Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 11. Menjanda


__ADS_3

Kurang lebih satu bulan lamanya proses perceraianku dan Mas Rayhan selesai.


Kini Aku berstatus sebagai seorang janda.


Rasa malu tak terkira tentunya.


Bukan hanya Aku yang merasakan bahkan keluargaku di kampung pun terkena imbasnya.


Mereka yang tidak tau kebenaran hanya berbicara sesuka hati mengenai diriku.


Tidak sedikit yang berpendapat Aku bercerai Karena Aku tidak mampu memberikan keturunan untuk keluarga Mantan suamiku.


Ada pula yang berpendapat Aku di ceraikan Karena terlalu banyak menuntut pada keluarga mantan suamiku.


Dan banyak lagi gosip -gosip bertebaran tentang pernikahanku yang hanya bertahan Selama kurang lebih 4 bulan lamanya.


Aku cuma bisa pasrah menghadapi semua cobaan ini.


Cuma keluarga intiku dan Mira yang tau cerita sebenarnya dari perceraian ini.


Kini Aku berstatus Janda di usiaku yang masih 23 tahun.


***


Aku berjalan dari parkiran motor menuju ruang kerjaku di lt. 2 Kantor finance.


Mira menyusul dari belakang.


Kami bercengkrama sambil sesekali tertawa.


Setelah Bercerai, Aku memutuskan untuk tinggal bersama Mira di sebuah kontrakan yang tidak terlalu jauh dari kantor.


Aku tidak lagi tinggal di Pesantren.


Terlalu malu rasanya.


Tapi tentu saja Aku masih rutin berkunjung kesana sebulan sekali.


Aku sudah mulai terbiasa dengan status baruku sebagai seorang janda.


Aku bahkan merasa seperti kembali remaja.


Toh Aku memang masih perawan, hanya saja statusku sekarang adalah seorang janda.


Tapi Yasudahlah, Bagiku yang terpenting sekarang adalah menikmati hidupku.


Terserah orang-orang ingin berpendapat apa Tentangku.


Ketika melewati ruang receptionist , Dela yang bertugas disana memberikanku seikat bunga mawar yang masih segar.


"untuk mbak Aina! " ujarnya padaku.

__ADS_1


"Trimakasih! " ucapku padanya.


"Cie.. Cie.. si janda kembang dapat kirimkan bunga ni yee!! " olok Mira padaku.


"Dari siapa? " tanya nya padaku dengan penasaran.


"Gak tau. gakda nama pengirimnya" jawabku.


Kami lalu tertawa bersama.


HP ku bergetar ketika Aku sadang sibuk pada laporan-laporan yang harus segera selesai.


Kulirik sedikit layar HP ku.


Terlihat ada pesan telegram yang masuk disana.


Karena penasaran, kubuka isi telegram nya


"Hai Aina.. Salam kenal.. Bagaimana dengan bunga nya? apa Kamu suka? "


"Aneh, Siapa ya? Kok tau namaku Aina? dapat nomorku dari siapa? " kataku dalam hati.


Namun isi telegram Itu tidak Aku balas.


Aku kembali pada kerjaan yang sedang Aku geluti.


"Hai Jankem, Makan siang Yuk.. Udah lapar! " ajak Mira padaku.


Kedengaran bagus katanya, seperti nama wanita legendaris Korea di film Jewel in the Place Dae Jung Geum.


"Makan dimana? " tanyaku pada nya.


"Aku pengen banget makan KFC. Kita kesana ya!! please!! Udah seminggu lebih gak makan disana!! " jawab Mira memohon.


Memang sudah seminggu kami tidak makan di KFC yang berjarak hanya dua ruko dari kantor tempat kerja kami.


Disana Ada Pak Brandon, manager KFC yang suka sekali menggangguku.


Aku jadi merasa tidak nyaman.


Dia Sebenarnya baik dan cukup tampan, tapi masalahnya, Dia sudah berulang kali cerai dengan mantan-mantan istrinya.


Dan Aku tidak bisa bayangkan menjadi istri nya yang ke empat, terus kemudian akan di ceraikan lagi oleh nya.


Dan Aku akan kembali lagi menjanda.


"Oh.. Tidak!!! " pekik ku dalam hati membayangkannya.


"Makan nya di KFC yang lain aja ya!! please!!! Biar Aku yang bawa motor. Oke?? " bujukku pada Mira yang memang suka sekali dengan KFC.


"Baiklah" jawab nya bersemangat.

__ADS_1


***


Aku menikmati secangkir capuchino hangat sambil membaca novel kesukaanku di teras depan.


Mira sedang keluar bersama pacarnya, Seorang polisi Intel yang bertugas di kota Siak.


Dia baru saja Sampai ke Pekanbaru kemarin sore.


Mereka pergi membeli Cincin untuk pertunangan katanya.


"Tringg... " suara HP ku berbunyi.


Kebaca dalam hati isi pesan whatshaap yang tertera di layar HPku.


"Hai.. Apa kabar? Kok telegramku tidak di balas?. kamu gak suka ya kirimkan bunga nya? "


"Siapa sih ni orang?? Sok misterius gitu?? " tanyaku dalam hati.


Dengan malas kubalas isi WA nya.


"Maaf ini siapa ya? dapat nomor saya dari mana? " tanyaku balik.


WA pun terkirim.


HP ku berdering.


Telepon WA masuk Dari nomor yang tidak ku kenal tadi.


"Hallo! Assalmualaikum Aina! Apa kabar? " Terdengar suara lelaki Dari seberang telepon.


" Waalaikumsalam. Baik! " jawabku pula.


"Kamu Udah lupa sama Aku? udah Gak save nomorku lagi ya? Aku Randy teman KKN mu Waktu kuliah" katanya mengenalkan dirinya padaku.


"Ya ALLAH, sorry Ran.. Nomor mu gak ter save di hp ku, kemarin HP nya error. Jadi semua kontrak hilang. Lagian kamu sok misterius kirim bunga Gak pakai Nama. " jawabku.


"Tadinya mau kasih nama pengirim, Tapi malu. hehe. nongkrong Yuk!! Aku Sekarang udah tugasnya di pekanbaru Loh!! " jawabnya lagi.


"boleh...boleh.. Kapan?" tanyaku pada nya.


"Malam minggu gimana? " tanya nya lagi.


"Siang minggu aja ya!! " jawabku pula.


"Baiklah! nanti kita berkabar lagi ya! " ujarnya menutup percakapan kami di WA.


Menjadi Janda membuatku harus lebih berhati-hati dalam bergaul dengan lelaki.


Aku tidak ingin salah pilih pasangan lagi.


cukup cerita dulu menjadi pelajaran hidup bagiku.

__ADS_1


__ADS_2