Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 18. Pasca Menikah


__ADS_3

Aku kembali bekerja setelah cuti selama sepuluh hari.


Randy mengantarku sampai di depan teras Kantor.


Aku dan Mira saling bepelukan ketika tanpa sengaja kami berpas-pasan di depan tangga menuju lantai 2 ruang kerja kami.


"I miss you" ucapnya sambil memelukku.


"Aku juga... kangen banget!! " ucapku sambil mengusap panggungnya.


"Gimana manten baru? Aman? Berhasil di jebol? " tanya nya cepat padaku sambil menggandeng tanganku menaiki anak tangga.


"Alhamdulillah.. "jawabku pelan dan malu-malu.


Dia tertawa melihat pipiku yang memerah menahan malu.


"Ternyata surga dunia sangat nikmat ya?? Aku aja kemaren sampai gak mau bangkit dari tempat tidur. Pengen nya di atas ranjang terus!! " godanya padaku sambil terus tertawa.


"Dasar Mesum!! " olokku padanya.


Kami tertawa bersama.


Aku begitu bersyukur untuk semua anugerah yang Aku dapatkan saat ini.


Suami yang begitu perhatian dan mencintaiku apa adanya.


Mertua yang juga begitu baik dan menyayangiku seperti anak kandungnya Sendiri.

__ADS_1


Kakak ipar dan suaminya juga begitu baik dan sopan terhadapku.


Aku benar-benar bahagia.


Jam makan siang tiba.


Aku dan Mira memesan Paket KFC kesukaan kami berdua.


Bagiku sekarang tidak perlu lagi merasa tidak nyaman dengan Pak Brandon yang dulu Sering mengganggu dan menggoda ku.


Toh sekarang Aku sudah tidak menjanda lagi.


Pak Brandon pun juga sudah memiliki calon istri yang baru.


"Hallo para pengantin baru.. makin cantik aja Pasca nikah.. Apa kabar Kalian?? " tanya Pak Brandon dengan khas batak nya.


Aku dan Mira tertawa mendengar ucapanya.


"Mantap..!! " ucapanya Pak Brandon pula.


Aku cuma Ikut tertawa mendengar nya.


Randy datang menjemputku jam 16.25 Wib.


Kami pun langsung pulang kerumah.


Sejak menikah Randy tidak mengizinkanku mengendarai sepeda motor sendiri ke Kantor.

__ADS_1


Dia mengantar dan menjemputku setiap hari nya.


"Quality time sebelum seharian berpisah Karena Kerjaan! " katanya padaku.


Sampai di rumah, setelah membersihkan sedikit badanku, Aku kedapur membatu Mama mertuaku memasak untuk makan Malam.


Aku bersyukur karna Mama mertuaku begitu baik dan juga pengertian.


Kami bahkan sering menghabiskan waktu sore sambil bercerita dan menikmati secangkir teh hangat buatan nya.


"Sayang udah shalat isya? " Tanya Randy padaku yang sedang duduk menggunakan lotion malam sebelum tidur.


"Udah dong!" jawabku padanya yang baru saja masuk kedalam kamar.


"Cerita apa sama Bang Umar dan Papa? serius banget Sepertinya? " tanyaku penasaran.


"Gakda.. cuma bincang -bincang gak jelas aja" jawabnya pula.


Dia kemudian keluar kamar mandi membersihkan badannya lalu mengerjakan shalat isya sendirian.


Aku masih duduk di kursi depan meja rias sambil memaikan HP ku.


Randy datang lalu mencium tengkuk belakangku.


Bulu kudukku berdiri seketika.


Dia lalu menggendongku ketempat tidur.

__ADS_1


"Tau gak!!, dulu waktu cerita ke teman-teman Kantor mau nikah sama janda, Mereka pada mengolok dan mengatakan kalau Aku sudah dibutakan oleh Cinta, bahkan ada yang bilang Aku Kena guna -guna sama Kamu. Padahal Masih banyak wanita lajang yang cantik dan mau denganku. Kata mereka semua di Kantor. Tapi ketika mereka melihat dan berkenalan denganmu, Akhirnya mereka baru mengerti mengapa Aku begitu menginginkanmu. Dan Ternyata Aku memang tidak salah pilih. Janda yang kudapatkan bukan sembarangan janda. Melainkan Janda kembang yang menjaga kesuciannya hanya untuk suami. Makasih sayang. I love you! " ucapanya menyentuh hatiku.


"Trimakasih sudah mencintaiku tanpa syarat dan tanpa memandang statusku. Love you too! " jawabku lalu meraih bibir nya.


__ADS_2