
Setelah harry pulang dari Siantar. Ia membuka kembali counternya dengan uang hasil mengurus ayam. Sebenarnya Fika bukan tidak suka harry membuka counter lagi. Namun kalau harry membuka counter Fika tak pernah tau jelas hasil pendapatannya. Belum lagi harry suka tidak jujur akan pendapatannya. Karena orang tuanya selalu meminta uang tiap harinya. terkadang orang tuanya Harry seperti tidak mikir bahwa keperluan keluarga harry itu banyak. Apalagi orang tua perempuannya kalau melihat Fika menggunakan emas terus lah sinis ke Fika padahal Fika membeli emas murni uang hasil keringatnya sendiri bukan lah uang uangnya harry. Lagian bagaimana bisa menggunakan uang harry. toh perharinya saja harry memberikan Fika 20 ribu. Itupun bukanlah tiap hari. Kadang kalau tidak ada pendapatan bisa 2 atau 3 hari harry tak memberi uang belanja. apakah cukup makan 4 orang 20 ribu perhari bahkan kalau tidak ada darimana makan mereka kan Fika juga yang membantu mencari. Tetapi orang tua harry tak peduli bahkan mengartikan kan bekerja ya tak masalah uangnya di pakai untuk keluarga belum lagi mereka berharap juga untuk di beri karena sudah menjaga Fikri dan Fakhri. Padahal kan Harry tidak keluar kerjanya. Jadikan Harry bisa menjaga Fikri dan Fakhri sewaktu Fika bekerja. sedangkan Fika bekerja pun tak pernah lama hanya palingan 2 jam saja sudah pulang. dan sudah di jemput Fika. kenapa Fika harus memberi. Dahulu iyalah Fika kerja pergi pagi pulang malam. Makanya tiap bulan Fika memberi. Kalau sekarang Fika tidak ingin karena juga orang tuanya selalu meminta uang ke harry.
__ADS_1
Jualan Fika di rumah pun Alhamdulillah lancar. Sehingga Fika bisa membeli kulkas untuk menjual aneka es. mulai dari es batu, es cream dan es lilin semua Fika buat. Fika juga membuat alen alen resep orang tuanya. alen alen di titipkan ke warung warung. selain alen alen Fika juga membuat peyek, keripik dan aneka cemilan lainnya. Fika ini orang yang semangat kalau mencari uang dan Fika mau belajar untuk hal hal baru. sehingga Fika bisa melakukan semua hal. Fika paling tidak suka kalau tidak bisa mahir dalam semua bidang. karena kalau niat belajar pasti bisa.
__ADS_1
Hari ini waktunya acara Fikri jalan jalan perpisahan dari sekolah. Jalan jalan nya ke salah satu kolam renang di Medan. Fika bersama teman mak rempong nya sudah membeli baju seragam. lebih tepatnya kaos ya. selain kaos untuk para emaknya mereka juga membeli untuk anaknya. gak semua emak dari murid yang ikut dalam team mak rempong hanya ada sekitar 13 orang saat itu. sisanya tidak masuk team mak rempong. Namun yang lain tetap berteman baik. jadi hanya 13 orang yang kompak pakaian seragam. sebenarnya awalnya tidak niat beli kaos itu. Niatnya cuma beli seragam untuk wisuda saja. karena sudah di tabung dari jauh hari untuk pakaian wisuda. mereka menabung ke Fika. ada yang perharinya 10 ribu ada yang 5 ribu. semua di catat di buku catatan Fika agar tidak ada selisih di antara mereka. setelah cukup mereka pergi ke pusat perbelanjaan dan belanja bersama mencari bajunya. namun kaos ini karena saat ikut lomba porseni Fika dan 4 orang temannya mampir ke toko baju dan melihat ada kaos keren dan banyak stok serta ukuran masih komplit.
__ADS_1