
Setiap pagi Fika berangkat ke sekolah di antar papanya sampai simpang saja, selanjutnya Fika menaiki angkot menuju ke sekolahnya.
Namun beberapa hari ini Fika seperti melihat drama FTV yang seperti di tonton Fika di stasiun Tv SCTV. Ceritanya seorang lelaki mengejar seorang perempuan untuk mengajak balikan. Tetapi ini nyata di saksikan oleh kedua mata Fika. yang membuat Fika terngangah yaitu lelaki itu adalah lelaki incaran, idaman Fika yang sering di lihatnya sepulang kerja. lelaki yang berpakaian rapi menuju ke mesjid. Melihat itu membuat hati Fika sedikit tersayat. Fika patah sebelum berjuang. padahal kalau di pikirkan sekarang, itu adalah kode keras Fika tidak harus lagi menambatkan hatinya pada lelaki itu. Namun Fika belum paham.
Dengan kekonyolan Fika, beraninya Fika bertanya pada perempuan itu. Padahal saja tiap hari Fika bersama menunggu angkot bersama perempuan itu tidak saling tegur sapa. Secara mendadak Fika menanyai perempuan itu. karena Fika ingin memastikan apa yang sedang terjadi antara mereka berdua.
" Hai, hmmm... itu tadi pacar kamu ya?"tanya Fika
" Iya" jawabnya singkat
" Hmmm.. aku lihat udh beberapa hari ini dia ngejar kamu. Ada apaan sih?" tanya Fika tanpa memperdulikan perasaan si perempuan itu.
karena bisa saja dia menjawab. Ih, kepo amat si kamu kok mau tau urusan orang, tetapi Fika tak peduli karena emang Fika kepo beneran kok.
" Dia itu udah aku putusin, dia minta maaf, minta balikan"jawabnya agak ketus
" Terus kamu gak mau balikan ama dia
emang?" ke kepoan Fika masih berlanjut.
"Ih, ogah ahh ama dia. cowok mesum gitu."jawabnya sambil seolah olah emang beneran jijik dengan lelaki itu.
Tetapi Fika tidak begitu percaya karena dia tiap hari lihat sepulang kerja itu cowok jalan berpakaian rapi menuju mesjid. masa iya begitu kelakuannya.
" Haaaa, masa sih" di utarakan saja oleh Fika
" Iya loh. udah deh kamu tuh gak tau. kan aku yang pacaran ama dia".jawabnya dengan emosi dan nada marah.
tetapi si Fika masih tetap berprasangka baik pada pria tersebut. Fika ini modelnya harus tampak mata dia ya baru percaya. Kalau hanya omongan Fika tidak begitu percaya.
" Ya, udahlah ya. ini angkot q" jawabnya sambil menyetop angkot dan langsung menaikinya.
Fika masih termenung dan melamun. sampai sampai angkot jurusan ke sekolahnya lewat pun Fika tidak melihat. di otak Fika dia tidak percaya, tapi batin ada seperti perasaan yang tidak di mengerti oleh Fika.
Keesokan harinya pria itu masih mengejar si perempuan. tetapi si perempuan sudah menaiki angkot. tiba tiba pria itu mendatangi Fika.
__ADS_1
"Egh, aku lihat kemaren ngobrol, bicara tentang apa?" tanya secara mendadak. tidak ada say hello, dia langsung datang dengan pertanyaan seperti itu. tapi pesonanya membuat Fika berdecak kagum
" Egh, kok diam aja sih aku tanya" Tanya nya lagi
" Hmmm... itu loh, aku tanya kalian kenapa sih kok seperti ada sesuatu. karena aku lihat kami tiap pagi ngejar dia" jawab Fika
" Owgh, terus dia blg apa?"tanyanya lagi balik.
bah udah macem di interogasi pun aku ini.
"dia bilang kalian lagi ada masalah. udah gitu aja". jawab Fika
" Oh, boleh kenalan dong?" ajaknya sambil menyodorkan tangan kanannya untuk bersalaman.
Wowww.. kesempatan ni bagi Fika, yang udah pusing gimana mau berkenalan rupanya di beri jalan Allah. semakin yakin Fika bakalan berjodoh dengannya.
Langsung saja Fika menyodorkan balik tangan kanan untuk saling menjabat.
"Fika namaku" sambil tersipu malu.
terpotong lah pembicaraan kami karena angkot telah tiba.
" Aku berangkat dulu ya" kata Fika sambil melambaikan tangannya menyetop angkot.
" Oke, hati-hati ya". sambil melambaikan tangannya setelah Fika menaiki angkot.
Di dalam angkot Fika berbunga bunga hanya karena tau namanya saja. sampai senyum-senyum sendiri di dalam angkot udah persis orang gila itu.
Oalah Fika, emang lah udah tergila gila dibuat lelaki itu. Tetapi Fika masih memikirkan gimana cara dekat, karena kan udah kenal. Tapi Fika sendiri saja tidak tau lelaki tersebut tinggal dimana. Namun masih ada tersangkut di otak Fika tentang perkataan perempuan itu. yang katanya kalau lelaki itu lelaki mesum. jadi Fika berencana harus tau rumahnya dan dekat dengannya agar tau benar tidak lelaki itu sepertu yang dikatakan perempuan itu.
Sepulang sekolah Fika menuju ketempat nya bekerja. sesampainya di tempat kerja Fika mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian biasa yang sudah dibawa Fika dari rumah dan diletakan di dalam tas sekolahnya.
mulailah Fika melakukan pekerjaan, yaitu melayani pembeli. Di toko tempat Fika berkerja banyak menjual barang" electronik namun tak pernah berhenti pelanggan karena toko itu menjual lampu yang murah. sehingga banyak pelanggan yang datang.
Datanglah seorang pelanggan yang rumahnya masih sekampung dengan tempat tinggal Fika dan juga merupakan orang tua teman Fika semasa mengaji di musholah.
__ADS_1
" Mau beli apa pak?" tanya Fika
" Beli Fika lah" jawabnya.
bapak ini agak gatal ya, bahasa medannya getek. suka merayu-merayu gitu.
Fika tersenyum kecil " ada-ada aja bapak ni. marahlah emang bapak aku di rumah"jawab Fika sambil bercanda.
"Ya, gak lah bapak bercanda aja kok. bapak mau beli lampu yang 20 watt" jawabnya
"Oh, aku ambil dulu ya pak"jawabku. seraya aku berjalan ke steling lampu di pajang aku melihat perempuan di depan berpakaian seragam sekolah.
"Bapak ama sapa??? ama noni?" tanya Fika.
"Gak lah"jawabnya singkat.
"Jadi sapalah itu yang pakai baju sekolah."kepo nya emang Fika ini.
"Pacarku lah. hahaaaa.."jawabnya sambil tertawa.
" Ada ada aja bapak ni. pacaran kok ama anak sekolah yang sebaya ama anaknya. canda bapak ya". masih kepo nya si Fika.
" Mana ada bercanda. seriusan lah"jawabnya sambil pasang muka serius.
"Haa, gk percaya aku" Ucap Fika
"Tak percaya ya sudah. kan kemaren juga ada aku bawa cewekku". Jawabnya
Emang ya, bapak itu sering membawa pacarnya kalau berbelanja. Tapi aku masih tidak yakin dengan yang masih bersekolah ini.
dengan penasaran Fika pengen lihat wajah si perempuan itu. Akhirnya Fika mengintip dari balik steling, Alangkah kagetnya Fika melihat perempuan itu adalah cewek yang dikejar kejar harri setiap pagi dan temanku menunggu angkot. Masa sih dia begitu. Fika merasa tidak percaya.
Namun ternyata keesokan hari dan lusa lagi bapak itu membawa perempuan itu lagi. Fika berpikir atas dasar apa bapak itu membawa perempuan itu berbelanja tiap hari. bapak ini sering belanja ya. Karena pekerjaannya merupakan tukang listrik.
Jadi dia sering belanja kabel, lampu, saklar dan untuk kelistrikan. tetapi Fika masih penasaran ada apa antara cewek itu dengan bapak itu. Karena itu membuat Fika ingin sekali bertemu dengan harry agar mencoba konfirmasi darinya. Karena cewek itu bisa menjelekan harry sementara dia sendiri bukanlah perempuan baik.
__ADS_1