
Acara lamaran berjalan lancar.
Ibu dan Ayah pun datang dari kampung.
Tanggal pernikahan di tetapkan dua bulan lagi.
Sesuai dengan kesepakatan, Acara pernikahan akan dilaksanakan secara sederhana di pondok pesantren Darussalam milik Kyai Ma'aruf.
Hanya keluarga dan teman-teman dekat serta para santri pondok yang akan menjadi tamu dalam pernikahan kami nanti.
"Bismillah... Lancarkan segalanya ya ALLAH!!" bisikku dalam hati.
Aku kembali mengingat masa lalu ku, ketika keluarga Randy datang melamarku.
Semua kembali terekam ulang dalam ingatanku.
Aku menangis sesungukan.
"Kamu kenapa nak? " tanya Ibu padaku.
"Aku rindu Randy dan Ainara Buk!! " jawabku memeluknya dan menangis.
"Naakk.. tidak lama lagi kamu akan kembali menjadi istri. Ibu berdoa semoga setelah ini kebahagiaan kembali menyertaimu. Randy dan Ainara akan tetap ada selama nya dalam kenanganmu. Ibu yakin, mereka pun ikut berbahagia di atas sana untuk mu..!! Banyak-banyak berdoa ya nak.. Smoga ALLAH melancarkan segala urusan mu menuju pernikahan. Aamiin!! " Ucap ibu sambil mengusap air mata dipipiku.
"Aamiin..!! " ucapku pula.
***
Aku pamit pada tante Rahmi untuk berangkat ke toko.
"Tante.. pulang dari toko Aina akan kerumah Orangtua almarhum Randy dan mungkin menginap disana. Jadi Aina malam ini tidak pulang kerumah ya! " ucapku sambil menyalaminya dan mengecup pipinya.
"Baiklah.. hati-hati bawa kendaraan nya ya..!! " ucapnya padaku.
Aku mengangguk.
Sepanjang hari Aku sibuk mengurus toko, membuat berbagi macam kue pesanan dari para costumer.
__ADS_1
"Assalamualaikum calon Bini.. Lagi sibuk ya? gakda kabar seharian.. " bunyi pesan WA dari Gege yang baru saja sempat kubaca setelah semua kerjaan selesai.
"Waalaikumsalam.. Maaf ya.. Pesan nya baru di baca.. seharian sibuk buat kue pesanan costumer. Kamu lagi Apa? " tanyaku membalas pesan WA nya.
"Lagi sibuk mikirin calon Bini.. 😁 " jawabnya.
Aku senyum sendiri membaca balasan pesan singkat darinya.
Memiliki calon suami yang jauh lebih muda membuatku merasa kembali seperti perempuan muda yang sedang dimabuk gombalan-gombalan dari sang pacar.
"Bisa aja kamu.. 😀😀😅. Ohya, Malam ini Aku nginap di rumah orangtua almarhum Randy ya... Sudah lama tidak berkunjung kesana. Sekalian mau kasih kabar tentang rencana pernikahan kita" balasku lagi.
"Oke.. Salam sama keluarga almarhum ya! " ucapnya mengakhiri pesan nya.
"Inshaa ALLAH nanti disampaikan! " balasku lagi.
Setelah pulang kerja, Aku langsung menuju rumah mantan mertuaku.
"Assalamualaikum.. " Ucapku sambil mengatuk pintu rumah.
"Waalaikumsalam... " Ku dengar suara Mama Randy menjawab salamku dan membuka pintu untukku.
"Alhamdulillah sehat Mama.. Mama sehat? " tanyaku balik.
"Alhamdulillah.. Ayok masuk! " ujarnya lagi sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
Aku mengikutinya dari belakang.
"Sebentar lagi mau magrib, Kita shalat dulu ya.. Kamar Randy tidak terkunci Kok" ujar Mama lagi padaku.
"Makasih mama.. " kataku lagi padanya.
Aku masuk kedalam kamar. Di dinding depan ranjang masih terpasang foto pernikahanku dengan Randy.
Di bawah nya terdapat meja panjang yang memajang tiga buah foto kami bertiga bersama Ainara.
Aku duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
Air mataku menetes lagi.
"Rand.. Dua bulan lagi Aku akan menikah.. Aku mohon restu dari kamu ya..!! " ujarku berbicara pada foto Randy.
"Nara.. Mama titip Papa ya nak... Dia bulan lagi Mama akan menikah. Tapi bukan berarti Mama melupakan kalian. Bagi Mama.. Kalian tetap hidup dan memiliki tempat tersendiri di hati mama selamanya..!! " ucapku pula pada foto Nara.
Suara azan Magrib menyadarkanku dari lamunan.
Aku lalu bergegas mengerjakan shalat maghrib.
Setelah makan malam, Aku duduk santai di depan TV bersama Mama dan Papa mertuaku juga Bang Umar dan Kak Mila.
"Mama.. Papa.. Aina mau minta izin untuk menikah lagi..! " ucapku pelan pada mereka.
Semua diam dan menatap kearahku.
Ku tundukkan wajahku kearah meja di depanku.
"Kapan rencana nya? " tanya Mama padaku.
"Inshaa ALLAH dua bulan lagi Ma" jawabku masih menunduk.
"Aina... Papa dan Mama tidak punya hak untuk melarang kamu menikah lagi. Tanpa meminta izin pada kami pun kamu dan keluargamu berhak menentukan masa depanmu Nak.. Tiga tahun sudah Randy dan Ainara meninggalkan kita.. Papa yakin tidak Mudah bagimu menjalani semua ini. Kami cuma bisa mendoakan yang terbaik untuk mu Nak..!! " Ucap Papa mertua padaku.
Mataku yang berair tak bisa lagi ku bendung.
Aku refleks mencium tangan nya sambil terisak.
Dia mengusap kepalaku pelan.
Mama mertuanya kemudian memelukku dari belakang.
Kubalikkan tubuhku, lalu menangis dalam pelukannya.
"Restu Dan doa kami selalu untuk mu nak... Bagi kami kamu tidak hanya sekedar menantu, Tapi sudah kami Anggap seperti anak sendiri. Semoga kamu bahagia nak..!! " ucap Mama memelukku.
"Aamiin.. Makasih mama..!! " ucapku padanya.
__ADS_1
"Selamat ya dek.. Smoga semua berjalan lancar! " Kata Mak Mila padaku.
"Aamiin.. Makasih kak.. Makasih Bang " jawabku padanya Kak Mila dan Bang Umar.