
" bang" Fika menepuk bahu bang iib.
" he. udah makan dek?"
" masih sore bang. kan mau ke acara ultah nanti aja lah di sana makannnya."
" gak boleh lah dek. nanti adek kelaparan. ni aja kita belum pergi."
" makan aja dulu yok untuk ganjel aja dulu. makan bakso mau?"
" mau banget" jawab Fika. bakso merupakan makanan kesukaan Fika.
" ayoklah di poris ini mana tempat bakso yang enak dek?"
" jangan di Poris lah bang."
" jadi kemana dek?"
" bebas. pokoknya jangan di poris." sebenarnya Fika takut aja padang masih di luar.
" okelah. kita jalan jalan ke kota tua dulu mau?"
" mau lah"
" yok lah. oh ya, tadi adek beli tiket kemana?"
" bekasi lah bang. awaq kira langsung ke bekasi kita."
" beli lagi sana ni uangnya. beli jurusan ke kota tua."
" 1 apa 2 belinya?"
" 1 aja. untuk adek aja. abang gak perlu tiket."
__ADS_1
" oke lah."
cus aku keluar lagi beli tiket lagi tujuan kota tua.
" mas, 1 tiket kota tua. tapi pakai kartu ini aja."
" okey. 3ribu kak"
" ini mas. ma kasih ya mas."
" sama sama kak."
cuss masuk lah lagi Fika ke dalam stasiun. langsung di gandeng bang iib tangan Fika menunggu naik ke kereta api. ternyata kami sudah tak kebagian tempat duduk. akhirnya kami berdiri. tangan bang iib masih menggandeng tangan Fika. bang iib itu duda namun gayanya seperti anak lajang. bang iib itu orangnya tinggi. Fika saja cuma sebahunya. namun Fika merasa sangat suka cowok tinggi.
sampai di kota tua. Fika dan bang iib ngopi pedagang keliling yang menggunakan sepeda. kami pun mengobrol. Fika menanyakan perihal anak anak bang iib yang tinggal dimana. ternyata anak anaknya tinggal bersama dengan bu de nya. alias kakak bang iib. tinggal di kebayoran baru. sudah 5 tahun dari kepergian istrinya bang iib. bang iib tidak ada rencana menikah. ternyata sama halnya seperti Fika. bang iib banyak pertimbangan. padahal di tinggal meninggal bukan di karena perceraian. bagaimana lagi aku. sekitar pukul 9 kami kembali ke Manggarai untuk kumpul dengan teman temannya. karena perginya ke acara itu menunggu semua anggota yang masuk sore pulang. mereka pulang pukul 10 malam. 1 jam lagi Fika menunggu. namun tak berasa karena bersama bang iib. waktu itu tak pernah berasa bagi Fika. karena bang iib orang yang perhatian, penyayang, suka melucu.
jam 10. mereka sudah pulang dan kumpul. datang seorang teman bang iib menyodorkan tangannya.
" oh ya bang, aku Fika"
" dek, abang ke toilet bentar ya. ngobrol dulu ma si muji." ucap bang iib.
" iya bang."
" kenal iib dari mana dek?" tanya bang mujiono pada Fika.
" di stasiun ini bang."
" penumpang?"
" iya bang waktu itu aku ketinggalan kereta api jadinya aku begadang disini ngawani bang iib dinas." jawab Fika sambil nyengir.
" kok bisa.?"
__ADS_1
" aku turun numpang ngecharger hp ku lowbet. ternyata kereta api terakhir sudah jalan."
" oalah. kasihan x lah kau dek."
" iya bang. tapi sampai jam 6 pagi ngobrol ama bang iib gak berasa loh bang."
" masa sih?"
" iya loh bang"
" dek, yok jalan. yang lain udah pada jalan tuh." aja bang iib sambil merangkul Fika. senang kali di rangkul bang iib yang tinggi.
naiklah kami bertiga saja ke kereta api jurusan bekasi. karena yang lain sudah pergi duluan. kami telat karena menunggu bang iib.
dan saat kami naik bangku terisi penuh semua. lagi lagi kami berdiri. namun tangan bang iib tak lepas menggenggam tangan Fika. di pemberhentian stasiun rupanya ada yang turun sehingga ada kursi untuk duduk. namun bang iib hanya menyuruh aku duduk. dia tak duduk karena dia satpam kereta api. padahal kan sudah tidak dinas. tetapi bang iib merasa tidak enak saja untuk duduk walaupun tidak dinas. bang mujiono juga tidak duduk. namun bang iib berdiri tepat di samping Fika dan tetap memegang tangan Fika. akhirnya sampai lah kami di bekasi. ternyata rumah dandru nya itu sungguh sangat jauh dari stasiun. kami berjalan bertiga saja. bang mujiono sibuk memfoto dan memvideokan kami jalan bergandengan tangan. gak tau maksudnya apa. bang mujiono berjalan di depan kami sesekali melihat ke belakang. sementara Fika dan bang iib jalan berduaan bergandengan tangan sambil tertawa terus Fika. karena bang iib orangnya pandai melucu. Fika merasa senang dan bahagia. sesampai di rumah dan dandrunya jam menunjukan pukul 23.30 Wib. namun dandru nya meminta kami menunggu setengah jam lagi. agar memberikan surprise pada istrinya. teman teman yang lain sudah ramai menunggu di jalan kami pun ikut serta. setelah waktu jam menunjukan 00. 00 Wib. dandrunya memanggil kami. kami pun memberikan surprise pada istrinya. senangnya istrinya. ternyata cerita cerita si istrinya adalah orang medan. kampungnya tanjung sari. tidak begitu jauh dari rumah Fika. palingan 20 menit dari rumah Fika. istrinya umurnya jauh di bawa Fika. istrinya menikah muda dengan suaminya yang jauh lebih tua darinya. kalau dia sudah dari umur belasan merantau di Jakarta. karena emang tidak tamat sekolah. dia beranikan diri saja untuk merantau. kini dia jadi ibu rumah tangga dengan 2 anak lajang.
lalu kami mulai acara membakar bakar ikan, ayam. dan dandrunya menyiapakan minuman keras alias alkohol. bang iib pun minum padahal Fika sudah melarang. bang iib bilang segelas aja. namun Fika juga meminta 1 gelas kita bagi 2 ya. bang iib marah. jangan adek coba coba ya. Fika pun berkata kalau aku tak boleh abang juga jangan minum. akhirnya bang iib nurut. bang mujiono emang tidak suka minum minuman. setelah ikan selesai di bakar. Fika mengambil nasi dan ikan beserta sambal untuk di berikan ke bang iib. ternyata bang iib minta di suapi. akhirnya Fika menyuapinya. bang mujiono tetap sibuk memfoto Fika dan bang iib.
" bang muji, coba sini hp abang."
" gak mau. untuk apa emang?"
" bang ii. ambil hp bang muji." ucap Fika manja pada bang iib.
" sini sini kasih."
di berikanlah hpnya pada Fika. benarkan banyak sekali Foto Fika dan bang iib. Fika hanya memastikan tidak yang aneh di foto bang muji kan. lalu mengembalikan hp bang muji.
" bang ib, pinjam hp abang lah untuk Foto. kita foto berdua."
" kok gak pake hp adek."
" hp ku lowbet" alasan aku. padahal karena si padang sibuk menelpon aku terus. padang ini sibuk kali mau tau aku aja aku dimana dan dia terlalu mengatur. aku tuh tidak suka di begitu kan. cinta tuh tidak harus 24jam tau dimana kita.
__ADS_1