Tears And Love

Tears And Love
Part Sepuluh


__ADS_3

Amora


tidak pernah tahu apa yang ada di dalam hatinya setiap kali berada di dekat


Sora. Seperti halnya saat ini. Dia merasa jantungnya berdegup dua kali lebih


cepat dari biasanya. Dia juga merasa pipinya memanas setiap kali secara tak


sengaja dia memergoki Sora meliriknya walaupun sekilas.


Ada


perasaan asing yang merasukinya. Yang membuatnya selalu salah tingkah di


hadapan cowok yang sekarang tengah duduk di sampingnya. Ditambah lagi dengan suasana


hening di antara mereka. Membuat Amora merasa yakin ada sesuatu yang mengganjal


di dalam hatinya.


Gue kenapa?batin


Amora lirih. Kenapa gue ngerasa


deg-degan?


Amora


melirik Sora yang tengah konsentrasi mengemudi. Lagi-lagi hatinya bergerumuh.


Andai ada speaker di dalam hatinya, pasti Sora dapat mendengar jelas degup


jantung Amora saat ini.


Amora


sedikit bernapas lega saat mobil yang dia tumpangi telah masuk ke dalam


pekarangan sekolahnya. Dia langsung turun begitu mobil itu berhenti. Setidaknya


dia dapat menetralkan hatinya yang jumpalitan sedari tadi.


“Ehm,


makasih ya Ra, udah nganterin gue. Gue ngerasa nggak enak karena udah


ngerepotin elo,” kata Amora.


“Iya


nggak pa-pa kok. Lagian lo nggak ngerepotin gue. Jadi lo jangan ngerasa nggak


enak kayak gitu,” balas Sora sambil tersenyum manis.


“Ehm,


gue duluan ke kelas, ya. Permisi,” kata Amora akhirnya dan berlalu dari hadapan


Sora yang memandangnya penuh arti.


“Andai


lo itu bener-bener Sasi, Ra. Gue nggak akan biarin lo pergi lagi dari hidup gue,”


gumam Sora lirih.


***


Sepanjang


perjalanan tidak ada kata yang keluar dari bibir Yogi. Dari tadi dia sibuk


melamunkan semua kejadian yang masih tercetak jelas di ingatannya. Berkali-kali


bibirnya mencetak senyuman samar dan penuh kepahitan.


“Papa mau memperkenalkan Mama baru untuk kalian!” seru


Pak Andre pada Yogi dan Sora yang saat itu sedang menikmati makan malamnya.


“Maksud Papa apa?” tanya Yogi langsung. Ekspresi tidak

__ADS_1


suka tergambar jelas di wajahnya.


“Apa boleh Papa menikah lagi? Ini juga untuk kebaikan


kalian. Papa tidak mau anak-anak Papa nanti besar tanpa kasih sayang seorang


ibu. Lagi pula, Mama kalian pasti menginginkan agar kalian mendapatkan


pengganti figur seorang ibu. Papa merasa tidak bisa sendirian membesarkan


kalian berdua. Papa butuhpartner untuk membesarkan kalian.


“Sudah lima bulan Papa merasa tidak sanggup


membesarkan kalian. Papa sering pulang malam, bahkan sering lembur di kantor.


Papa tidak mau kalian kurang kasih sayang. Karena itulah Papa mau memberikan


ibu bagi kalian,” jelas Pak Andre panjang lebar.


Yogi langsung berdiri dari duduknya dan menggebrak


meja yang membuat piring serta gelas yang ada di dekatnya bergetar.


“Aku nggak mau ada orang lain lagi yang masuk ke dalam


rumah ini!” serunya sambil melirik Sora dengan tajam.


Sora yang merasa sebagai orang yang dimaksud Yogi


dalam ucapannya langsung menundukkan wajahnya.


“Tapi ini demi kebaikan kalian semua.”


“Itu demi kebaikan Papa dan Sora! Bukan untuk kebaikan


aku!” seru Yogi emosi.


“Kita


sudah sampai, Den.” Sahutan dari Mang Ujang seketika langsung membuyarkan


lamunan Yogi.


mengucapkan sepatah kata pun, dia langsung turun dari mobil dan memasuki area


sekolah yang masih terasa asing baginya.


Saat


melewati parkiran motor yang lenggang tak sengaja dia menabrak sesuatu.


Tabrakan yang sedikit keras itu tak membuat tubuhnya yang lumayan kekar jatuh


terjerembap. Namun tidak bagi orang yang tak sengaja ditabrak Yogi. Dari


rintihan yang di dengar Yogi, dia tahu kalau orang yang dia tabrak terjatuh.


“Aduh


…,” rintih orang tersebut.


Yogi


melihat di depannya terdapat seorang gadis yang dikuncir kuda sedang meringis


kesakitan.


“Kalo


jalan hati-hati dong!” pekik Yogi langsung.


Gadis


itu langsung mengangkat wajahnya dan menatap Yogi dengan kesal setelah


mendengar bentakan dari Yogi. Bukannya


minta maaf, malah bentak-bentak gue! batin gadis itu tak senang dan kesal.


Dengan

__ADS_1


segera gadis itu berdiri dan menatap Yogi dengan tajam tepat di manik matanya.


“Eh,


kok elo malah bentak-bentak gue? Jelas-jelas elo yang salah! Elo yang udah


nabrak gue!” pekik Amora kesal. Padahal Amora tidak berniat sama sekali untuk marah-marah


saat pagi hari. Kalau saja cowok di depannya ini bersikap manis, pasti emosinya


tidak akan terpancing seperti sekarang.


Yogi


melipat tangannya di depan dada dan menatap Amora dengan senyuman mengejek.


“Gue salah? Nggak salah tuh? Bukannya elo, ya, yang salah?!”


Amora


semakin kesal karena cowok tak dikenal yang sepertinya tidak pernah mengenal


dan tidak pernah mengucapkan kata maaf itu. Amora hendak mengeluarkan makiannya


lagi, tapi tiba-tiba sebuah suara menghentikan keinginannya itu.


“Yogi?


Ngapain kamu di situ?” tanya suara itu di antara kerumunan yang tanpa disadari


sudah berada di sekitar Yogi dan Amora.


Yogi


menoleh ke asal suara dan langsung mencibir begitu melihat wajah si empunya


suara.


“Dia


lagi!” desis Yogi sambil tesenyum sinis.


Sora


langsung mendekati Amora dan Yogi yang kini sudah menjadi tontonan murid-murid.


Keributan yang mereka buat menjadi tontonan gratis di pagi hari ini.


“Sekarang


masih pagi untuk membuat keributan,” kata Sora bijak.


“Apa


peduli elo? Suka-suka gue mau ngebuat keributan kapan aja. Mau pagi kek, siang,


sore, malem, itu suka-suka gue! Lo nggak berhak ngatur-ngatur gue!”


Sora


kemudian mendekati Yogi dan berbisik di telinganya. Amora tidak tahu apa yang


dikatakan Sora. Yang pasti setelah itu wajah Yogi langsung berubah menjadi


semakin kesal. Kemudian dengan sengaja dia menubruk bahu Sora dan langsung


pergi begitu saja.


“Lo


tadi ngomong apaan sama dia? Kok dia kelihatan semakin bête gitu?” tanya Amora


penasaran setelah kerumunan yang tadi mengelilinginya berangsur-angsur menjauh


dan akhirnya bubar.


Sora


tidak menjawab pertanyaan Amora. Dia hanya menaikan sebelah alisnya dan


menggedikkan bahunya sebelum akhirnya meninggalkan Amora yang kebingungan.

__ADS_1


“Sebenarnya


ada hubungan apa Sora sama cowok yang tadi?”


__ADS_2