
" kenapa?" tanya ibu Fika
Fika hanya terduduk diam dan terus menangis terseduh. tak mampu berbicara apapun.
Fika menahan rasa sakitnya, hanya mampu menangis. betapa tidak badannya sakit dihajar habis habisan oleh harry. asli benar benar di hajar Fika. bukan hanya di cekek, Fika juga habis di tendangi. tanpa ada yang melindungi. padahal banyak orang dirumah itu. semua cuek seolah tidak ada kejadian.
Fika pun tidak mampu mengatakan pada ibunya. takut ibunya sedih, Fika baru sebulan menikah sudah menderita begini.
"kenapa Fika ri?"tanya ibu Fika pada harry.
" ada masalah dikit tadi bu, Fikanya dimana?"
ternyata dia datang setelah Fika bisa melarikan diri setelah dihajarnya.
" itu di dalam. dari tadi ibu tanya cuma nangis dia"
" harry izin masuk ya bu"
masih bisa dia ya bersifat sok baik. batin Fika
" Fi, maafi aku. aku tadi khilaf". lagi lagi harry bersujud mohon maaf dari Fika
"Fi, aku janji gak akan ngulangi lagi. aku sayang ama mu Fi."
" kenapa emank ri. ada apa?" tanya ibu Fika.
" gini bu, salah paham aja nya." jawab harry.
Fika masih saja menangis terseduh seduh.
" udah lah Fi. udah jangan nangis lagi". ucap harry.
" kau kira tidak sakit badan aku ini yang sudah kau hajar" Fika berkata dalam hati. sungguh sakit kali serta perih tak tertahankan di hati Fika.
" udahlah Fika kalau salah paham" ibu Fika menengahi.
harry memeluk Fika, namun Fika menolak untuk di peluk. sakit kali batin Fika bisanya di perlakukan seperti ini. benci kali Fika rasanya.
hp Fika berdering bertuliskan * bang Valent* itu adalah nama bos Fika alias pemilik warnet.
Fika tidak mampu bicara jadi Fika tidak mengangkat telpon dari bosnya itu. Fika mengchat bosnya itu berisi " maaf ya bang, hari ini Fika gak masuk karena Fika lagi tidak enak badan."
sudah dibaca oleh bosnya. dan bosnya mulai mengetik yang artinya akan membalas chat dari Fika.
" iya Fika, berobat ya. semoga lekas sembuh" balasan dari bosnya.
__ADS_1
" iya bang, ma kasih" di balas balik oleh Fika.
" Fi, udh ya. jangan nangis lagi ya." ucap harry lagi.
" aku gak mau pulang kesana. malam ni aku mau tidur dirumah mamak ku." ucap Fika
" gak boleh seperti itu Fika. kamu harus ikut suami mu. kan cuma salah paham. sudahlah!" seru ibu Fika.
ibu Fika karena tidak tau hal yang sebenarnya terjadi. kalau saja tau sudah ngamok itu. bagaimana tidak. anaknya yang dilahirkan di besarkannya di hajar secara membabi buta.
" sudah ri, biarkan tenang dulu dia. harry tidak kerja hari ini? kalau kerja pergilah kerja. nanti malam harry pulang baru jemput dia"
" gak bu libur hari ini."
" ya sudah tenangkan dia nanti sore baru ajak pulang"
" udah Fi, apalah yang kau tangisi?" tanya ibu.
Fika lagi lagi diam membisu hanya mampu menangis.
ibu meninggalkan harry dan Fika di ruang tamu. ibu pun melanjutkan kegiatannya.
Fika menangis sampai tertidur dan tidur di pangkuan Harry.
sore hari kembali Fika dan Harry ke rumah orang tua harry. sesampainya di sana Fika langsung masuk ke kamarnya. di rumah itu seperti tidak ada kejadian apapun.
harry membujuk setelah selesai utang di bank seluruh gajinya akan di berikan pada Fika. Fika sedikit ada angin segar. namun untuk mendapatkan itu Fika menunggu 3 tahun lagi.
Fika mencoba sabar. ya sudahlah mungkin awal ini sedang menghadapi masalah ekonomi.
beberapa bulan sudah di lewati Fika tinggal di rumah mertuanya. drama kompor pun sudah selesai. Fika sudah masak sendiri dengan kompornya sendiri. hanya saja beras tetap Fika yang beli sendiri.
setiap minggunya Fika belanja di pasar untuk keperluan seminggu. Fika tidak suka belanja di kedai. mungkin karena kebiasaan ibu Fika pun seperti itu. sehingga Fika mengikuti cara ibunya.
minggu pagi ini ibunya harry minta ikut bersama Fika ke pasar. Fika pun mengiyakan. sehingga pagi ini Fika pergi bersama ibunya harry. biasanya Fika pergi bersama harry.
sesampainya di pasar. Fika menuju ke tempat yang ingin di belinya. Fika tidak terlalu suka berkeliling di pasar. kalau di mall iya Fika suka melihat lihat.
" ini berapa?" tanya ibu Fika pada penjual buah terong belanda.
" 20rbu sekilo bu. mau berapa?" tanya penjual balik
" Fi, ayah suka ini loh. cantik cantik pun ini. manis juga inikan" ibu berkata kepada Fika serta bertanya pada penjual.
" iyalah bu. icip aja" jawab penjual.
__ADS_1
" ayah suka kali loh ini fi." ucapnya
" beli lah bu kalau begitu" seru Fika
" mau berapa kilo Fi? biar di timbang." tanyanya lagi.
loh, Fika ini bingung. yang mau beli sapa lah ini.
Fika pun malas bertele tele.
" timbang aja 1kg pung" ucap Fika pada penjual sambil menyodorkan uang 20rbu ke penjual.
barulah sibuk ibunya harry memilih buah terong belanda itu.
Fika paham, maksudnya minta di belikan. dan itu berlaku ke ikan, cabe, bawang, sayuran dan lain lainnya.
yang ada Fika tekor lah. udah beras Fika yang selalu beli. lauk dan pauknya pun kini Fika.
sudah cukup kali ini aja.
minggu depannya ibunya harry minta ikut lagi.
dengan tegas Fika berkata ama harry. " kau kasih uang mamakmu itu kalau mau ikut aku belanja."
paaakk.. tamparan mendarat di pipi Fika.
" berapanya belanja mamakku. gak bisa kau bayari" ucapnya.
" oh, jelas tidak bisa. aku yang kasih makan kalian semua orang dirumah ini." jawab Fika dengan lantang.
" emank dasar wanita ****** kau". ucapnya.
" apa maksudmu?" tanya Fika kebingungan.
" gak cukup kau ama aku, ama adik ku juga kau"..
" haaa... apa kau bilang".
" aku tiap malam melihat adikku di kamarmu. dan kau tidur".
" paok kau ya. adikmu yang minta izin main PS. udah ku bling jangan main di kamar kalau tidak ada harry. tapi dia tetap ingin main. aku ngantuk ya tidur ajalah".
" elleh, sebelum kau pacaran ama aku kan kau ama adik ku."
" kami tidak pernah pacaran. kami hanya dekat"
__ADS_1
" sudah lah jangan banyak bacotmu".
di hajar lagi lah si Fika. bahkan di tendang perut Fika yang sudah berisi bayi.