Tentang Fika

Tentang Fika
Fika menggigil


__ADS_3

" Bu, besok 17 an gak jualan di lapangan?" Ucap anak anak yang jadi langganan Fika


Batin Fika


Iya juga ya. lumayan sekali kan rame itu.


" Lihat nanti lah ya." Jawab Fika pada anak anak itu.


Malam harinya Fika memutuskan untuk berbicara ke Harry. Untuk berjualan lagi di depan rumah orang tua Harry.


Setelah Harry balik kerja dari rumah orang tuanya.


" Pa, nanti 17 an di lapangan kan ada lomba rame itu pastinya." kode Fika ke Harry.


" Iya ma. Rame lah itu. mama mau jualan di rumah ayah?" Ucap harry pada Fika


" Boleh emang?" Tanya Fika ragu ragu. Fika sadar karena emang hubungan Fika dan mertuanya yang tak baik.


" Boleh lah. Kan mama menantu kesayangan." Ucap Harry.


" Preeeettt..." Fika menjulurkan lidah juga.


" Iya loh ma." Lagi lagi Harry meyakinkan Fika.

__ADS_1


" Udah lah gak usah lebay." Ucap Fika.


" Aku tuh bukan cuma mau jualan aja. Tapi mau bawa frezzer yang punya mamak ku. Untuk es cream dan es buah coklat gimana lah itu." kali ini Fika terus terang dengan niatnya.


" Oh, besok papa bilang dulu ke ayah ya. Baru nanti papa kabari lagi ke mama." Ucap Harry.


" Iya. palingan cuma 3 hari aja. Selama pertandingan. Setelah itu ya udah gak lanjut lagi."


" Iya ma. Papa usahain bisa buat mama." Ucap Harry pada Fika.


" Oke deh." Ucap Fika sambil mengerlingkan mata.


" Genit kali istriku ini."


" Salah aja ama mu. Galak aku seram kali katamu. Manis aku genit kau bilang. Udah lah malas aku.Tidur aja udah aku."


" Hmmm... Capek aku loh."


" Papa pijatin ya sayang."


" Pantesan pun kau ngomong manis kali ya. Rupanya ada mau mu."


" Iya lah ma. Tapi papa janji pasti bisa mama jualan di depan. Boleh kan ini ma."

__ADS_1


" Terserah lah. Capek aku."


" Papa pijatin loh ma."


" Hmmmm"


Mulai lah Harry memijat Fika dan sampai lah terjadi yang di inginkan Harry. Setelah itu barulah tidur Fika dan Harry.


Pagi harinya. Fika bangun pukul 5 subuh. Pertama yang dilakukannya adalah mandi wajib. karena tadi malam Fika hanya membersihkan saja tanpa mandi karena takut kedinginan. Semenjak Fika melakukan operasi caesar Fika sering menggigil. Sebenarnya mandi subuh pun Fika sering menggigil. Namun bagaimana Fika tak dapat mengerjakan pekerjaan lain jika belum mandi wajib. Namun jika malam tidak terjadi Fika akan mandi pukul 7. Walaupun bangun Subuh. Fika bisa sholat subuh dengan berwudhu saja.


" Paaaaa.... " Fika memanggil Harry karena menggigil.


Ada sekitar 20 menit Fika teriak terus memanggil Harry. Barulah Harry mendatangi Fika di kamar mandi yang sedang meringkuh menggigil kedinginan.


" Ma, Mama pun udah di bilang mandinya pagi aja. Jangan subuh gini."


" Kalau aku mandi pagi. Iya aku gak subuh. Namun aku juga gak bisa mengerjakan hal lain kalau belum mandi. Karena berasa kotor aja. Apalagi kalau mau masak sarapan untuk kalian. Dalam keadaan kotor aku memasak. Gak bisa lah." Ucap Fika sambil memulirkan air mata.


" Iya ma. Lain kali besok besok kalau habis gituan mama gak usah masak sarapan. Kita beli aja ya." Bujuk Harry.


" Tapi sayang loh kan mahal sekali beli sarapan 30 ribu kadang pun kurang dan itu cuma untuk sarapan belum lagi untuk siang. Kalau masak kan cuma modal telur dan nugget udah bisa sarapan kan?" Ucap Fika


" Benar sih mama. Gak pa pa lah ma. Daripada mama begini. Kan sesekali ma. Gak tiap hari."

__ADS_1


" Terserahmu lah. asal jangan habis itu mengeluh ya. Terus jangan pakai uang aku ya." Ucap Fika memastikan. Karena Harry ini sering kali nanti berucap. Pakai uangmu lah vi. Sesekali pun gak bisa pakai uangmu. Dia aja yang tidak tau bahwa uang yang di berinya selalu kurang dan di tambah pakai uang siapa kalau bukan Fika. Namun kalau di jelaskan seperti itu ujungnya pertengkaran.


" Iya ma. Iya loh ma."


__ADS_2