
" Bu, mana Fika? tanya harry tanpa mengucapkan salam masuk ke rumah ibu Fika.
" itu ada di dalam kamar. nemeni Fakhri." jawab ibu Fika.
langsung saja harry menyamperi Fika.
" ini obat kau. emang istri gak tau di untung ya kau. aq pergi ambil obat kau maki maki bapak ku. udah mulai sekarang hidup aja sendiri sendiri kita. nanti kau tunggulah surat cerai untukmu. aq yang urus semuanya." ucap harry sambil mencampakkan obat kepada Fika dan berlalu pergi. Fika pun tak di beri kesempatan berkata apapun.
sudahlah pikir Fika. Fika hanya mampu meratapi nasibnya kenapa lah seperti ini. tapi tak guna meratapi mungkin ini sudah takdir. jadi haruslah di terima dengan lapang dada saja.
ternyata tidak lama harry datang kembali.
" sini Fikri. satu satu kita." ucap harry.
" gak. gak akan q berikan anak ku ini ama mu."ucap Fika.
" sini.." ditariknya tangan Fikri yang memeluk Fika.
Fika berdiri hadap hadapan dengan harry sambil tangannya yang satu menggendong Fakhri yang satu memegang Fikri.
" lepaskan Fikri, kasih aku. gak usah serakah kau mau semuanya." ucapnya harry.
" ini anak ku. kalau mau kau langkahi mayat ku" ucap Fika.
" sekali ya. aku bilang bagus bagus jangan tunggu aku marah" ucapnya harry...
" kau kira aku takut ama mu. haaa.." Fika menantang.
praaakkk...
mendarat tangan harry di pipi Fika.
histerisss ibu Fika
" ya Allah... hendrii... tolong lah kau hajar dulu anak ini. kok kurang ajar kali."
bguukkk..
kepalan tinju dari tangan abang ipar Fika.
" kau berani jangan ama cewek. ama aku ayo." ucap abang ipar Fika.
" hee.. kau gak usah ikut campur ya. sakit ini ya. ku laporkan kau ke polisi." tantang harry.
__ADS_1
" ayok kau laporkan aku gak takut. Fika laporkan kau gol juga kau. kau di dalam habis lah ku buat." ucap abang ipar Fika.
" kau kira bisa buat aku masuk penjara ya. kau yang bandit yang pantas masuk penjara".ucap harry lagi.
" dah lah pergi kau. gak penting pulak ku layani kau." ucap abang ipar Fika.
" gak akan aku pergi sampai aku bawa anak ku ini" ucap harry lagi.
" heee... tolong lah sapa aja panggil bapaknya kesini." ibu Fika minta tolong dengan tetangga yang menonton pertengkaran itu.
pergi lah beberapa orang ke rumah bapaknya harry.
tidak lama balik mereka.
" wak, gak mau bapaknya jawabnya" ucap tetangga.
" panggil abangnya lah suruh bawa pulang dia. takut aku. kelepasan menantuku mati pulak dia." ibu Fika minta tolong lagi.
pergi lagi mereka dan tidak lama sudah kembali lagi bersama 2 abangnya.
" udah di, ayok kita pulang. jangan buat malu ayah." ucap abangnya.
" aku gak terima bang aku di pukul ni sakit kali" ucap harry mengadu abangnya.
" udah lah di. kau denger aku gak sih" ucap abangnya harry.
" aku gak akan pergi aku mau bawa Fikri" ucap harry.
" ka, kasih lah Fikri ama harry. kasihan dia lihat itu" ucap abang yang besar pada Fika.
" gak bang, gak akan ku kasih. aku yang lahiri." ucap Fika.
" ka, kau denger abangnya. abang mohon ama mu. kasih lah bawa. kalau kau mau lihat bisa. kalau tidak di kasih dia bilang abang. kalau ada apa apa bilang abang aja." ucap abangnya sembari berlutut di depan Fika.
luluh lah Fika dan melepaskan Fikri namun hatinya nyesek kali.
pulanglah mereka membawa Fikri. Fika pun menangis sampai terisak isak. rasanya dadanya sakit sekali mengalahkan sakitnya di tampar oleh harry tadi. Fika tidak bisa membayangkan berhari hari jauh dari Fikri karena walaupun sibuk bekerja Fika tetap jumpa dengan Fikri setiap harinya.
satu hari berlalu. dua hari berlalu. tiga hari berlalu.
hari ke empat. siang hari sekitar pukul 1 siang. Fika sedang makan sambil mengayun Fakhri yang berada di ayunan datanglah harry.
" Fi, mana kartu KIS atas nama Fikri?" tanya harry tanpa mengucapkan salam langsung bertanya.
__ADS_1
" untuk apa? kenapa Fikri?" tanya Fika
" udah lah kau gak usah banyak tanya. kasih aja sini. ini urusannya hidup dan mati anakmu." ucap Harry.
" ya kau kasih tau lah. kenapa kau gak bisa kasih tau." Fika sangat penasaran kenapa dengan anaknya.
" udah sini. kau suka kali ngajak berantem." ucap harry.
" udah Fi. kasih Fi. udah biarlah dia gak mau kasih tau kenapa? berdoa aja lah kau fi." ucap Ibu Fika
" ya udah kasih tau aku di mana rumah sakitnya aja." ucap Fika.
" gak perlu tau kau. aku yang urus semua. sini aja kartu KIS nya." ucap harry lagi.
" kalau kau yang urus semua ngapain kau minta KIS nya. kan aku yang urus kartu itu." ucap Fika.
" kau mau ngasih apa ngajak berantem ni biar tau aja aq." ucap harry lagi.
" udah Fi. udahlah. kasih aja." ucap ibu Fika
" kau denger itu. jadi anak yang nurut. kau jadi istri aja pembangkang. jadi anak durhaka." ucap harry lagi.
ya Allah... perasaan dia yang ngajak berantem kok di bilang aku. ntah apa apa aja cakap nya. batin Fika.
" ini, kau kasih tau aja lah dimana rumah sakitnya. itukan anak ku. aku pantas tau." ucap Fika.
" udah lah kau urus Fakhri aja. gak usah sibuk ngurusi Fikri." sambil mengambil kartu dan pergi tanpa salam juga.
makan Fika tidak bisa di sambungnya lagi. Fika menangis tersendu sendu. Fika membayangkan kenapa Fikri. bagaimana dia. baru saja 4 hari berpisah sudah begini.
" udah Fi. makan kau. kau habisi makananmu. jangan sampai kau stres karena itu. kasihan si Fakhri. ingat kau jangan hanya mikiri Fikri. pikiri juga Fakhri." ucap ibu Fika.
bagaimana bisa. ibu mana yang tidak khawatir dengan anaknya. apalagi katanya dia minta kartu KIS karena ingin mengambil rujukan dari puskesmas untuk ke rumah sakit yang berarti itu sakitnya beratkan. ibu mana yang tidak panik. 4 hari tak bersama mendapatkan kabar sedang sakit dan akan dirawat di rumah sakit.
akhirnya Fika mencoba menelpon abangnya yang besar karena janji akan memberitahu dan mengizinkan Fika jumpa.
namun tak di angkat. akhirnya di SMS lah abangnya. namun tak di jawab juga.
karena ke abangnya yang besar tak berhasil Fika mencoba SMS ke abangnya yang no 2. di balas lah panjang lebar. menyalahkan Fika kalau Fika jadi istri yang tak pernah bersyukur. dan tidak pernah mengerti keadaan suami bahkan bilang kan Fika kalau harry akan segera menikah.
bagaimana dia menikah? Fika saja belum di cerai batin Fika. kan emang benar firasat Fika kalau dia itu sudah selingkuh sedari lama. makanya harry selalu sibuk dengan Hp nya.
Fika tak mau menjawab lagi pesan dari abangnya itu. karena tak penting dan tak ada info yang di kasih.
__ADS_1
akhirnya Fika mencoba untuk menanyai temennya harry. Fika minta tolong untuk mencari informasi dimana Fikri di rawat. dan temannya berjanji akan mengusahakan untuk menginformasikan pada Fika.