
Nenek dari papanya Fika tadi malam jatuh dari kamar mandi. neneknya Fika tinggal di rumahnya sendiri namun cucunya ada yg tinggal dengannya. ponakan papa Fika. anak dari kakaknya papa Fika. papa Fika bersaudara 5 orang. papa Fika anak laki laki 1 nya dan anak paling kecil. saat di klinik nenek Fika tak mau lagi di bawa pulang ke rumahnya. dia ingin tinggal bersama papa Fika.
" aku ikut kau lah ya." ucap nenek Fika pada ibu Fika.
" iya. tapi makan apa adanya ya. karena memen udah jarang kerja." ucap ibu Fika. memen ada lah nama panggilan papa Fika.
" iya gak papa. aku terima kasih kau mau aku tumpangi."
__ADS_1
" iya kan aku juga dulu pernah numpang."
ikutlah nenek Fika tinggal di rumah orang tua Fika.
Pagi ini Fika di datangi oleh papanya Fika ke rumah mertuanya Fika. papa Fika bercerita bahwa neneknya tadi malam tidak tidur karena kesakitan. Fika pun menyarankan agar di kusuk saja. namun papa Fika tak memiliki uang karena tak bekerja. Fika pun menegaskan nanti menggunakan uang Fika saja untuk membayar jasa kusuk nya.
akhirnya si tukang kusuk udah pulang. sehingga bisa kusuk nenek Fika. karena papa Fika mengeluh tiap malam nenek gak tidur nangis terus kesakitan. Fika pun menjemput tukang kusuk nya. sesampai tukang kusuk pun langsung mengusuk nenek Fika.
__ADS_1
setelah di kusuk nenek Fika merasa enak dan sudah tidur nyenyak tiap malam. tukang kusuk pun bilang kalau rajin di kusuk nenek Fika akan bisa jalan lagi. perlu di ketahui umur nenek Fika ini udah 90an ya. dia tinggal dengan cucunya namun semua masih di kerjakan nya sendiri saja. dia itu tak pernah mau di bantu. dahulu waktu bayi Fika masih sempat tinggal di rumah neneknya. karena waktu itu orang tua Fika belum memiliki rumah sendiri.
hari ini hari minggu. pagi sekali ibu Fika menelpon untuk datang ke rumah. setelah sampai rumah orang tua Fika. ibu Fika menceritakan bahwa barang barang nenek di bawa ke rumah orang tua Fika semua. Fika pun mencoba menanyakan ke papanya. dan papanya bilang udah lah jangan ikut campur. sebenarnya kan perlu di ketahui kenapa sepertu itu. jadi rumah nenek itu cemana? itu saja yang perlu di jelaskan. datanglah Fika ke rumah neneknya Fika yang di tempati sepupunya Fika alias anak dari kakak papanya Fika. mereka malah marah dan bilang kan aku nyewa rumah nenek ini udah bayar ke papa Fika. ya kalau bayar sewa harus kali barang nenek semua di keluarkan. di jawabnya. iyalah. kan papamu anak nenek juga. mereka malah bilang kan selama ini mereka udah rawat nenek. Fika pun menjelaskan bahwa mereka tak merawat toh nenek bisa sendiri dan nenek makan juga pakai uangnya sendiri yang di dapat dari donatur yang sering menyumbang ke nenek. bukan pakai uang mereka sedikit pun dan si sepupu Fika itu kan tinggal tanpa bayar. sekarang tinggal ama papa Fika setelah sakit dan tak bisa apa apa lagi. makan saja tak bisa harus di suapi. Fika pun kesal pas tau berapa harga sewa rumah itu yang hanya senilai 2 juta pertahunnya. kok murah sekali. jadi perbulan gak sampai 200 ribu. sementara itu rumah 2 kamar. ada ruang tamu dan dapur lumayan besar. gak pantes aja. belum lagi dia bayar 2 juta tapi minta di renovasi lagi. sementara biaya renovasi udah 1 juta lebih. gak sampai 1 juta lagi sisanya. gak mikir apa. karena itu jelas papa Fika tak akan bekerja karena merawat nenek Fika secara mutlak. jadi siapa yang kasih makan papa Fika dan neneknya? itulah kenapa mama Fika marah. karena semenjak ada nenek Fika. papa Fika gak mau nganter belanja lagi mama Fika. padahal mama Fika yang menghasilkan uang buat makan dan keperluan rumah tangganya.
dari situ mama Fika tak mau bertengkar mama Fika menghindar pindah ke rumah yang 1 lagi. tadinya rumah itu di sewakan. namun pas bulan itu habis sewanya. mama Fika pun pindah dan tinggal bersama adik Fika yang paling kecil. sehingga di rumah yang awal di tinggali papa, abang dan nenek Fika. dan mama Fika pun tak lagi memasakkan untuk papa dan nenek Fika. sedari itu papa Fika selalu mengeluh dan curhat ke Fika. Fika pun dilema. karena Fika sendiri saja tinggal dengan mertua dengan banyak masalah. tetapi harus menghadapi masalah orang tua Fika. itulah kenapa dahulu Fika pergi ke jakarta. karena Fika sedang memiliki masalah besar dan menghindar tinggal sendiri jauh dari orang tuanya. namun saat tau tempat tinggal Fika. papa Fika selalu datang dan mengeluh semua masalahnya. sementara Fika punya masalah di selesaikan sendiri. sementara masalah abang Fika papa Fika tak mampu menyelesaikannya meminta Fika. itulah Fika sangat stres.
hari ini Fikri ada acara lomba mewarnai antar sekolah. dari sekolah Fikri berangkat jam 9 pagi. Fika pun ikut mengantar dan menemani Fikri. dan selesai pukul 2 lewat. dari tempat lomba Fika langsung ke tempat kerja membawa Fikri. Fakhri tidak ikut. lalu jam 5 Fika pulang dan bergegas mandi. karena sore ini ada acara arisan ibu ibu dari TK nya Fikri. saat Fika pulang rupanya kakak ipar Fika yang no 2 datang. lalu Fika turun dan pergi ke tempat arisan membawa Fikri dan Fakhri. sesampai di sans teman teman Fika bilang kok pakai baju biasa sih. kan mau Foto gak keren loh. mereka meminta Fika mengganti baju. lalu Fika pulang dan Fakhri ingin ikut. Fikri tetap tinggal di tempat arisan. lalu Fika masuk dan naik ke atas untuk mengganti baju. dan Fakhri tetap di bawah. saat Fika turun kagetnya Fika Fakhri sudah tidak ada. Fika pun menanyakan ke bapak mertuanya Fika dimana Fakhri. di jawab bahwa Fakhri di ajak neneknya bersama abang iparnya Fika. ya udah pikir Fika. Fika pun langsung pergi kembali ke tempat arisan. dan ternyata istri dari abang ipar Fika tadi marah dan menyindir Fika.
__ADS_1
lanjut part selanjutnya pertengkaran Fika dan kakak iparnya yang ke 2 itu ya.