
Hidupku kini terasa begitu sempurna bersama suami dan malikat kecil kami.
Ainara tumbuh sehat dan cerdas.
Sejak Ainara lahir, Aku berhenti bekerja.
Aku memilih untuk menjadi ibu rumah tangga fokus mengurus anak dan suami.
Salah satu kegiatanku sekarang adalah mengajak Ainara bekeliling kompleks dan Bermain di taman sore hari.
Disana Aku berkumpul dan berbincang-bincang bersama ibu-ibu kompleks.
"Selamat sore cantik-cantiknya Papa" Ujar Randy yang baru pulang dari bekerja.
Dia lalu mengambil Ainara dari gendonganku dan mengecup pelan keningku.
"Papa punya hadiah buat anak gadis papa!! " katanya lagi lalu mengeluarkan boneka Kecil berbentuk monyet yang jika ekornya di tarik maka akan keluar beberapa lagu anak-anak.
"Lucu sekali! " ujarku padanya sambil tersenyum dan membawakan nya segelas minuman dingin.
"Papa juga punya hadiah untuk istri papa yang cantik!! " Kata nya kemudian sambil menyodorkan sebuah kotak kecil padaku.
"Masyaallah.. cantik sekali sayang...!! " ujarku ketika melihat sebuah kalung berbandul mutiara yang sepasang dengan cincinnya.
Dikalungkan nya kalung Itu dileherku.
"Cantik sekali. !! sama persis dengan yang ku bayangkan. Kamu jadi makin cantik dengan perhiasan ini!! " katanya sambil menyematkan cincin di salah satu jari manisku.
Aku memeluknya dan menghujaninya ciuman berkali-kali.
__ADS_1
"Trimakasih sayang!!!" kataku dalam pelukannya.
"Aku berhasil mendapatkan promosi jabatan. Terhitung bulan depan statusku berganti dari karyawan menjadi manajer perusahaan. Dan ini semua berkat doa kamu istriku sayang. Terimakasih yaa!! " ucapanya mencium keningku.
"Masyaallah.. Alhamdulillah.. Selamat sayang.. Kalo gitu mesti dirayakan dong sayang. Ajak keluarga makan-makan Yuk! " kataku pada nya.
"Boleh.. Tapi tunggu gajian bulan depan ya! " ujarnya pula padaku.
"Siippp... selamat ya sayang...terimakasih hadiahnya... !" ujarku lagi sambil menciumnya.
****
"Sayang Minggu besok kita jalan ke shorum Yuk! " Ajak Randy padaku.
"Mau Ngapain? " tanyaku padanya.
"Gak Lucu ah..!! " jawabku tertawa pula.
"Mau liat harga Mobil. Mana tau ada yang pas di kantong" jawabnya lagi sambil mengelu-elus pipiku.
"Permen kale pas di kantong.. " jawabku Asal sambil nyengir.
Dipencetnya hidung bangirku.
"Kita kredit mobil ya. Yang Murah aja. Yang penting kamu dan Ainara gak kepanasan tiap keluar rumah" ujarnya menjelaskan.
"Kamu Yakin? tanggungan kita udah cukup besar sayang.. Aku udah gak kerja.. Kamu naggung semua Biaya sendiri. Memang cukup? " tanyaku padanya.
"Inshaa ALLAH cukup. Kemarin sempat ngobrol sama Papa, Terus dia bilang mau bantu bayar DP nya. Kita tinggal bayar angsuran bulanan nya aja Kok. gimana? " tanya nya lagi padaku.
__ADS_1
"Setuju deehhh...!! " jawabku lalu ******* bibirnya.
"Trimakasih suamiku... I love you so much!! " kataku sambil memelukknya erat-erat.
Kami menikmati malam dengan penuh sukacita cita.
Kebahagiaan kami semakin lengkap dengan kehidupan yang semakin membaik.
New grand Livina berwarna putih menjadi Pilihanku dan Randy.
Aku pun mulai mengikuti kursus menyetir selama dua minggu.
Setelah mendapatkan SIM A, Aku mulai memberanikan diri untuk menyetir Mobil sendiri.
Kesibukan Randy semakin bertambah semenjak naik jabatan.
Dia sering sekali pulang Malam Karena kerjaa lembur.
Dia juga sering melakukan perjalanan dinas keluar kota.
Tentu saja tak mengapa bagiku.
Toh Dia bekerja untuk kebahagiaan keluarga kecil kami.
Dan yang paling Aku syukuri, meskipun dia begitu sibuk dengan pekerjaannya tapi Dia tidak pernah lupa untuk berkabar denganku.
Melakukan panggilan video call misalnya.
Walaupun cuma sebentar, Tapi cukuplah bagi kami untuk saling melepaskan rindu.
__ADS_1