
Dua Minggu sudah terlewati.
Aku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan.
Fikiranku melayang jauh memikirkan ucapan Om Indra tentang lamaran dari Gege.
Akupun memutuskan untuk menginap dirumahku malam ini.
"Tok.. tok.. tok.. " suara ketukan pintu terdengar dari luar rumah.
Aku segera membuka pintu.
"Kamu ada masalah Aina? Mau cerita sama Ibu? mana tau bisa bantu meringankan!?" ucap Buk Nita padaku sambil berjalan menuju meja makan.
Dia meletakkan sepiring gorengan di atas meja.
Lalu Dia duduk di kursi.
"Makan gorengan nih.. mumpung hangat! " ucapnya padaku
Aku mengangguk dan mengambil tempe mendoan hangat, lalu menikmatinya.
"Enak sekali Buk. Makasih ya Ibuk cantik dan baik hati! " ucapku memuji nya.
Dia mengangguk.
Pelan-pelan mulai Ku ceritakan padanya nya tentang niat Gege yang ingin mengkhitbahku.
"Bawa istikharah Aina. Niat nya baik terhadap kamu. Tidak ada yang salah untuk keadaan ini. Mungkin sudah saat nya kamu kembali menikmati kebahagiaan. Jika ALLAH berkehendak, Inshaa ALLAH dia menjadi Pilihan yang tepat dari ALLAH untuk mendapingimu" Ucap Buk Nita padaku.
"Tapi Aku Masih ragu Buk. Tidak Mudah bagiku menerima seseorang lagi dalam hidupku. Masa lalu sangat menyakitkan. Aku takut untuk memulai yang baru. Apa lagi Usia kami terpaut sangat jauh Buk. Aku lebih tua 8 tahun dari nya. Dia Pemuda yang sholeh, pintar dan smart. Banyak Wanita yang bersedia menjadi istrinya. Kenapa Dia malah memilihku? " kataku pada Buk Nita.
"Bukankah katamu dia adalah Pria sholeh yang mengerti Agama? Artinya dia menikah dengan tujuan ibadah. Bukan semata-mata Karena nafsu. Ibuk yakin, Dia pasti punya alasan yang kuat kenapa Dia memilih Aina menjadi calon pendampingnya. Fikirkan baik-baik. Fikirkan dengan matang. Jika ragu sholat lagi sampai yakin akan keputusanmu. Serahkan semua pada ALLAH SWT..Okay cantik... Ibuk pulang dulu. Udah malam. Assalamualaikum!! " Ucapnya sambil memelukku.
"Waalaikumsalam.. Makasih Ibuk sayang nasehatnya.. Doakan yang terbaik untuk Aina ya!!" ucapku padanya.
Aku berbaring di atas tempat tidur sambil membuka beberapa Akun sosmed milikku.
Iseng kubuka instagram lalu membuka beberapa insta story teman-temanku.
__ADS_1
Tanpa sengaja Insta Story Gege terbaca olehku.
"2 Minggu sudah berlalu dan masih berharap dapat kabar baik!! " tulisnya di akun insta story nya dengan layar gambar bunga mawar.
Ku buka instagramnya.
"G. Abraham Ahmad" Nama Akun Instagramnya.
Dia memiliki lebih dari 1 juta followers.
Kulihat posting terakhirnya.
Tentang buku karangan terbaru nya yang baru saja terbit.
" Al-Quran Membawaku Keliling Dunia" Judul Buku karangan terbarunya.
Begitu banyak komentar yang di dapatkannya dalam status terbarunya.
komentar rata-rata berasal dari para kaum hawa yang mencoba menarik perhatiannya.
Ada pula beberapa postingan suara merdunya dalam melafalkan ayat-ayat Al-qur'an bersama teman-temannya, Pemuda klub pecinta Al-Qur'an.
"Assalamualaikum.. Apa kabar? " tiba-tiba masuk pesan WA dari nya di layar hpku.
"Waalaikumsalam.. Alhamdulillah sehat. Ge apa kabar? " tulisku balik.
Lalu membalas WA dari nya.
Panggilan telepon dari nya masuk.
Aku kaget dan jadi gemetar salah tingkah.
Aku takut untuk mengangkat telepon nya.
Suara dering hp ku kembali berbunyi.
"Bismillah.. " Aku mengangkat nya pelan.
"Assalamualaikum" ucapnya sopan dari seberang telepon.
__ADS_1
"Waalaikumsalam "jawabku pelan sekali.
"Udah tidur ya? Aku ganggu? " tanya nya membuka pembicaraan.
"Gak Kok. Belum. Baru selesai shalat isya" jawabku.
"Masyaallah ALLAH... Sepertinya pilihanku memang tepat" ucapnya lagi membuatku semakin salah tingkah.
"Pilihan apa? " kataku sok tidak mengerti.
"Pilihan hidup.. Bukankah Kyai Ma'aruf sudah menyampaikan pesan ku pada Ustad Indra, Om kamu? " tanya nya balik padaku.
"Owwhhh.. itu... iya sudah" jawabku terbata-bata karna gugup.
"Alhamdulillah.. Dua Minggu sudah berlalu, Tapi Aku belum mendapatkan kepastian sama sekali. Apa Aku masih harus menunggu? " tanya nya lagi.
Aku bingung menjawabnya.
Aku diam tanpa suara.
"Aina..!! " ucapnya dari seberang telepon.
Dia memanggil namaku untuk pertama Kalinya.
Biasa nya dia memanggilku dengan panggilan kakak.
Tapi kali ini tidak lagi.
"Ehh. iya.. Maaf! " ucapku terbata-bata.
"Kita Ta'aruf dulu Gimana? beri Aku kesempatan untuk memperkenalkan Diriku padamu. Satu atau dua bulan saja. Please.. kasih Aku kesempatan. Setelah Itu, Kamu yang menentukan. Tetap menerima lamaranku atau tidak. Bagaimana? " tanya nya padaku.
Dan entah bisikkan dari mana yang kudapatkan sehingga Aku menjawab
"Baiklah. Aku setuju. Kita jalani Ta'aruf dulu selama dua bulan" ucapku padanya.
"Alhamdulillah.. Trimakasih sudah menerima ajakan ta'arufku. Selamat malam Aina. Assalamualaikum! " ucapnya menutup pembicaraan.
"waalaikumsalam" jawabku padanya.
__ADS_1