Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 32. Ainaraku Sayang Ainaraku Malang


__ADS_3

Suratan takdir tidaklah bisa ditolak.


Semua telah menjadi ketentuan Sang Pencipta.


Semua yang bernyawa pasti akan kembali padanya.


Begitupula Ainaraku.


Kabar menyakitkan itu Aku dapatkan ketika Aku baru saja selesai shalat isya dan sedang duduk berdoa memohon kesembuhan untuknya.


Kak Mila yang memberi kabar duka itu padaku.


Dia menyusulku ke mushalla rumah sakit.


Dipeluknya tubuhku dari arah belakang sambil terisak-isak.


Kurasakan tubuhku bergetar kuat dalam pelukannya.


Perlahan ku buka mukena yang Aku pakai.


Kak Mila membimbingku menuju ruangan PICU tempat Ainara di rawat intensive .


Mama mertua langsung memelukku erat.


Dia pingsan tepat di hadapanku.


Ayah, Kak Mila dan seorang perawat segera menolongnya.


Aku masuk kedalam ruangan.


Tak lagi satupun kulihat alat medis di tubuh anakku.


Seluruh tubuhnya tertutup selimut.

__ADS_1


Kubuka perlahan.


Kulihat wajah mungilnya seolah dia sedang tidur.


Hatiku terasa begitu sakit.


Lebih sakit dari saat Aku kehilangan Randy.


Kubelai lembut rambutnya yang lurus.


Kuseka Air mataku yang mengalir deras.


Kupeluk Dia.


Ku gendong tubuhnya yang sudah tidak berdaya.


"Ainara... bangun nak!!! jangan tinggalkan Mama... !!!!!Mama gak bisa gakda Nara. Bangun Nak.. Kita pulang kerumah yuk!!!" kataku dengan suara bergetar.


Tak sedikitpun Ainara merespon.


Dan semua gelap.


****


Aku duduk bersimpuh di depan jenazah anakku.


Ibu dan Mama mertua mengapitku kiri kanan.


Tak satupun dari para pelayat yang datang Aku hiraukan.


Fikiranku jauh menerawang.


Mataku terus memandang wajah Malaikat kecilku yang kini terbungkus kain kafan.

__ADS_1


Hatiku makin hancur ketika Mira datang memelukku dan mencium jenazah Ainara tepat di depanku.


Aku kembali tidak sadarkan diri.


Aku bahkan tidak kuat untuk mengantar jenazah Ainara ke pemakaman.


Tubuhku begitu lemas yak berdaya.


Aku merasa seperti orang linglung.


Selama tiga malam pengajian Ainara berlangsung, tidak sekalipun Aku keluar dari kamarku.


Aku sakit dan demam tinggi.


Aku hanya berbaring di tempat tidur memeluk baju terakhir yang Ainara gunakan sebelum dia meninggal.


Ibu masuk ke dalam kamar.


"Minum sedikit teh hangatnya ya nak! biar ada tenaga sedikit!" ucapnya menyodorkan segelas teh hangat padaku


Aku duduk di tepi ranjang, menuruti perintahnya.


Ibu membelai rambutku, wajahnya berurai air mata.


"Semua sudah menjadi ketentuan ALLAH sayang. Kamu pasti kuat melewati semua ini! Ainara sudah bahagia berkumpul dengan Papa nya. Mereka pasti sedih liat Mama nya seperti ini!!" ujar Ibu padaku.


"Aina juga mau ikut kumpul dengan mereka Buk..!! Kenapa cuma Aina di tinggal sendiri. Aina mau ikut mereka aja Buk!" ucapku menangis dalam pelukan ibu.


"Astagfirullah... istigfar Aina..!!! tidaklah ALLAH menguji seorang hamba diluar dari kemampuan nya. ALLAH maha tau apa yang terbaik untuk umatnya. Mungkin di sebalik semua yang terjadi akan ada pelangi untukmu. Bersedih karena di tinggal oleh orang- orang yang di cintai adalah hal yang wajar. Tapi kamu harus ingat, kita semua hanyalah ciptaan ALLAH. Dunia yang kita tempati ini hanyalah sementara. Dan setiap yang bernyawa pasti akan kembali padanya. Cuma tinggal menanti waktu dari ketetapan sang pemilik diri kita. Jadi, Ibu harap kamu bisa tabah dan kuat menjalaninya. Perbanyak istigfar dan mohon ampunan pada sang Pencipta. Ibu yakin kamu bisa melewati semua ini.Tidak mudah memang, Tapi percayalah, Ibu akan selalu ada untuk menguatkan mu!!" nasehatnya sambil mencium kening ku.


Aku masih menangis terisak dalam pelukannya.


"Astagfirullah..." ucapku pelan.

__ADS_1


"Kuatkan Aku menghadapi ujian mu ini ya ALLAH..!! Titip Suami dan Anakku dalam dekapanmu. Pertemukan kami suatu hari nantj dalam syurgamu ya ALLAH.!!Aamiin" ucapku dalam hati.


"Selamat jalan Ainaraku. Permata hatiku.Malaikat kecilku.Pernah memilikimu adalah hal terbaik dalam hidupku. Smoga ALLAH mengumpulkan kita kembali di syurganya nanti. Aamiin!" ucapku lagi dalam hati.


__ADS_2