Tears And Love

Tears And Love
Part Tiga Puluh


__ADS_3

Mang


Ujang menunggu Yogi dengan sabar. Sesuai permintaan Pak Andre, dia harus


menunggui Yogi sejak dia pergi sampai pulang sekolah. Menunggui cowok itu agar


tidak kabur atau membolos dari sekolah. Seperti yang sering dia lakukan di


sekolah-sekolah yang sebelumnya.


Dari


kejauhan Mang Ujang melihat Yogi berjalan di tengah kerumunan siswa yang


menyeruak setelah bel pulang berbunyi nyaring. Dengan gayanya yang angkuh, Yogi


mendekati Mang Ujang yang berdiri di samping mobil.


“Den


…,” panggil Mang Ujang pelan saat Yogi hendak masuk ke dalam mobil.


Yogi


mengurungkan niatnya untuk masuk dan menoleh.


“Apa?”


tanyanya galak.


“Ehm,


Mamang permisi ke belakang dulu, ya. Tiba-tiba kebelet.”


Yogi


mengangguk dan mengibaskan tangannya di udara.


“Ya,


ya, cepetan! Gue nggak mau pulang telat!” titah Yogi penuh penekanan.


Mang


Ujang mengangguk dan langsung berlari meninggalkan Yogi untuk memenuhi


panggilan alamnya. Dengan kesal Yogi menunggu Mang Ujang sambil bersender di


mobilnya. Saat dia menoleh ke koridor utama, tak sengaja dia melihat Sora dan Amora


tengah berjalan berdampingan. Mereka terlihat tengah mengobrol dengan akrab.


Bahkan Amora tertawa kecil saat Sora menceritakan sesuatu.


Apaan tuh pake acara ketawa segala? Emangnya ada yang


lucu?


Yogi


langsung mendekati mereka saat melihat kedua orang itu sedang menuju ke arahnya,


tepatnya menuju mobil Sora yang tengah terpakir. Sora dan Amora sedikit


terkejut saat melihat Yogi yang kini berdiri di depan mereka. Amora langsung


menghadiahi Yogi sebuah senyuman lebar. Walaupun pemuda itu tidak akan mau membalas


senyuman Amora. Rasa gengsinya lebih dia utamakan dibandingkan apa pun.


“Eh,


hai, Gi,” sapa Amora yang terdengar seperti basa-basi.


Yogi


tidak membalas sapaan Amora, dia hanya menatap Sora dengan tatapan tajam.


Kemudian Yogi langsung mencengkram lengan Amora sampai kulit putihnya kini


memerah. Melihat itu Sora langsung mencoba melepaskan Amora dari cengkraman


Yogi.

__ADS_1


“Lo


pulang sama gue!” putus Yogi telak. Sarat akan perintah.


Tanpa


sempat dicegah lagi, Yogi langsung membawa Amora dan mendorong tubuh gadis itu


agar masuk ke dalam mobil. Sora tidak tinggal diam. Pemuda itu langsung berlari


menuju mobilnya dan mencoba mengejar mobil Yogi. Mang Ujang yang melihat adegan


itu langsung mendekati Sora yang baru saja masuk ke dalam mobil. Mang Ujang


langsung masuk ke dalam mobil Sora saat pemuda itu menyuruhnya naik.


Sora


langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak peduli bahwa


sesungguhnya dia masih berada di lingkungan sekolahnya. Mang Ujang langsung


berpegangan dan memasang seat belt-nya


saat melihat Sora yang tampaknya akan ngebut.


“Sebenarnya


ada apa?” tanya Mang Ujang.


“Yogi


membawa paksa Amora,” jawab Sora tanpa menoleh.


Dia


bahkan lupa bahwa Mang Ujang sama sekali tidak kenal dengan Amora. Bukan tidak


kenal, hanya saja Mang Ujang tidak mengetahui siapa Amora yang dimaksud oleh


Sora.


Sora


tidak tahu bahwa saat itu Yogi tengah menatapnya dengan senyuman sinis dari


balik kaca spion. Yogi bukannya tidak tahu bahwa Sora akan mengejarnya seperti


ini. Karena itulah dia melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimum. Tidak


peduli dengan caci maki orang-orang yang dia temui di jalanan yang baru saja


dia lalui.


Amora


tidak tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi di kehidupannya saat ini. Orang


tua yang tiba tiba berubah menjadi aneh, dia yang harus ditarik paksa oleh


Yogi. Lalu sekarang, Yogi membawa mobilnya dengan ugal-ugalan. Berkali-kali


Amora menahan mual yang mendesak isi perutnya agar keluar. Dan Yogi sama sekali


tidak memperhatikan wajah Amora yang kini memucat.


Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa hidup gue jadi


aneh kayak gini?


Yogi


tidak sadar akan bahaya yang akan menimpanya kalau dia ngebut-ngebutan tidak


jelas seperti ini. Dia tertawa keras saat mengetahui Sora yang berkali-kali


mendapatkan halangan untuk menyusulnya. Yogi menoleh ke belakang sambil


tertawa, tanpa menyadari bahwa di depannya kini berdiri sebuah pohon besar yang


kokoh.


Amora

__ADS_1


memegangi kepalanya yang terasa sakit. Perlahan-lahan dia membuka matanya walaupun


terasa berat. Amora tersentak kaget saat melihat seorang laki-laki kini


memeluknya dengan sorot mata yang teduh. Amora langsung tersenyum saat melihat


wajah orang yang sangat familiar itu.


Laki-laki


itu membalas senyuman Amora lalu mengelus pelan pipi Amora. “Papa .,” kata


Amora lirih sebelum akhirnya jatuh pingsan.


Sora


melotot kaget saat melihat kejadian yang baru saja terjadi di depannya. Mang


Ujang yang duduk di sampingnya juga tak kalah kaget. Sora lalu menghentikan


mobilnya dan berlari mendekati mobil Yogi. Mang Ujang mengikutinya dari


belakang.


Sora


langsung membuka pintu mobil Yogi dan membawa tubuh Amora keluar dari mobil


itu. Sora meletakkan kepala Amora di dada bidangnya.


“Amora!


Bangun Amora!” pekik Sora sambil menepuk-nepuk pelan pipi Amora. Darah segar


mengalir deras dari dahinya.


Mang


Ujang yang berdiri di belakang Sora langsung melotot kaget saat melihat siapa


gadis yang berada di pangkuan Sora. Tanpa sadar Mang Ujang langsung mendekati


gadis itu dan meneteskan air matanya saat melihat darah yang mengalir deras


dari dahi gadis itu.


“Non


Sasi! Bangun Non! Non Sasi!”


Sora


melotot kaget saat mendengar nama yang dipanggil Mang Ujang. “Mang, namanya


Amora. Bukan Sasi, lagipula Sasi kan—”


“Dia


Non Sasi, Den …,” potong Mang Ujang cepat. “Dia Non Sasi! Non Sasi masih


hidup!”


“Mang,


jangan bercanda!” pekik Sora tidak suka. “Aku emang sempat mengira kalau dia


adalah Sasi. Tapi aku sadar kalau Sasi sudah meninggal. Dia ini Amora, Mang. Amora!!”


Lagi-lagi


Mang Ujang menggeleng.


“Dia


benar-benar Non Sasi, Den. Mamang tahu betul kalau Non Sasi masih hidup.”


Amora


membelalakan matanya tidak percaya. Dia tahu betul Mang Ujang tidak akan


berbohong. Dengan gerakan pelan Sora menoleh dan menatap wajah Amora yang kini


berada di pangkuannya.

__ADS_1


Jadi, lo bener-bener Sasi?


__ADS_2