
belum lagi seminggu menikah. harry sudah sibuk mengajak pindah kerumah orang tuanya.
"sabar napa sih? kan masih baru beberapa hari sih".ketus Fika kesal.
"hari minggu kita pindah ya" ari memutuskan secara sepihak...
Fika mengajak diskusi untuk masalah perpindahan kerumahnya. Fika bermaksud ingin merenov kamar yang akan di tempati. karena kamarnya harry itu masih batu dan belum di plaster. serta belum di asbes. karena Fika tidak bisa tidur kalau tidak nyaman. namun harry tetap memaksanya. "kalau ada uangmu ya renov lah, gak ada uangku. kau itu sudah jadi istriku. jadi harus nurut apa kataku."
wowww.. Fika hanya mampu melongo baru beberapa hari menikah sudah begini. karena Fika tidak ingin merusak suasana pernikahan. Fika pun merogok koceknya untuk merenov kamar itu. mulai dari memplaster dinding. keramik lantainya, pasang asbes, sampai mengecat. pokoknya sampai Fika merasa nyaman. seminggu selesai dikerjakan orang tua harry beserta abang abangnya.
Fika mengangkat barang barangnya lah. pindah ikut dengan mertuanya.
pagi ini Fika tidak masak karena baru capek semalam beberes barang. tetapi Fika tetap menyediakan sarapan untuk suami beserta mertua dan adik iparnya sanny yang pernah menjadi gebetannya.
Selesai sarapan Fika pergi kerja di antar harry pada pukul 8 pagi. harry berangkat kerja pukul 10 pagi.
pukul 5 Fika sudah sampai dirumah. karena lelah dan capek Fika langsung masuk kamar dan beristirahat.
namun tiba tiba ibunya harry mengetuk pintu kamar Fika. Fika membukaan pintu. dan ibunya langsung duduk. mengajak berbincang bincang. sungguh Fika sangat lelah. akhirnya Fika izin ke kamar mandi untuk mandi saja. barulah keluar ibunya. selesai mandi Fika berharap benar benar untuk istirahat dengan tenang. namun lagi lagi ibunya mengetuk pintu mengajak untuk makan malam. Fika bukan bermaksud menolak. tetapi Fika emank belum lapar. karena sebelum pulang Fika sudah makan di kantin depan warnet Fika bekerja. tetapi karna takut menyinggung perasaan Fika ikut makan bersama ibunya. Fika makan sedikit saja. dan ibunya mengajak berbincang bincang tentang makanan kesukaan serta suaminya. Fika beneran tidak paham maksud alur pembicarannya. tetapi Fika adalah orang yang sangat bisa mendengar cerita orang.
selesai makan Fika ingin beristirahat. namun ibunya mengikuti Fika ke kamar. jadi Fika menghidupkan Tv. karena lama kelaman Fika jenuh dengan cerita ibunya. ibunya menceritakan tentang orang yang sama sekali Fika tidak mengenalnya. bagi Fika tidak penting untuk mengurusi kehidupan orang. karena Fika sendiri sudah cukup pusing dengan kehiduapannya.
akhirnya ibunya diam saja menonton Tv. tapi Fika tidak bisa mengusirnya keluar. alhasil Fika tertidur.
pukul 11malam harry pulang. dan mencium Fika membuat Fika terbangun. harry membangunkan karena dia membawa makanan. dan mengajak Fika makan bersama. makanlah mereka. selesai makan baru juga duduk sebentar harry sudah mengajak hubungan. Fika cukup kesal. karena Fika sudah tak menikmati rasanya. Fika teringat waktu pertama kalinya harry melakukan itu pada Fika. jadi setiap berhubungan yang ada rasa benci dan amarah. apalagi hal yang paling membuat Fika marah adalah setelah selesai di tinggal Fika tidur dalam keadaan tidak tertutup oleh apapun alias toples. akhirnya Fika bangkit dan membereskan dirinya. lalu kekamar mandi membersihkan dirinya. barulah Fika tidur.
esok paginya.
__ADS_1
"Fi, hari ini kan aq libur kita belanja yok untuk kebutuhan bulanan kita setelah kamu pulang kerja. nanti aku jemput kamu ya" tawar harry. Fika hanya mengangguk.
pagi ini seperti pagi kemaren. Fika membelikan sarapan seluruh orang yang ada dirumah ini. menggunakan uang Fika ya. karena harry berdalih dia belum gajian. ini masih akhir bulan lagi habis habisan cakapnya.
pukul 16.30wib Fika melihat harry sudah datang menjemput. langsung saja Fika membereskan dan menutup warnetnya. padahal waktu pulang belum lagi. tetapi karena tidak ada bos Fika bebas.
pergilah Fika dan Harry ke salah satu swalayan yang berada di daerah johor. memasuki swalayan langsung harry menuntun tangan Fika menuju ke rak beras. "beli beraslah kita ya. masa kita makan ama mamak terus"ucap Harry. wooowww.. dahsyatnya perkataan ni orang pikir Fika. baru juga satu hari tinggal dirumahnya sudah bilang makan tiap hari ama mamaknya. lagian sudah 2 kali pagi Fika yang membelikan sarapan seluruh penghuni rumahnya. tetapi Fika mencoba berpikir positif. ya untuk besok besok ya lah mereka wajib membeli beras. diambil lah beras dengan berat 10kg. langsung diletakan di kasir tetapi Fika dan harry masih berbelanja lagi. sekarang mereka ke rak indomie diambil harry beberapa indomie, lanjut ke rak telur, begitu juga diambil beberapa telur, lanjut ke perbumbuan, garam, gula, kecap, saos dan kawan kawannya diambil harry. setelah itu menuju persabunan. diambil sabun mandi, odol, dan persabunan lainnya untuk mencuci baju dan piring. diambil harry juga untuk keperluan lantai dan pengharum ruangan. setelah itu menuju rak kosmetik. harry menawarkan make up ke Fika. tetapi Fika bukanlah perempuan yang suka bermake up. sedari gadis saja Fika hanya memakai bedak baby untuk wajahnya. mana mengerti Fika cara bermake up. Fika meninggalkan Harry menuju rak persusuan. Fika mengambil susu untuk hamil. Fika sangat menginginkan anak. apalagi setelah kehilangan keponakannya yang canti dan manis. tiba tiba harry sudah di belakangnya. "hee.. sudah semuakan?? kita ke kasirlah yok"
" Fi, ini semua kamu bayar dulu ya. gajianku kan minggu depan. aku ganti uangmu kalau aku sudah gajian".tegas harry.
Fika hanya menaikan alisnya langsung mengedipkan matanya dan langsung jalan menuju kasir.
di bayarlah semua belanjaannya oleh Fika. setelah selesai harry membawa semua barang ke sepeda motor miliknya. sebenarnya bukan milik pribadi harry. karena saat itu harry membeli sepeda motor merek cina dengan model menyerupai merk Jupit*r z dengan cara kredit. saat itu untuk Dp nya dia bermain jula jula dengan Fika dan minta no. 1 agar bisa mengambil sepeda motor itu. dengan dalih agar harry lah yang menjemput kerja Fika setiap harry. karena dulu harry menjemput menggunakan sepeda motor abangnya. pacar abangnya marah. saat kredit pun harry di bantu Fika untuk membayar bulanannya.
pulanglah mereka kerumah orang tua harry.
"Fi, bagi uangmu 20rbu. buat beli rokok ayah" ucap harry.
Fika menghela napas dan mengelurkan uang 20rbu dan langsung masuk kamar.
"Fi, yok makan. mamak udah masak ini. enak loh." ajak Harry
" gak, aku masih kenyang. kan tadi kita udah makan bakso. kalau mas mau makan. makan lah sana."sahut Fika.
Fika lebih memilih tidur. sebenarnya Fika sudah ada perasaan tidak enak.
pagi ini seperti pagi kemaren. Fika membelikan lagi sarapan untuk semuanya. setelah sarapan Fika berangkat Kerja.
__ADS_1
Fika melihat jam tangannya sudah menunjukan jam 6 petang. tetapi Fika merasa malas pulang. akhirnya Fika memilih jalan jalan ke salah satu mall di medan yang sudah lama berdiri. sedari kecil Fika pun sering bersama orang tuanya kesana. di sana Fika berkeliling melihat lihat. jika ada yang disukainya pasti di belinya. Fika teringat perkataan harry menyuruh Fika masak saja untuk sarapan pagi mulai besok. karena itu membuat Fika memutuskan untuk membeli rice cooker, dispenser dan kompor. tetapi karena merasa sulit akan membawanya. Fika memutuskan membeli rice cooker dan dispenser saja. kompor besok saja lagi. sebelum pulang Fika makan di restoran yang menjual khusus ayam goreng yang ternama. setelah makan barulah Fika pulang. jam 9malam Fika sampai dirumah mertuanya. langsung saja Fika masuk ke kamar. dan istirahat karena lelah berkeliling ke mall tadi.
"Fi, bangunlah kan mau masak." harry membangunkan Fika
" besok ajalah mas. aku belum beli kompor" sahut Fika
" kan pake kompor mamak dulu bisa" jawab harry lagi
" gak lah. gak enak. aku mau masak kalau milik aku sendiri. kan lagian aku sudah bilang ama mas. tinggal boleh sama, tapi untuk masak aku sendiri tidak mau campur." tegas Fika.
" ya sudah kalau mau mu begitu" jawab harry.
dan seperti kemaren Fika masih tetap membeli seluruh sarapan semua penghuni rumah.
di sela sela makan harry bertanya ama ayahnya. "yah, Fika mau beli kompor. nanti kami masak sendiri."
" baguslah begitu. cumanya istrimu itu kasih tau. tidak usah beli yang baru buang buang saja. semalam dia beli rice cooker dan dispenser kan? padahal itu ada banyak punya orang yang tidak diambil ambil. kan kalau dibayari ayah kasih murah. setidaknya balikan modal ayah benerinya. jadi kalau mau beli kompor gak usah beli di toko. beli saja ama kepling kan semalam itu ada pembagian kompor gas murah. biar nanti ayah yabg ngomong ama keplingnya." kata ayahnya.
perkataan ayahnya Harry membuat Fika geram dan kesal. batin Fika. uang uang aku sendiri untuk beli kok dia yang atur atur. Fika paling tidak suka diatur atur apalagi keuangannya. karena Fika sudah cukup pintar mengendalikan uangnya. buktinya saja sedari gadis Fika bisa menabung dengan cara membeli perhiasan emas.
" berapa itu yah. baguslah kalau sepaket udah dapat murah" jawab harry.
" 120rbu itu sudah sama gasnya"sahut ayahnya lagi.
"udah Fi, kasih ayah uangnya. nti kamu pulang sudah ada kompornya." harry berkata sambil menyenggol lengan Fika.
sebenarnya Fika mau berontak. tetapi masih pagi sudah harus marah marah. yang ada rezeky tidak berkah pikir Fika. dan di kasih saja uangnya kepada harry.
__ADS_1
pergilah harry mengantar Fika bekerja.