Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 20. Rumahku surgaku


__ADS_3

Tiga bulan sudah kami menempati rumah baru kami di kawasan perumahan Mega Cluster.


Rumah mungil dengan luas bangunan 45 meter persegi yang dibangun di atas Lahan seluas 90 meter persegi.


Sangat cocok untuk pasangan muda yang baru menikah sepertiku dan Randy.


Rumah ini dilengkapi dengan dua kamar tidur berdampingan dan satu buah toilet di depannya.


Terdapat Ruang Tamu minimalis di bagian depan. Dengan Satu sofa Empuk berwarna hitam dan meja kecil di bagian tengahnya.


Ruang keluarga tergabung dengan ruang dapur yang minimalis juga.


Terdapat pula garasi terbuka dengan taman Kecil dimuka sebelah Kiri rumah.


Pohon mangga yang rindang di sudut taman menambah keasrian rumah dengan beberapa pot bunga Ros berjejer rapi diantara rumput yang hijau.


Aku begitu bahagia tinggal di kompleks perumahan ini.


Rumah Kami letaknya tidak jauh dari Jalan utama yang menuju kearah jalan besar.


Di sudut jalan, terdapat masjid Ar-Rahim yang tidak terlalu jauh dari rumah.


Hampir tiap magrib Aku dan Randy juga beberapa warga kompleks melaksanakan shalat maghrib berjamaah di masjid.

__ADS_1


Aku juga sudah mulai akrab dengan ibu-ibu kompleks yang mayoritas tidak bekerja, mereka hanyalah seorang Ibu rumahtangga biasa.


Tetangga sebelah rumah misalnya.


Nama nya Ibu Nita, Dia memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan merawat keluarga kecilnya saja.


Suaminya bernama Pak Syaiful yang bekerja sebagai dosen di salah satu Universitas ternama di Pekanbaru ini. Mereka memiliki seorang anak lelaki bernama Tony.


Aku juga sudah Aktif mengikutinya beberapa Kegiatan ibu-ibu kompleks.


Pengajian rutin setiap sabtu malam dan senam pagi yang di adakannya tiap pagi Minggu Di lapangan dekat taman bermain Anak-Anak.


Aku begitu bahagia dengan kehidupan yang Sekarang Aku Jalani.


Delapan bulan sudah pernikahanku dengan Randy, tapi sampai saat ini kami belum juga dikaruniai seorang anak.


Aku rebahkan tubuhku di samping Randy setelah mengoleskan lotion malam dan sedikit parfum pada tubuhku.


"Apa perkataan mantan mertuaku dulu benar? Aku terlalu sibuk bekerja makanya jadi sulit punya anak?!" tanyaku dalam hati.


"Sayang.. kita pergi konsultasi ke dokter kandungan Yuk! " ajakku pada Randy yang sedang bersandar pada dinding kasur sambil menonton tv.


"Gak Perlu sayang!! pernikahan kita baru 8 bulan. Anak Itu rejeki ALLAH, jika sampai saat ini kita belum di beri kepercayaan itu artinya kita harus lebih giat lagi ikhitiarnya Dan doanya.!! Kak Mila dan Bang Umar aja dapat Amy setelah dua tahun pernikahan mereka!!" kata Randy menenangkan fikiranku.

__ADS_1


"Tapi rasanya Aku ingin sekali segera mendengarkan tangis bayi dirumah ini sayang! " ujarku manja pada nya.


"Semoga ALLAH segera memberi kepercayaan pada kita ya! " katanya sambil mengacak rambut panjangku.


"Aamiin! " jawabku tersenyum.


Kemudian Aku bangun dari tempat tidurku. Aku duduk di pangkuan Randy dan menghadap kearahnya.


" Ayo kita ikhtiar lagi Malam ini!!" Ajakku menggodanya.


Dia tersenyum lalu memencet tombol off pada remot TV.


Dia segera ******* bibirku yang merekah.


lama kami saling *****.


Saling menikmati sensasi indah yang Hadir dalam kamar yang remang.


Kamar yang hanya di terangi dengan lampu tidur berbentuk burung Merak berwarna kuning.


Senada dengan ukiran tempat tidur kami yang terbuat dari kayu jati.


"Semoga ALLAH segera memberi kepercayaan pada kami untuk memiliki Seorang anak, agar kebahagiaan kami jadi semakin lengkap. Aamiin! " bisikku berdoa dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2