
Aku menghias kue Tart pesanan seorang costumer untuk acara pesta pernikahan nya di gedung guru besok.
Buk Nita membantuku meletakkan beberapa pernik-pernik untuk mempercantik kue buatanku kami.
"Tadi malam Gege menelepon Ku Buk! " ucapku membuka cerita dengan Buk Nita.
"Ohya? Trus? " tanya nya penasaran.
"Dia mengajakku ta'aruf" kataku lagi
"Kamu setuju? " tanya nya padaku.
Aku mengangguk pelan dan malu-malu.
"Alhamdulillah.. Baguslah.. Ta'aruf untuk bertujuan saling mengenal dulu tidak masalah, asal jangan terlalu lama!" ucap Buk Nita.
" Dia minta dikasih kesempatan dua bulan untuk kami saling mengenal, setelah itu Aku berhak menentukan mau menerima lamaran nya atau tidak. Itu katanya padaku Buk" ucapku lagi.
"Syukurlah kalau begitu. Jangan lupa terus berdoa minta petunjuk sama ALLAH. Inshaa ALLAH Kalau jodoh akan di dekatkan dan di lancarkan semuanya!! " kata Buk Nita lagi padaku.
"Aamiin.. " ucapku sambil tersenyum.
Aku kembali fokus menghias kue.
"Mbak Aina.. Ada tamu" ucap Susi yang dari tadi berjaga di depan Toko.
"Siapa? Calon costumer? Susi Gak bisa urus? " tanyaku pada nya.
"Bukan Mbak. Mas yang kemarin pernah datang kemari jemput kue untuk Pondok Darussalam Itu loh Mbak!! " ucapnya menjelaskan padaku.
"Gege?? " tanyaku lagi.
"Oh iya.. Itu Mbak.. Mas Gege.." Kata nya lagi sambil berlalu dan kembali keluar.
Aku kaget dan gugup sekali.
__ADS_1
"Lelaki yang ngajakin kamu Ta'aruf? " Tanya Buk Nita.
Aku mengangguk. Kurasakan wajahku memucat.
"Yaudah temui sana!!! " Ucap Buk Nita padaku.
Aku keluar ke arah shofa yang biasa di pakai untuk menerima costumer.
"Asslaamualaikum.. " sapaku berdiri tepat di depannya.
"Waalaikumsalam.. " jawabnya sambil tersenyum kearahku.
Aku duduk tepat di depannya.
Canggung sekali.
"Tadi Aku abis acara bedah buku di pave hotel dekat sini, Jadi Aku fikir tidak ada salahnya mampir liat kamu. Aku gak ganggu kan? " tanya nya padaku.
"Oh.. tidak kok. Aku gak lagi sibuk, cuma lagi ngerjain satu kue pesanan costumer aja" jawabku pelan dan malu-malu.
Senyuman nya selalu menawan dan meneduhkan.
Siapapun wanita yang melihatnya pasti suka.
Aku jadi semakin tidak karuan menahan gugup.
Buk Nita datang kearah kami sambil membawakan segelas teh hangat.
"Buk.. ini Gege" kataku memperkenalkan Gege pada Buk Nita.
Buk Nita menyalaminya dan tersenyum.
Lalu pamit kembali kedapur.
"Buk Nita Itu tidak hanya partner kerja ku, tapi udah Aku anggap seperti Kakak ku sendiri. Dia dan suami nya baik sekali padaku. Mereka salah satu keluarga yang selalu me support ku dari dulu" ucapku menjelaskan.
__ADS_1
Dia menyeruput teh hangat nya sambil mengangguk mendengarku bercerita.
"Kamu Udah makan siang? " tanya nya lagi padaku.
Aku menggeleng.
"Makan keluar yuk.. sebentar aja.. mau gak? " tanya nya lagi.
"baiklah... Bentar Aku siap-siap dulu ya!" ucapku padanya.
Dia mengangguk.
Aku kemudian izin pada Buk Nita dan Susi.
mereka kompak berdehem mengolokku sambil tertawa.
Aku balas mencibir mereka.
Lalu keluar menuju arah Gege yang sudah menungguku di parkiran.
Dia melajukan mobil Pajero Sport berwarna putih kearah sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari Toko Kue ku.
Kami kemudian turun di sebuah restoran Nasi Padang.
Lalu makan siang bersama tanpa suara.
Aku merasa tegang sekali.
Nasi yang begitu nikmat dengan berbagi macam lauk pauk, terasa pahit di tenggorokanku.
Aku gugup sekali.
Berkali-kali Aku meminum air putih untuk menghilangkan rasa gugupku.
Aku malu sekali ketika Dia memperhatikan sikapku yang salah tingkah sambil tersenyum.
__ADS_1