Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 21. Positif


__ADS_3

Hari ini hari terakhirku bekerja bersama Mira.


Sedih sekali rasanya.


Mulai besok Mira akan mengambil cuti melahirkan selama dua bulan penuh.


Jarak pernikahannku dengan Mira hanyalah Satu bulan. Tapi keberuntungan Mira dan suaminya untuk memiliki momongan lebih awal dari pada Aku dan Randy.


Aku kembali mengelus-elus perut Mira yang besar.


"Semangat ya sayang.. nanti keluar nya yang baik ya dari perutnya mama... sampai ketemu di dunia ya nak.!! doakan tante dong smoga Lekas dapat juga kek kamu, biar nanti kamu Ada teman main nya!! " kataku berbicara Sendiri menghadapi perut Mira sambil terus mengelusnya.


"Aamiin" jawab Mira sambil tersenyum.


" jadi kan temenin Aku ke babyshop? " tanyanya padaku.


"Jadi dong... Inshaa ALLAH. Apa sih yang tidak buat sahabat tercerewetku!! " ujarku padanya.


Kami saling bepelukan.


****


Aku dan Mira turun dari taxi yang mengantarkan kami tepat di depan Toko babyshope yang cukup terkenal di kota ini.


"Gemes Banget yaa... semuanya lucu-lucu. bingung pilihannya yang mana??! " kata Mira padaku.


Aku mengangguk.


"Aku Kapan ya bisa merasakan seperti kamu??" tanyaku dengan wajah agak sedih.

__ADS_1


"Inshaa ALLAH segera ya say... Maka nya ikhtiarnya lebih giat dong.. Kalo perlu dua kali dalam semalam.." jawabnya menghiburku sambil tertawa.


Akupun ikut tertawa mendengarnya.


Dari Hasil USG terakhir, Dokter memprediksikan Baby Mira berjenis kelamin perempuan.


Peralatan dengan nuansa purple dan princess Sofia menjadi pilihan Mira yang memang pecinta warna unggu.


Setelah membeli perlengkapan baby kami duduk menikmati segelas jus dingin yang di jual tepat di sebelah Toko babyshope.


"Sebenarnya Aku udah telat seminggu. Tapi tidak berani cek, takut kecewa lagi kek Kemaren. Telat dua minggu kirain karna Positi, ternyata tidak. Lagi pula tanda-tanda nya juga gakda" ceritaku pada Mira.


"Di Coba tes aja say... mana tau rejeki nya udah datang!" kata Mira pula padaku.


Aku cuma membalasnya dengan senyuman.


Randy menungguku disana.


Sepanjang perjalanan menuju rumah mertuaku, Aku memikirkan saran Mira untuk tetap mencoba melakukan tes kehamilan.


Aku kemudian singgah ke apotik dekat rumah Mertua untuk membeli sebuah testpeck yang paling Murah harganya.


Sampai dirumah, Aku iseng ke kamar mandi mencoba melakukan tes.


"Bismillah.. " ucapku pelan melihat ke arah tespeck yang ada di tanganku.


Kulihat dua garis merah pada strip tespeck yang Aku pakai.


"Masyaallah.. " kaaku masih tidak percaya.

__ADS_1


"Aku hamil?? " tanyaku pula dalam hati.


Aku segera mencari Kak Mila, kakak iparku.


"Kak.. Aina mau minta pendapat boleh? ".tanyaku pada Kak Mila yang sedang bermain dengan Amy anaknya.


"Pendapat apa? " tanyanyA padaku.


Kuluhatkan hasil tespeck ku padanya.


Dia tersenyum dan langsung memelukku.


"Selamat ya dek.. Akhirnya Randy bakalan jadi ayah! " katanya padaku.


Aku menangis terharu.


"Makasih Kak...!! " ujarku sambil melepaskan pelukannya.


"Sebaiknya kita rahasiakan aja dulu. Dua minggu lagi Randy kan ultah. Ntar pas Ultah nya aja baru kami kasih tau. Biar surprise!! " kata Kak Mila pula padaku.


"Ide bagus kak.makasih ya! " ucapku lagi sambil kembali memeluk kakak iparku yang sangat baik.


****


Merasa masih penasaran dan tidak percaya dengan hasil tespeck kemarin, pagi ini Aku kembali mencoba melakukan test pada alat tespeck yang lebih bagus, yang kemarin Aku beli diam-diam tanpa sepengetahuan Randy.


"Masyaallah.. Alhamdulillah ya ALLAH.. Terimakasih!!" ucapku lagi dalam hati dengan mata berkaca-kaca.


Sungguh rasanya tidak sabar menanti dua minggu lagi untuk memberi tau Randy tentang kehamilanku.

__ADS_1


__ADS_2