
balik lagi ke cerita Fika di Jakarta
setelah pulang jalan jalan Fika dan Y. Y mengantar Fika sampai depan gerbang kosan lalu Y balik ke warung tempatnya bekerja. Fika menaiki tangga menuju kamar kosnya. kamar kos Fika di lantai 2 ya. di lantai 2 ini ada sekitar 8 kamar.
" dari mana mbak?" tanya Anto dan erny berbarengan mereka sedang duduk mengobrol di tengah ruang. sebenarnya sih itu tempat menjemur. tetapi ada kursi untuk duduk.
" jalan jalan tadi ama pacar"
" cieeee... pacaran ya."ledek erny
" kalian ngobrol berdua aja. ngobrolin apaan?"
" ini mas anto nyariin mbak Fika"
" mau ngapain mas?"
" mau air panas untuk buat kopi."
" oh, sinilah ambil airnya"
" ini ada sembako aku di kasih ama bos aq"
" loh kok di kasih aku."
" ya gapapa lah mbak kan bisa kita makan sama sama nanti."
__ADS_1
" oke lah thanks ya mas"
" iyo sama sama"
karena capek Fika pun pamit untuk tidur. karena besok pagi akan kerja lagi. namun sebelum Fika masuk ke kamar erny mengajak Fika besok untuk ke pasar malam yang tidak jauh dari kosan karena ingin membeli celana bahan katun. Fika pun mengiyakan dan masuk ke kamar. Fika pun beristirahat.
keesokan harinya Fika dan erny sehabis magrib berjalan menuju pasar malam yang seperti mereka sepakati. pergilah Fika dan erny berkeliling mencari celana berbahan katun. namun tak kunjung mereka temui. tiba tiba erny mampir ke tukang jualan celana jeans. erny melihat lihat lalu bertanya harga. " bang ini berapa?"
" diobral itu kak 85 ribu"
" gak kurang" ucap erny.
" gak kak"
" macem di mall aja pun gak bisa di tawar". ucap Fika
" ellleeee... udahlah 75ribu ya." ucap Fika.
tadi erny berbisik kepada Fika untuk menawarkan harga seperti yang di ucap Fika
" kalau segitu tinggalkan nomor hp ya!"
" seriusan ini?". ucap Fika.
" iya."
__ADS_1
" okey lah."
" bayar er buruan." ucap Fika
" tapi kak nomor kakak aja ya kak."
" aman. gampang itu "
" ni uangnya dan mana hp nya biar ku masukan nomornya."
" ini" dia menyodorkan hp nya.
Fika pun memasukan nomor hp nya ke hp pedagang itu. lalu mengembalikan Hp nya dan pergi dari tempat itu. di perjalanan Fika menemui lowongan kerja di sebuah tempat makan. bertuliskan sepesial makanan medan. Fika menyakini berarti orang medan. Fika pun mencoba untuk menanyakan pekerjaan. Fika masuk dan menjumpai pemiliknya. dan ada seorang perempuan yang dikatakan pemiliknya. Fika bertanya apakah benar masih mencari pekerja dan ternyata mereka masih membutuhkan pekerja. Fika di suruh masuk besok pagi. Fika berharap ini kerjaan yang bagus. karena gajinya lebih besar dari tempat Fika kemaren di konveksi.
pagi itu Fika pun pergi ke rumah makan itu bukan ke konveksi. pagi itu Fika bertemu dengan bos lelakinya. ternyata tadi malam itu yang di jumpai Fika istrinya. istrinya dan suaminya sangat berbeda jauh. istrinya sangat lembut bicara dan suaminya sangat kasar bicaranya. Fika pun di minta beberes. dan teman teman yang lain juga begitu ada yang menyapu, menglap meja, kaca. tetapi tetap salah saja semua yang kerjakan para pekerja di situ. suaminya marah marah terus. Fika heran sekali lihatnya. Fika itu paling tidak suka dengan orang yang kasar. karena kalau salahkan masih bisa bicara yang baik baik. Fika sudah berniat untuk tak akan melanjutkan kerja besok lagi. cukup 1 hari ini saja.
siangnya ternyata bos konveksi Fika datang makan ke rumah makan itu. hancur deh Fika. padahal Fika sudah tak mau lanjut kerja disini. jadi kalau Fika lah yang melayani bos Fika itu bisa di pecat Fika. karena Fika sudah izin gak masuk karena gak enak badan. hasilnya Fika mengurung diri di kamar mandi sampai bos konveksi Fika pulang. sekitar setengah jam lebih Fika di dalam kamar mandi. Fika tak peduli jika bosnya ini maki maki Fika. toh Fika cuma mau 1 hari ini saja. nanti saat akan pulang Fika akan bicara dan meminta gajinya 1 hari itu. terserah mau dikasih berapa saja. yang penting harus di gaji. benar saja si bos marah marah dan memaki namun tak di masukan ke kuping Fika. Fika hanya menunggu jam kerjanya selesai. karena Fika cuek sepertinya itu membuat bos itu semakin kesal dengan Fika. akhirnya jam kerja Fika selesai.
" kamu, sudah selesai jam kerja kamu boleh pulang. besok jangan balik lagi."
" gaji ku hari ini mana ko?"
" ini"
" ma kasih ya ko."
__ADS_1
Fika berjalan pulang ke kos sambil senyum sendiri melewati waktu hari ini. yang menurut Fika lucu sekali. Fika terbawa geli. entah yang melihat Fika menganggap Fika tak waras karena senyum sendiri sambil jalan. Fika tak habis pikir aja. kok bisa seperti ini hari ini. bagi Fika ini pengalaman yang lucu. karena belum pernah Fika berkerja hanya sehari doank.
tiba tiba hp Fika berdering. ternyata dari si pedagang yang kemaren erny belanja celana jeans. lelaki itu memperkenalkan namanya secara lengkap beserta marganya. ternyata dia orang suku padang. mengobrol Fika dan si padang melalui telpon sepanjang jalan sampai Fika tiba di kosan. padang ini berumur 3 tahun lebih tua dari Fika dan masih lajang belum menikah. dan padang ingin mengajak Fika berpacaran dan serius untuk menikah. Fika belum menjelaskan tentang status Fika. Fika tidak terlalu ingin serius dengan padang karena Fika masih punya otak bila menyakiti Y yang sudah sangat baik pada Fika. bahkan Y saja bisa sampai berhenti merokok setelah di bimbing Fika. Y ini orang penurut dengan Fika tak pernah marah bahkan membantah kata kata Fika. itulah Fika merasa Y sudah cukup walaupun tak sempurna karena kan emang tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Fika memberi nomor pada si padang hanya untuk teman ngobrol dan selingan saja. karena Y sangat sibuk bekerja tak ada waktu untuk Fika. libur hanya seminggu sekali bahkan kadang saat waktu libur Y memilih bekerja agar uangnya cukup untuk kehidupan Fika. Y sangat takut Fika kekurangan. dengan Y Fika di wajibkan minum susu. makan buah agar tidak sakit. karena menurut Y kalau sakit lebih repot lagi. jadi tak apa keluar uang untuk menjaga kesehatan karena kalau sakit keluar uang lebih banyak lagi daripada menjaga kesehatan. Y pun tak pernah melarang Fika pergi dengan siapa saja. asal Fika dapat menjaga dirinya pesan dari Y.