
Hampir satu tahun lama nya Aku menghabiskan waktu di kampung bersama Ibu dan Ayah juga adik-adik ku.
Rasa nya sudah saat nya untuk ku kembali menata hidupku yang baru dengan kekuatan yang baru tanpa suami dan anak ku lagi.
Ramadhan telah mengajarkan ku banyak arti kesabaran dan keikhlasan.
Nasehat demi nasehat menguatkan kembali tekadku.
"Ayah.. Ibuk.. Aina mohon izini untuk kembali ke kota.. Inshaa ALLAH dalam minggu depan" ucapku ketika kami sedang duduk santai menikmati pisang goreng buatan ibuk.
"Kamu yakin nak? udah siap kembali kesana?" tanya Ibu
"Inshaa ALLAH buk!" jawabku mantap.
"Ayah izinkan, tapi mungkin sebaiknya kamu tinggal d pesantren aja nak, gak usah dulu kembali kerumahmu. gimana?" tanya Ayah.
"Rencana Aina juga gitu Pak. Mungkin untuk sementara Aina mau numpang tinggal d pesantren dulu. Karna kalau kembali kerumah Aina belum sanggup. Paling nanti Aina kesana cuma untuk bersih-bersih aja, soalnya sudah lama sekali ditinggalkan" ujarku menjelaskan.
"Apa perlu Ibu antar?" tanya Ibu
"Gak usah Buk, Inshaa ALLAH Aina baik-baik saja" jawabku.
****
Mobil travel berwarna putih mengantarku kembali ke Pekanbaru.
Kota yang penuh dengan cerita haru biru untukku.
"Bismillah..." ucapku dalam hati.
Sampai di Pekanbaru, Aku langsung menuju pesantren, rumah tante Rahmi.
Tante Rahmi yang memang sudah Aku kabari sebelumnya, twlah menanti kedatanganku.
__ADS_1
"Gimana perjalanan kamu? Bapak Ibu sehat?" tanya nya sambil menyodorkan segelas teh hangat untukku.
"Alhamdulillah lancar nte, Bapak sama Ibu juga sehat.Semua keluarga di kampung Alhamdulillah sehat" jawabku pula.
"Alhamdulillah.. Kalau begitu setelah ini kamu mandi terus istirahat. Nanti malam kita sambung lagi ceritanya. Tante mau kedepan dulu liat anak santri" ujarnya padaku.
Aku mengangguk.
**
Hari ini Aku meminta izin pada tante Rahmi untuk berkunjung kerumah ku tercinta.
"Apa perlu tante temani?" tanya tante pula padaku.
"Gak perlu nte.. Sudah hampir setahun ditinggal... pasti rumah itu sangat kotor. Aina udah telepon Buk Nita kemarin. Kunci rumah ada sama beliau Nte, Inshaa ALLAH Aina kuat kok nte.. lagi pula nanti di temani buk nita kok!" kataku pada tante Rahmi.
"Yaudah.. kunci motor kamu ada di tempat gantungan kunci sebelah pintu depan ya" ujar tante Rahmi lagi padaku.
"Makasih tanteku sayang... Aina pulang sore inshaa ALLAH.. Pergi dulu ya.. Assalamualaikum!!" kataku pamit pada tante Rahmi sambil mencium pipinya.
Teringat kembali semua kenangan yang begitu indah bersama Ainara di atas motor ini.
Semenjak mobil kami di ambil leasing, Aku dan Ainara selalu menggunakan motor ini kemanapun.
Berboncengan berdua menghadang terik nya panas atau pun dingin nya hujan.
Berangkat ke toko kue pagi hari, pergi mengantar pesanan kue siang hari dan pulang sore bahkan malam hari jika kerjaan banyak sekali.
Ainara tidak pernah mengeluh sekalipun.
Dia terlihat riang ketika laju motor agak kencang karena takut kehujanan ataupun efek panas yang begitu terik di siang hari.
Dia suka sekali naik motor.
__ADS_1
"Ainara lebih suka pakai motor dari pada mobil Ma. Bisa liat orang banyak-banyak" kata nya sambil tertawa.
"Oh,Anakku sayang... Mama begitu rindu suara tawamu.. Rindu sekali...!!!" ucapku lirih sambil menangis.
"Tuuutt..tuutt..!!!!" Aku kaget ketika suara klakson mobil di belakangku berbunyi kencang.
"Astagfirullah.." ucapku lirih.
segera ku seka air mata yang membuat kabur penglihatanku.
Kembali ku coba fokus berkendara menuju rumah.
Buk Nita segera berjalan ke arahku ketika melihatku memarkir motor tepat di depan pagar rumah.
"Apa Kabar Aina??" tanya nya dengan suara serak menahan tangis nya.
"Alhamdulillah Buk.." jawabku pelan dan juga menangis haru.
"Makasih ya Buk, Ibuk baik sekali sama Aina. Inshaa ALLAH Aina akan kembali kerja ditoko sama Ibu lagi. Tapi untuk sementara Aina tinggal di rumah tante Rahmi Buk. Belum siap tinggal disini sendirian." ucapku pada buk Nita.
Kami duduk di teras depan rumahku.
Tidak ada yang berubah.
Semua masih rapi.
Bahkan bunga yang kutanampun tumbuh subur.
"Buk Nita baik sekali udah bantu rawat rumah ini selama saya tidak ada. Trimakasih ya Buk!!" ucapki sambil kembali memeluknya.
Dia membalasku dengan senyuman.
"Bismillah ya Na.. Mulai lagi semua dengan semangat baru. Inshaa ALLAH, Ibuk dan Bapak bantu Aina semampu kami" ucapnya padaku.
__ADS_1
"Makasih Buk!" ucapku lagi.