
Perayaan pernikahanku dengan Mas Rayhan akhirnya selesai.
Sanak Family ku juga sudah pulang kembali ke kampung halaman.
Begitupun keluarga Mas Rayhan.
Semua sudah mulai kembali normal.
Hari ini adalah hari pertamaku kembali bekerja dengan status baru sebagai seorang istri.
"Pagi buk.!!" sapaku pada ibu mertuaku yang sedang menyiapkan sarapan pagi di dapur bersama mbak Nanik seorang pembantu rumah tangga.
"Pagi.. " jawab nya pelan.
"Udah mulai masuk kerja lagi hari ini? " tanya nya lagi padaku.
"Iya buk. Kemarin cuma dapat cuti 2 Minggu" jawabku padanya.
Aku kemudian membantu menuangkan teh ke dalam beberapa gelas yang ada di atas meja makan.
"Kamu kan sekarang sudah jadi istri, sebaiknya tidak perlu lagi bekerja. Istri Itu tugasnya di rumah. Ngurus rumah dan suami! " Ujar Ibu mertuaku.
Aku agak kaget mendengarnya.
"Inshaa ALLAH, Aina akan barusaha jadi istri yang baik untuk Mas Rayhan Buk tanpa harus berhenti bekerja" jawabku padanya sambil sedikit tersenyum.
"Memang bisa? " tanya nya lagi padaku.
"Inshaa ALLAH Buk. Bagaimanapun keluarga jadi prioritas utama sekarang " jawabku lagi padanya.
Mas Rayhan turun dari lantai atas, Karena kamar kami memang berada di lantai atas. Dia berjalan kearah ku dan duduk di kursi tepat disampingku.
__ADS_1
Tak lama kemudian Ayah mertuaku bersama Dian, adik iparku satu-satu nya juga keluar dari kamarnya.
"Selamat pagi!" sapa mereka hampir bersamaan
Kami menikmati sarapan bersama sebelum memulai aktifitas masing-masing.
***
Tiba di Kantor, Mira sahabat dekatku langsung menghujaniku dengan ribuan pertanyaan.
"Eh.. penganten baru apa kabar? Gimana Malam pertama? Seru? enak ya jadi mantu orang kaya? Agak nya sebentar lagi bakal resign ni! cukup duduk dirumah jadi istri yang baik dapat gaji besar dari suami!! " olok Mira padaku.
"Jangan ngawur!! " jawabku sambil melotot padanya.
Dia tertawa terbahak-bahak.
"Gimana? Sakit gak?? " tanya nya lagi sambil mongolok ku.
"Gakda yang sakit. Masih perawan! "jawabku sambil berbisik.
"Kok bisa sih? Udah nikah hampir satu bulan Tapi belum juga?? " tanya nya pelan tidak percaya.
"Entahlah..!!"jawabku
"Kado dariku udah di pakai belom?" tanya nya lagi.
"Belum. Malu aah.. Gak mau!! " jawabku.
"Ya ALLAH..!! Dia itukan udah sah jadi suami kamu. Semua yang ada ditubuh kamu ini udah boleh dilihat nya. menyenangkan suami Itu dapat pahala yang besar loh! " katanya lagi padaku.
"Nanti malam kan malam Jumat, Coba deh kamu pakai. Dijamin bereaksi!! " katanya lagi sambil tertawa.
__ADS_1
Aku cuma bisa menggeleng menahan malu.
***
Jarak antara kantorku dengan rumah mertua yang sekarang Aku tempati memang tidaklah jauh.
Cuma setengah jam saja.
Aku tiba dirumah tepat jam 16.30wib.
Aku segera mengganti pakaian, lalu kedapur untuk membantu Ibu Mertua dan Mbak Nanik memasak untuk makan malam.
"Tidak ada waktu untukku istirahat. Aku harus menjadi istri dan menantu yang baik" bisikku dalam hati.
"Masak apa Buk? " tanyaku basa basi.
"Sambal Ayam goreng! " jawab nya padaku.
Aku mengangguk.
Kulihat mbak Nanik sedang mencuci piring dan mengemaskan barang-barang yang sudah selesai dipakai.
Aku bingung dan tidak tau harus berbuat apa.
Ku ambil segelas Air dingin lalu duduk di meja makan.
"Dari pada cuma duduk aja mendingan kamu pergi siram tanaman di luar sana! " kata Ibu mertuaku dengan nada agak Cetus.
Aku diam dan segera menurutinya.
Sebenarnya nya Aku capek sekali pulang kerja.
__ADS_1
Tapi mau gimana lagi.
"Aku pasti bisa menyesuaikan diri dengan keluarga baruku. Semangat Aina!! " bisikku lirih dalam hati sambil menyiram semua tanaman yang ada di taman rumah ini.