Tentang Fika

Tentang Fika
Bahas yang sedang viral


__ADS_3

hari ini aku gak nulis lanjutan cerita aku ya gaes. aku mau ceritakan tentang kasus yang lagi viral dari kemaren. hari ini tanggal aku menulis 21 maret 2022. berita viral seorang ibu menggorok leher 3 anaknya. penyebabnya adalah kurangnya kasih sayang dari suami dan suaminya sering menganggur dia menjadi bingung melanjutkan hidup. dia tak sanggup melihat anaknya menderita di dunia ini makanya dia membunuh agar anaknya bahagia di surga. bayangkan karena hal sepele yang di kata orang. sepele kali, gak punya iman, gak pernah sholat, gak ikut pengajian, gak pernah kumpul teman atau tetangga lah.


alangkah baiknya kita diam kalau tidak dapat menghibur daripada kita menghakiminya. sementara kita juga manusia biasa. hanya nasib kita mungkin lebih beruntung darinya. begitu juga saat aku meninggalkan anak anak ku pergi ke Jakarta. aku sempat di hakimi hanya mengejar lelaki kok sampai hati meninggalkan anak. anak anaknya masih kecil sanggup ya seorang ibu meninggalkan anaknya. masak iya aku gila di medan ini dan membunuh anak ku. ya lebih baik anak ku hidup dan aku juga hidup. lagian aku juga jelas karena si pelakor saat itu menantang aku sanggup mengurus anak anak ku. ya harus di buktikan dong. lagian anak ku tak mutlak ku berikan ke si pelakor. anak ku masih di jaga oleh mertuaku. bahkan sebelum pergi aku pun berpamitan ke mertua ku. ku beritahukan juga kalau aku akan pergi ke Jakarta. dan aku juga bilang. kalau untuk keperluan anak ku minta saja ke si pelakor karena kan katanya akan menjadi menantunya. aku juga berkata kalaupun si pelakor jadi menantu mereka. wajib tetap yang mengurus anak ku itu mereka tak boleh si pelakor. pelakor hanya memberikan biaya hidupnya saja. oh ya aku mau bilang yang bilang ke aku tentang tadi sanggup meninggalkan anak anak masih kecil itu padahal orangnya saja. anak anaknya tinggal dengannya namun tak di urus. dia asyik jalan jalan dengan temannya. aku sih di omongi begitu senyum saja bahkan terkadang aku ketawain saja. ya karena ngomong itu tidak berkaca diri dahulu. masa iya dia ngomongi aku begitu padahal dirinya pun bukanlah orang yang baik dan sempurna. tapi ya itulah namanya manusia mereka punya mulut dan hak untuk bicara. aku pun tak punya hak untuk melarangnya bicara. aku hanya punya hak untuk mendengarkannya atau tidak. atau mau aku masukan ke hati dan pikiran ku atau tidak. jadi kesimpulannya kalau menurut kita komentarnya buruk janganlah kita masukan ke hati dan pikiran kita. cukup dengarkan dan jadikan angin lalu saja. karena kita hidup di dunia ini ya pasti akan ada penonton dan para komentator.


yok, siapa aja yang baca cerita aku ini. kita saling dukung saling menguatkan ya. jangan gampang menghakimi. jangan gampang mencibir ya.


jadi cerita aku ini kemaren ada beberapa orang yang coment ke aku.


" ih, kau gak malu kau buka semua aibmu di novelmu. apa sih yang di banggain menulis cerita gitu."


" ya kan emang begitu kenyataannya. aku cerita berdasarkan fakta kok." jawab aku


" tapi kan gimana pun itu aib. harusnya adalah yang kau pilah jangan semua kau tumpahkan." komennya lagi

__ADS_1


" owh, tidak bisa. real story harus semua di jabarkan. karena nanti pembaca pun jadi aneh." jawab aku.


" menurut aku sih gak baik itu. kau perempuan gak kau jaga aibmu."


"maaf ya ini lah aku. kalau kamu baca terima kasih tapi balik lagi aku akan tetap buat cerita real. seperti yang ku alami." jawab aku menyudahi obrolan itu.


aku pun berlalu pergi. aku tak mau mendengar yang tak mau ku dengar itulah prinsip ku.


jadi kembali lagi ke berita viral itu.


namun ada seorang teman aku. suaminya pekerja keras, bertanggung jawab, namun apa yang terjadi pernah suatu hari teman ku meminta di temani ke dokter akupuntur.


setelah di periksa kata dokter semua baik baik saja. namun teman ku ini merasakan berat di kepala bagian belakang. nah, yang membuat aku terkejut adalah dokter ini berkata " ada masalah apa? kenapa dengan suaminya?" aku kok berpikir ini dokter katanya bagian akupuntur kok pertanyaan seperti seorang psikolog.

__ADS_1


" kamu siapanya?" tanya dokter.


" temannya pak?" jawab aku


" rumahnya jauh dari rumah dia?"


" lumayan sih pak."


" nanti pulang dari sini. sampai dirumahnya. dengarkan apapun yang ingin di bicarakannya. kamu tak perlu kasih solusi apapun. dengarkan saja. paham?"


" iya pak." aku pun paham. karena aku seorang yang seperti itu juga. hanya butuh di dengarkan walaupun tak ada solusi. namun aku sudah tak ada tempat berbagi cerita. karena teman temanku pun memiliki masalah. keluarga begitu juga. itulah kenapa akhirnya aku memutuskan menulis novel ini. sebenarnya dahulu aku juga sudah menulis di buku. saat aku memiliki masalah aku tumpahkan ke buku. namun semenjak android berkuasa buku ku tak tersentuh. aku curhat di sosial media. aku tak peduli banyak yang mencibir ku. aib kok di publikasikan. gak punya malu. tapi itulah cara ku merilekskan pikiran ku. toh banyak juga wanita yang berjoget joget tok tok dengan alasan meringakan beban pikiran. toh itu juga kan gak baik. jadi kita jalani saja hidup kita menurut versi kita.


lanjut ya.

__ADS_1


setelah sampai di rumah temanku. aku menanti dia cerita dengan setia dan sabar. akhirnya dia membuka cerita kalau dia kurang perhatian dan kasih sayang suaminya. dan dia teringat dahulu kalau suaminya sempat berselingkuh dengan perempuan lain saat di hamil anak keduanya dan dia merasa sepertinya suaminya agak berubah. masalah uang belanja lancar namun ya itu tidak peduli dengan istrinya. sehingga di pikirkan nya sendiri karena dia malu kalau dia cerita ke orang yang ada jadi bahan gunjingan orang. memang karena zaman sekarang seperti itu. asal tau aib seseorang di umbar dan ceritakan kemana. temanku cerita ke aku karena dia merasa percaya. aku itu kalau ada teman atau orang lain cerita itu. ku jadikan bahan renungan ku dan simpan sendiri. bagiku cerita teman temanku ataupun orang lain merupakan pelajaran juga bagiku dalam menjalani hidup ini.


__ADS_2