Tentang Fika

Tentang Fika
Penjelasan keterlambatan up


__ADS_3

sebelum lanjut cerita saya mau mohon maaf kepada para pembaca setia ku. karena aku lama up episode lanjutannya. bukan karena mikir ya. karena ini cerita nyata tentang hidup ku aku tak perlu mengarang. cuman ya aku mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. dan kemaren karena aku masukan yang sedang viral. di sangka sudah mentok. belum ya, belum habis ceritanya masih sangat panjang. dan aku mohon sabar karena kesibukan ku banyak. aku tuh sekarang seorang single mom. yang menghidupi anak anak ku serta mengurus sekolah mereka. Fikri yang besar sekarang sudah kelas 4 SD. dan sudah mulai agak melawan. jadi aku agak repot. Fakhri anak q yang paling kecil itu masih berada di Taman kanak-kanak. aku ceritakan dulu ya rutinitas ku saat ini. pagi aku bangun kadang jam 6 kadang jam 5. kadang aku sholat subuh kadang tidak. aku emang bukan orang yang rajin beribadah. kalau sholat, selesai sholat aku memasak buat sarapan ku dan anak anak ku. setelah itu membangunkan Fikri dan Fakhri untuk pergi ke kamar mandi dan mandi pagi. saat mereka mandi aku membereskan rumah serta tempat tidur yang tadi kami tiduri bersama. setelah itu menyapu, mengepel. siap Fikri dan Fakhri mandi. aku mengurus Fakhri memakai kan baju sekolahnya, merapikan rambutnya. kalau Fikri sudah bisa sendiri tanpa aku bantu. lalu mereka menghidupkan tv untuk menonton kartun sebentar. aku berangkat mandi. setelah mandi aku dan kedua anak ku makan bersama. selesai makan aku mengantar Fikri ke sekolah terlebih dahulu. tetapi tidak tiap hari ya, kadang Fikri jalan sendiri ke sekolah. lalu aku dan Fakhri berangkat bersama. Fakhri ke sekolah sedangkan aku berangkat kerja. aku kerja sebagi buruh cuci. aku tak malu dengan pekerjaan. karena pekerjaan ku tak memerlukan waktu yang lama sehingga aku masih bisa merawat kedua anak ku. sekitar jam 10an aku sudah balik kerja langsung menjemput Fakhri sekolah. lalu pulang, aku membereskan Fakhri lagi untuk mengganti baju rumah. aku pun mengganti baju ku karena aku akan lanjut kerja di sebuah cafe sebagai juru masak. aku hanya memasak nasi, sayur untuk lontong, tauco, rendang, sambal, membuat perkedel, masak mie untuk lontong serta ungkep ayam untuk ayam penyet dan ayam bakar. aku masak semua itu sendirian. hanya sekitar 3 jam semua itu sudah matang. aku pergi sekitar pukul 11 dan tiba di rumah lagi sekitar pukul 2. Fakhri ku tinggal di rumah sendirian. abangnya Fikri pulang pukul 12. setelah aku pulang Fikri bersiap siap untuk pergi mengaji. aku membereskan rumah, mencuci piring, mencuci baju dan memasak. sekitar pukul 4 aku sudah gerak lagi dengan Fakhri menjemput adik ku. itu aku mendapat bayaran juga ya. karena adik ku berpikir dia naik gojek lebih aman aku yang jemput. adik ku mengajar di sebuah madrasah Tsanawiyah di medan johor. rumah adik ku pun tak jauh dari rumah ku. sebenarnya kami menempati rumah mamak ku. mamak ku berpikir daripada kami belum punya rumah dan menyewa rumah bagus kami menempati rumah mamak ku dengan memberi sedikit untuk mamak ku. karena mamak ku sudah menjadi seorang janda karena papa ku sudah meninggal. sesampainya di rumah aku pun mengangkat pakaian yang aku jemur tadi setelah itu aku mandi. Fikri pun pulang mengaji jam 5 sore. Fikri dan Fakhri bergegas mandi. sekitar pukul 6 ku antar anak ku ke mesjid untuk sholat magrib berjamaah di mesjid. aku pergi jemput kakak ku. aku jemput kakak ku. hanya aman uang bensin. pulang ke rumah kadang aku sholat magrib kadang tidak. sehabis magrib datang ponakan ku untuk belajar. ini di bayar ya, walaupun cuma tak seberapa. setidaknya ada pemasukan ku. selesai mengajar aku mengerjakan sayuran ku yang untuk masak lontong di cafe. itu aku kerjakan di rumah aku iris cabe hijau untuk tauco serta aku memotong sayuran untuk sayur lontong. setelah selesai baru aku bisa merebahkan badan dan memegang hp untuk menulis novel ku ini.


terkadang di pertengahan aku menulis tanpa sadar aku tertidur. seperti beberapa hari yang lalu aku tertidur sekitar pukul 9 malam. Fikri dan Fakhri habis magrib mereka belajar setelah itu mereka ke rumah papanya. aku tak pernah mau melarang anak ku bertemu dengan papanya walaupun kami berpisah aku tak pernah mau memisahkan anak ku. anak ku juga tetap butuh sosok ayahnya. aku tak pernah mau jadi ibu yang egois. hanya saja kadang ku bilang jam 9 pulang ya. mereka pulang kadang sampai jam 10 bahkan jam 11 malam. seperti aku ketiduran itu, emang Fikri ada mengchat aku dari aplikasi whatsapp dia izin untuk tidur di rumah neneknya. karena papanya tinggal di dengan orang tuanya. aku balas tidak nanti saja saat adik juga libur. kagetnya aku bangun pukul 11.30 malam dini hari aku lihat pintu rumah ku terbuka lebar dan anak anak ku belum pulang. ku coba hubungi nomor Fikri. namun tak aktif. aku hubungi papanya dan sama saja. aku hubungi pamannya Fikri yang juga tinggal di situ juga. aku telpon namun tak di angkat. aq chat hanya di baca saja. semacam buat orang emosi. akhirnya ku datangi saja ku jemput. ku gedor pintunya tetapi masih ku ucapkan salam ya.


__ADS_2