.
"Waailaikumsalam.. " jawabnya sambil tersenyum.
"Ayok..!!" kataku mengajak nya berjalan.
"kita marathon aja ya kesana. Dekat Kok. motor nya parkiran disini aja! " ujarku lagi pada Randy.
"Oke! " jawabnya sambil mengikutiku berlari-lari kecil keluar halaman rumah, menuju jl. Sudirman yang berada tepat di depan gang tempatku mengontrak rumah bersama Mira.
CFD merupakan salah satu kegiatan rutin masyarakat Pekanbaru.
CFD dilaksanakan di hari Minggu mulai dari jam 06.00-10.00 Wib di sepanjang Jl. Jendral Sudirman.
Selama CFD berlangsung, tidak satupun kendaraan bermotor boleh melewati JL. Sudirman yang menjadi pusat kegiatan.
Di CFD banyak sekali bermacam kegiatan yang dilakukan masyarakat Pekanbaru.
Misalnya sekedar berolahraga bersama keluarga atau teman-teman mereka.
Banyak juga yang memanfaatkan CFD untuk menikmati berbagi jajanan khas dari berbagai daerah yang di jajakkan di sepanjang jalan.
Bukan hanya Itu, CFD juga sering kali di Manfaatkan untuk berkumpul oleh berbagai para perkumpulan yang ada di Pekanbaru. Perkumpulan pecinta Reptil misalnya.
Mereka berkumpul bersama dengan membawa binatang reptil peliharaan nya masing-masing untuk sekedar di pertunjukkan atau untuk saling berbagi tips dan saran dalam pemeliharaan reptil milik mereka.
Aku dan Randy berjalan pelan diantara ramainya para pengunjung CFD.
"Kita makan Roti Canai yuk! " ajak Randy padaku.
Aku mengangguk setuju.
Kami menikmati roti canai sambil berbicara tentang masa lalu kami sewaktu KKN dulu.
Kami memang cukup dekat masa Itu, bahkan teman-teman sempat berfikir kalau kami memiliki hubungan yang khusus. Tapi sayang nya waktu itu kami hanyalah sebatas teman.
Ketika kegiatan KKN selesai, kami pun mulai berjarak.
Dan kami semakin renggang ketika Randy diterima bekerja di salah satu Bank Swasta lalu di tempatkan di luar kota Pekanbaru.
"Aku sangat bersyukur bisa kembali Lagi ke Pekanbaru setelah dua tahun merantau" Ujar Randy yang memang lahir dan tinggal di pekanbaru bersama orangtua nya.
__ADS_1
"Syukurlah. Paling tidak kamu punya cukup pengalaman menjadi anak rantau yang jauh dari keluarga kan? " kataku padanya.
"Yup.. Betul sekali. Cukuplah untuk menganjarkan Aku mencuci baju, Memasak, mengepel, setrika pakaian dan mencuci piring!! " Katanya sambil tertawa.
Aku pun Ikut tertawa mendengar nya.
"Tapi yang paling gak enak Itu kalau lagi sakit! gakda yang bisa di harapkan. Maka nya Aku ingin segera menikah. Jadi kalau suatu saat di pindah tugaskan lagi, udah Ada istri yang bisa di ajak merantau! " hehehe.. ujarnya sambil tertawa.
"Wah.. udah Ada calon dong? " tanyaku menggoda nya.
"Ada nih yang lagi duduk di depan Ku" jawab nya sambil tertawa lagi.
Aku nyaris tersedak mendengar ucapan nya.
***
Setelah CFD kemarin, hubungan ku dan Randy semakin dekat.
Hampir setiap hari kami berbalas WA bahkan saling telepon ketika Malam Hari.
Aku mulai menyukainya.
Dia sudah tidak sungkan mengirimkan karangan bunga ke kantorku atas nama dirinya.
Aku semakin merasa tersanjung bahagia.
"Coba aja pacarku se romantis Randy, pasti Aku jadi wanita terbahagia di Kantor ini!! Sayang nya pacarku kurang peka. Padahal udah tunangan tapi tetap aja Cuek!" Ujar Mira padaku.
"Yaelaahhh.. malah curhat! Mestinya Itu kamu bersyukur karena masih ada Pria yang bersedia menjadi tunangan mu si wanita super cerewet!!" olokku sambil tertawa.
Diapun tertawa.
"Say.. pulang kerja Aku dijemput Randy, jadi kamu pulang sendiri ya!" Kataku pada Mira.
"Baiklah.. Tapi pulang bawa oleh-oleh ya!! " Ujarnya pula padaku.
"Baiklah cerewet..!! " kataku sambil berlalu meninggalkan nya.
Randy sudah menungguku di atas motor ninja nya yang berwarna hitam metalik.
"Hai.. " sapaku padanya.
Dia membalasku dengan senyuman lalu memberi isyarat padaku untuk segera naik ke atas Motornya.
Karena hari ini adalah hari sabtu, jadi Aku cuma bekerja separuh hari saja. Begitupun Randy.
__ADS_1
Dia memboncengku menuju salah satu restoran yang cukup ternama di Pekanbaru.
Sampai di restoran kami lagsung memesan makanan untuk makan siang dan segelas minuman segar.
Selesai makan, Dia menyerahkan selembar kertas berwarna putih padaku.
"Apaan ini? surat? kek jaman SD aja, pakai kirim surat segala! " kataku sambil tertawa lalu mengambil lembaran kertas yang disodorkannya.
"Itu bukan Surat, tapi proposalku" jawab nya Asal.
"Proposal apaan? " tanyaku lagi sambil tertawa dan bingung.
"Proposal pengajuan diri untuk jadi calon pasangan Kamu. Kalau setuju tolong di tandatangani di bagian bawah, jangan lupa kasih nama jelas dan tanggal hari ini ya! " Ujar nya sambil tertawa.
Aku pun tertawa geli mendengar ucapanya.
"Seperti di film Dilan aja. Pakai proposal segala. Udah tua. Udah gak jaman kek gini. Malu sama Umur!! " kataku lagi masih sambil tertawa Dan membaca didalam hatinya tulisan pada kertas yang Sekarang berasal di tanganku.
"Aku bukanlah lah Dilan, Apalagi Seorang pujagga. Aku Hanyalah lelaki biasa yang tidak memiliki keberanian mengungkapkan rasa suka ku pada mu sejak lama.
Tulisan ini sebagai media untuk ku mengajukan diri sebagai calon imam mu jika kamu berkenan.
sesungguhnya dengan tangan gemetar dan perasaan yang bercampur Aduk, ingin ku ungkapkan sebuah kalimat untuk mu.
I love You.
Randy"
"Sengaja ngikut cara Dilan, biar keliatan romantis. Mana tau diterima.!!" kata nya sambil nyengir kearah ku.
Aku diam sejenak.
Dia pun kemudian diam.
"Rand.. Kamu tau tentang Aku? " tanyaku Padanya.
"Tau. Aku udah tau semua tentang kamu dari Mira. Maaf sebelum nya karena Aku mencari tau tentang kamu secara diam-diam. Bagiku status Itu gak penting Na. Yang penting adalah perasaan Aku ke kamu. Aku sekarang udah siap untuk jadi pasangan kamu, tidak seperti waktu kita masih KKN dulu. Aku terlalu pengecut untuk bilang kalau Aku suka sama Kamu!!" katanya lagi dengan jelas padaku.
Aku nyaris menangis karena terharu.
Pelan tapi pasti Aku anggukan kepalaku memberi isyarat padanya kalau Aku menerima proposal nya.
Dia tersenyum melihatku.
"Kalau gitu di tanda tangan dong proposalnya. !! Jangan lupa nama jelas dan tanggal hari ini ya!! " kata nya lagi sambil tertawa.
__ADS_1
Aku turuti keinginan nya.
Kamipun tertawa bersama.