
malam hari ini Fika mendatangi uda nico berdagang untuk menceritakan semuanya. menceritakan tentang kelakuan padang sih lebih tepatnya. sehabis magrib Fika keluar kosan menuju tempat dagang uda nico.
" pas kali datang dirimu. ini ada barang baru. nanti ambil ya untuk bawa ke pasar pagi." ucap uda nico begitu melihat Fika.
" iya da."
sebenarnya agak susah mengobrol dengan uda nico saat jualan. karena akan sering ke potong oleh pembeli yang datang lalu lupa sudah sampai mana pembicaraan. sehingga Fika membantu saja dahulu. dan saat menyusun dagangan saja Fika baru bercerita. dan uda nico sudah mau menyusun.
" dah lah sana pulang gak usah bantu uda nyusun besok kamu bangun pagi dan ke pasar pagi kan?"
" gak papa da. ada yang mau aku obrolin juga ama uda."
__ADS_1
" ada apa emang?"
lalu Fika menceritakan lah tentang Padang. dan uda nico memberi saran sudah putusin saja padang. agar Fika tak di ganggu lagi. Fika menjelaskan juga ke uda nico kalau padang itu orangnya suka memaksa. apalagi untuk menemaninya berdagang malam. masalahnya udahlah di kasih tak seberapa Fika tak mengapa. namun pulang haruslah sampai lewat tengah malam. karena dia memaksa nongkrong. uda nico memberi solusi dengan Fika membantu uda nico saja di poris. sehingga padang tidak memaksa lagi. kan kalau membantu uda nico tak sampai malam. ya sudah Fika setuju dengan solusi uda nico. lalu pamitan lah Fika. namun karena tadi mengobrol sambil membongkar tenda ternyata sudah selesai. dan uda nico akan mengantarkan Fika apalagi Fika membawa barang dagangan untuk pagi besok. akhirnya Fika di antar uda nico. namun di jalan uda nico mengajak Fika untuk membeli pecal lele dahulu. katanya uni di rumah memesan tadi untuk di bawakan pulang. uda nico membelikan Fika juga. saat sampai di kosan ternyata rahmat juga baru pulang dari bekerja. Fika bertanya apakah rahmat sudah makan malam. ternyata belum sehingga Fika menawarkan makan pecal lele yang di belikan uda nico tadi bersama sama. makanlah mereka berdua. tak lama padang menelpon bahwa dia sudah berada di depan kosan. Fika sungguh kesal sudah di usir pun. akhirnya mau tak mau Fika pun turun ke bawah dan menemuinya. di situ padang mengajak nongkrong minum bandrek susu. kali ini Fika jelas sangat menolak. dan berkata bahwa Fika lelah mengantuk dan langsung saja meninggalkannya naik ke atas.
padang masih saja menelponnya. karena berisik Fika pun membuat mode hening di pengaturan hp nya. dan Fika pun tidur.
esok paginya padang sudah di depan menunggu Fika berangkat kerja. namun karena Fika tak tau Fika udah memesan ojek dan abang ojek juga sudah sampai. alhasil padang marah di tariknya Fika membuat hp Fika terjatuh. tapi kan tidak enak kalau Fika tak dapat bertanggung jawab dengan ojek yang di pesannya. dan Fika tetap pergi menggunakan ojek. sesampai di pasar ternyata padang sudah sampai di sana. namun lagi lagi seperti biasa padang minta di beliin rokok. pulangnya mengantar Fika kembali ke kosan pun padang meminta Fika mengisi bensin sepeda motornya. Fika tak kunjung melihat hp yang jatuh tadi apa yang terjadi dengan hp itu. karena Fika bermain dengan hpnya yang 1 lagi. sepulang sampai kosan lah Fika baru melihat bahwa hpnya sudah padam tak bisa hidup lagi. buru buru Fika membawa ke counter hp. dan ternyata yang kena lcd nya. biayanya pun mahal. Fika cukup bingung bagaimana jika Y menanyakan hp nya.
itu menambah kekesalan Fika pada padang. alhasil Fika pun yang sudah dekat dengan keluarganya di kampung memberitahukan bahwa Fika sudah tidak sanggup dengan kelakuan padang. Fika meminta agar keluarganya menasehati padang. namun egoisnya malah mereka mengirimkan padang uang untuk mencari usaha baru saja. keluarganya menjual asetnya di kampung untuk padang di ibukota ini. kan jadi lucu harusnya padang yang mengirimi keluarga di kampungnya ini malah kebalik. setelah itu malah keluarga meminta Fika untuk segera menikah dengan padang. bagaimana mungkin. padang memiliki sifat pemalas sama seperti hary. yang ada Fika akan tetap menjadi tulang punggung. tak berubah. buat apa menikah lagi kalau tidak ada perubahan batin Fika.
hp Fika berdering dan tertuliskan nomor baru. Fika bingung siapakah ini? Fika pun mengangkatnya.
__ADS_1
" assalamualaikum" suara dari kejauhan sana namun Fika seperti tak asing dengan suara ini.
" wa' alaikum salam. sapa ya?"
" aku ini loh fi"
" siapa ya?" Fika mencoba memastikan karena sebenarnya Fika sudah bisa menebak.
" suami loh Fi."
" haaaaa, suami ku. setelah dengan semua yang kau lakukan kau bilang suamiku. gak malu kau?"
__ADS_1
" maafin aku Fi. aku janji berubah. jangan di matikan ya Fi. banyak yang mau aku omongin untuk anak anak kita Fi."
" gak perlu lagi." Fika sudah tau gayanya. karena beberapa hari kemaren si pelakor sudah menghubungi Fika dan meminta maaf kalau dia tak bisa menjalankan perjanjiannya mengurus anak anak Fika. Fika pun tak masalah. emang setelah itu Fika sering mengirim ke kakaknya seperti pakaian untuk Fikri dan Fakhri serta uang. uang itu di belikan susu oleh kakaknya Fika. bukan mutlak uang di berikan ke orang tua harry. namun mereka sibuk minta di belikan pampers juga. Fika berkata tak perlu di belikan pampers kalau mereka ngompol tak mengapa toh anak anak itu tidur di tempat tidur Fika. emang itu tempat tidur di beli sebelum menikah namun itu bukan barang hantaran. harry tak memberikan ke Fika barang apapun ya. hanya uang 4 juta itu yang untuk pesta itu pun kurang. makanya meja rias Fika yang di tempah Fika senilai 1,5 juta di jual Fika 200 ribu karena harry waktu itu sibuk sekali ingin memberikan ke adiknya yang akan menikah. gak sudi Fika memberikan. walaupun adiknya mantan pacar Fika. di karena kan Fika tidak suka dengan calon istrinya yang sombong. kenapa Fika bilang sombong. masa iya dia tidak mengakui bahwa dia pernah menyewa rumah orang tua Fika saat itu Fika masih SMP dan dia masih SD. orang susah yang sok kaya. padahal orang tuanya dari mereka kecil sampai sekarang sampai detik ini di tahun 2022 hidupnya masih menyewa. tapi kalau cakap itu tinggi sekali. banyak barang milik Fika yang di tinggalkan Fika di rumah harry. tempat tidur itu bukan hanya Fikri dan Fakhri yang tidur, neneknya ikut disitu. bukan karena menjaga Fikri dan Fakhri. melainkan karena emang orang tuanya tak memiliki tempat tidur. terus terang saja di rumah mereka hanya ada lemari pajangan saja barang terbesar mereka itupun hasil kredit selama 3 tahun.