Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 7. Me Vs Ibu Mertua.


__ADS_3

Satu minggu lama nya Aku dan Mas Rayhan tidak bertegur sapa.


Bahkan kami sudah tidak pernah sholat berjamaah lagi.


Aku bukanlah orang modern.


Aku hanyalah gadis kampung yang tabu.


Bagiku apa yang telah di lakukan Mas Rayhan Di masa lalunya adalah hal yang sangat menjijikkan.


Setelah shalat Isya, Aku berbaring menghadap meja rias.


Fikiranku jauh melanyang merenungi nasib rumah tanggaku sekarang.


"Ya ALLAH apa yang harus Aku lakukan? " tanyaku dalam hati.


Kulihat Mas Rayhan keluar dari kamar mandi dan langsung mengerjakan shalat Isya.


Kupejamkan lagi mataku yang tidak mengantuk.


Aku menghela nafas panjang.


"Aina please... Mas butuh bantuan dan dukungan dari kamu. Sampai kapan kita tidak berbicara satu sama lain seperti ini? Mas butuh dukungan kamu untuk bisa sembuh!!! please...!!?!! " ujar Mas Rayhan yang tiba-tiba berlutut mencium kakiku.


Aku sontak kaget dan bangun dari tempat tidur.


"Mas.. Aku Itu bukan Ibu kamu. Yang berhak kamu cium Kakinya Itu Ibu, bukan Aku!! " jawab Ku dengan nada cukup


tinggi.


"Aina please!!!. Cuma kamu satu - satu nya harapan Mas. Cuma kamu yang tau tentang penyakit ini. Mas mohon bantu Mas.. !! Mas butuh dukungan kamu.. please!!! Mas gak mungkin jujur dengan orangtua Mas. Mereka pasti akan sangat marah dan terpukul jika tau. Mas mohon Aina..!! " ujarnya lagi sambil menangis dan mencium tanganku.

__ADS_1


Hatiku merasa sangat tersentuh.


"Baiklah Mas. Aku akan barusaha bertahan dan memberikanmu dukungan semampuku. Tapi kamu harus janji untuk barusaha sembuh dan kembali normal!! " kataku padanya.


Dia mengangguk cepat.


"Mas sedang terapi. Inshaa ALLAH segera sembuh. Mas butuh Maaf mu dan dukungan mu. please!! " katanya lagi padaku.


Aku mengangguk.


***


Pagi ini Aku bangun dengan hati yang sedikit lega.


Aku berharap Mas Rayhan benar-benar taubat dan segera sembuh dari penyakit laknat itu.


Aku turun kebawah menuju Meja makan.


"Pagi Mbak.. "Sapa Mbak Nanik pula padaku.


"Tumben turun sarapan!!?" sindir Ibu mertuaku yang keluar dari kamarnya.


Seminggu kemarin Aku memang tidak pernah sarapan ataupun makan malam bersama.


Aku benar-benar merasa kecewa kemarin.


"Maaf Buk. Kemarin semingguan kerjaan banyak di kantor. Karena closing bulanan jadi pagi-pagi sudah harus di Kantor dan mesti lembur juga" jawabku memberi alasan.


"Maka nya berhenti aja kerja nya!! terbukti kan kamu gak bisa mengurus suami karna terlalu sibuk bekerja? memang nya bulanan yang diberi Rayhan kurang? memang nya kebutuhan kamu sebulan berapa?" tanya nya dengan nada yang sangat Ketus.


Hatiku pedih sekali mendengarnya.

__ADS_1


"Maaf Buk bukan masalah bulanan yang kurang dari Mas Rayhan. Hanya saja rasanya sayang kalau Saya harus berhenti kerja sekarang. Saya tidak biasa cuma duduk di rumah aja gakda kerjaan. Inshaa ALLAH nanti kalau sudah punya anak saya akan berhenti dan fokus pada keluarga aja" jawabku pelan.


"Bagaimana mungkin bisa punya anak kalau kamu sibuk bekerja?" sindir nya pula padaku.


Aku cuma diam.


Ingin sekali ku katakan padanya kalau Aku Masih perawan sampai detik ini.


"Astagfirullah.. " Aku menghela nafas panjang.


" Kamu harus ingat tujuan kamu nikah sama Rayhan untuk memberi kami cucu segera. Kalau kamu terlalu sibuk kerja, pulang sudah Capek gimana mungkin bisa dapat anak. Rayhan Itu anak lelaki kami satu-satu nya, Penerus keturunan. Ibu gak mau Dia nikah dengan perempuan yang salah. Perempuan yang egois dan sok jadi wanita Karir!! " Ujarnya padaku dengan sangat Ketus.


"Astagfirullah.. " bisikku dalam hati.


Mataku mulai berkaca-kaca.


Kulihat Mas Rayhan turun dari lantai atas menuju arah kami.


"Aina berangkat dulu Buk! " kataku tanpa memperdulikan nya.


"Kemana? Udah sarapan? Tanya Mas Rayhan padaku.


"Udah. Aku duluan ya Mas. Soalnya barusan dapat telepon dari kantor" ujarku sambil menyalami Mas Rayhan.


Suara Motor berderu membawaku menuju Kantor.


Kurasakan hangat sekali dibagian mataku.


sepanjang jalan Aku cuma bisa beristigfar.


"Astagfirullah.. kuatkan Aku ya ALLAH!! " lirihku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2