
sekitar jam 3 acara selesai kami membereskan semua belas acara kami. jam 4 selesai. lalu kami menyusun untuk tidur. Fika memilih di sudut pojokan tiba tiba bang mujiono menepatkan dirinya di sebelah Fika. lalu bang iib menyuruh untuk bang mujiono menggeser. akhirnya bang iib tidur di sebelah Fika. jam 5 Fika bangkit dan menuju ke kamar mandi untuk mandi. karena Fika takut telat. waktu Fika bangun bang mujiono rupanya sudah selesai mandi dan bersiap untuk berangkat. setelah selesai mandi Fika membangunkan bang iib agar cepat berangkat sedangkan yang lain masih tidur begitu juga dengan dandru dan istrinya. siap mandi bang iib, Fika dan bang iib berjalan menuju ke stasiun namun bang iib mengajak Fika untuk sarapan dahulu. karena nanti Fika gak akan sempat karena langsung kerja. selesai makan kami naik kereta api pertama. dan Fika sungguh kaget harus himpitan dengan penumpang lain. syukurnya Fika di jaga oleh bang iib kalau tidak pasti banyak tangan lelaki jahil dan juga copet. bang iib memeluk Fika dari depan. dan wajah Fika berada di dada bang iib. sambil berdiri Fika bisanya tertidur. mungkin karena dada bang iib yang begitu empuk atau juga karena emang Fika sangat mengantuk. bang iib turun di manggarai untuk bertugas. Fika pun melanjutkan perjalanan ke Tanggerang. Fika sangat panik bolak balik melihat jam. begitu sampai di stasiun Fika langsung memanggil ojek pengkolan agar Fika cepat sampai ke kerjaan dan tidak telat. ternyata Fika tidak telat. Fika bekerja sambil mata terpejam karena mengantuk. kalau mempacking masih bisa di kerjakan tanpa di lihat. Fika berharap jangan lah di naikan ke mesin karena ada orang baru hari ini. biasanya orang baru di letak di packingan. pekerja packing yang lama harus naik ke mesin. dan benar saja kan mandor meminta Fika naik ke mesin. akhirnya tangan Fika terkena mesin untungnya hanya lecet sedikit tidak terpotong. Fika berpikir tidak bisa melanjutkan dan Fika berencana waktu istirahat makan siang Fika akan pulang ke kost dengan alasan ingin meletakan tasnya dan setelah istirahat Fika takkan kembali ke konveksi. karena Fika ingin tidur. emang Fika tak kan sanggup lagi bisa membuka matanya. dan dilakukan lah semua sesuai rencana Fika. dan Fika pun tidur di kost sampai pukul 5 erny kembali dari sekolah tempat dia mengajar. Fika bisa tidur nyenyak karena dia mematikan hpnya. kalau tidak mana mungkin bisa tidur dengan nyenyak pasti akan ada Andy dan padang yang sibuk menelpon Fika. itu saja Fika terbangun karena erny mengetuk pintu. kalau tidak tak kan lah Fika bangun. setelah bangun Fika beranjak mandi. hari ini Fika dan erny mendapatkan teman penghuni baru di kost. sekaligus 3 orang. ada rya, rahmat dan ragil mereka beda pekerjaan dan beda asal. entah kenapa mereka bisa berbarengan datangnya. selesai mereka masuk Fika dan erny membantu mereka bertiga. setelah siap membereskan barang barang mereka. kami semua kumpul duduk di depan minum kopi. Fika membuatkan kopi. si rahmat mengeluarkan snack. rya bekerja di sekolah juga sebagai guru. rahmat bekerja di indomaret sedangkan ragil bekerja di counter hp. saat Fika mengobrol hpnya berdering. padang menelpon mengajak keluar. Fika menjawab habis magrib saja keluarnya. dan benar saja habis magrib padang sudah berada di depan kosan Fika. lalu Fika turun. padang membawa Fika ke tempat dia berdagang.
" dek, ajaklah si padang itu jualan. dia tidak buka buka jualan karena jalan ama mu."
" mana ada aku jalan ama dia ni." jawab Fika pada uni rina.
" tapi katanya pergi ama mu."
" semalam aja aku jalan jalan ama teman ku ada acara ultah di bekasi. dan yang lalu lalu juga gak ada jalan ama uda. cuma yang kemaren itu yang kesini juga loh ni."
" owh gitu. tapi ajak ajalah padang buka. ama mu. dirimu bantu. biar dia semngat."
" hmm... aku kerja loh ni"
" kerja dimana?"
__ADS_1
" konveksi, dekat kosan aku ni."
" pulang jam brp?"
" jam 5 pulang ni."
" ya udah pulang langsung kesini lah."
" capek kali lah ni. ya kalau aku di gaji gapapa."
" nanti uni bilang kan. biar dia semangat dan kau pun dapat gaji."
setelah itu uni rina dan padang mengobrol Fika berkeliling melihat lihat. dan ternyata ada baju stelan anak yang keren. Fika teringat Fikri dan Fakhri lalu ingin membelikan.
" da' ini berapa?"
__ADS_1
" udah bawa ajalah"
" jangan gitulah da aku gak enak."
" kalau aku minta si om marah." oh ya. si padang di panggil om oleh teman temannya.
" jangan bilang si om lah da."
" buat sapa emangnya? kok beli baju anak. kan belum punya anak. buat ponakan ya?
" ya gitulah da." padang meminta Fika agar tidak menceritakan siapa diri sebenarnya Fika. padang ingin Fika mengaku gadis di depan teman temannya. mungkin padang malu kalau jalan dengan seorang wanita beranak. padahal Fika tidak suka berbohong. setiap Fika jumpa dan berkenalan dengan lelaki mana pun Fika tetap menjelaskan bahwa dia sudah memiliki anak. walaupun postur badan Fika masih bisa berbohong untuk mengaku gadis. tak pernah terbesit sedikit pun untuk berbohong.
" dalah bawa aja. nanti aku gak enak ama om"
" ya udah lah aku bawa ya da. ma kasih ya da."
__ADS_1
sekembali Fika padang bertanya Fika dari mana. Fika pun menjelaskan kalau Fika membeli baju untuk Fikri dan Fakhri. padang bertanya apakah Fika jujur perihal anak anaknya Fika. Fika menjawab tidak dan itu baju di belikan untuk ponakannya. sungguh pilu hati Fika sebenarnya. itulah alasan lagi Fika tidak begitu srek dengan padang.
lalu padang membahas masalah yang tadi uni rina sudah bahas dengan Fika juga. dan padang menjelaskan akan memberikan uang jajan ke Fika setiap harinya kalau mau menemani padang berdagang. akhirnya Fika pun mengiyakan. sehingga mulai besok setelah pulang kerja Fika harus membantu padang berdagang di pasar cengkareng. sebenarnya Fika masih perlu kejelasan berapa padang akan memberikan uang jajannya. namun ya sudahlah Fika lihat saja besok berapa padang memberikan pada Fika. bukan Fika perhitungan ya. namanya Fika menemani pasti juga membantu. ya seperti bekerja harusnya di gaji lah. walaupun padang sudah pernah menyatakan perasaaan nya. namun Fika kan belum menjawab. Fika berdalih hatinya sedang hancur tak mampu membuka hati untuk siapa pun. dan padang mengejar terus berharap Fika membuka hatinya. walaupun seandainya pacaran kan harusnya ada royalti yang di dapatkan Fika.