
Sekitar pukul 10 Fika sampai di bandara kuala namu. Fika berjalan ke bagasi untuk mengambil barang barangnya.
tadi waktu di bandara soekarno hatta. sebenarnya Fika terkena lebihan bagasi. Fika membayar sekitar 300 ribu untuk seluruh kelebihannya. padahal 1 tas ransel di kenakan Fika yang berisi mainan Fikri dan Fakhri, 1 tas jinjing yang di kalung kan juga di pundak Fika tas itu berisi dokumen dan uang. Fika juga menggendong boneka yang di berikan rahmat.
saat tiba d gerbang penjemputan Fika pun menunggu mobil bang ade. akhirnya datang mobil bang ade. bang ade pun turun untuk menaikan seluruh barang Fika ke bagasi mobilnya. bang ade sendiri saja sampai bingung kok bisa banyak sekali bawaan Fika. sekitar 45 menit perjalanan bandara ke rumah orang tua harry. Fika pun turun dari mobil dan tak ada sambutan yang luar biasa untuk Fika. semua hening. hanya Fikri yang langsung memeluk Fika. seolah olah dia rindu dengan ibu nya. Fika pun memeluk erat dan menciumi pipi Fikri. Fakhri hanya berdiri di kejauhan. Fika sangat paham saat Fika pergi Fakhri masih sangat kecil. pasti tak kan tanda lah Fakhri dengan Fika.
" dek, sini. ini mamak loh." ucap Fikri.
Fakhri pun hanya termenung bingung.
__ADS_1
" gak papa bang. ini mamak bawa mainan banyak."
Fika membuka tas ranselnya yang berisi mainan. mulai dari mobil remote, mobilan kecil, bola, robot anak, banyaklah.
Fakhri mulai mendekat. dan mencoba mengambil salah satu mainan.
" mamak.." ucap Fakhri.
dengan sigap Fika memeluk Fakhri dan menciuminya. bermain bersama. di siang hari neneknya Fikri menawarkan Fika makan. katanya dia masak sayur asem suruhan harry karena itu makanan kesukaan Fika. lalu bersama Fikri dan Fakhri Fika makan dengan sayur asem. selesai makan Fika merapikan barang barangnya menuju ke atas. namun ternyata di sana ada adik ipar dari sani. sani adalah adik ipar Fika. dan sani sudah memiliki istri yang ikut tinggal dengan mertua Fika namun adik iparnya juga tinggal di sana. karena Fika naik membawa barang adik ipar sani itu pun turun dan membawa semua barangnya. Fika membersihkan tempat itu. masih ada tempat tidur milik Fika di situ. yang tadi baru saja di tiduri oleh adik ipar sani.
__ADS_1
selesai memberes beres Fika membagikan oleh oleh baju yang di beli Fika. dan Fika memandikan Fikri dan Fakhri setelah mandi mereka di kenakan baju baru yang di beli Fika. lalu Fika pun mandi. sore harinya Fika berjalan bersama Fikri dan Fakhri ke rumah orang tua Fika dengan membawa sekantong tas kresek yang berisikan oleh oleh untuk keluarga Fika.
sungguh kagetnya keluarga Fika. karena Fika tak pernah mengabarkan akan pulang. Fika menjelaskan akan mencoba memaafkan harry. semoga begitu keluar dari penjara harry dapat berubah. namun kakak Fika menegaskan cepat cari kerja. karena mereka tau. pasti Fika tak akan bisa bertahan lama tinggal dengan mertuanya apalagi tiadanya harry. Fika menjawab iya. namun Fika meminta ke kakaknya untuk mencarikan kerja. kakaknya bilang balik aja ke tempat kerjamu lama pasti di terima. iya tetapi Fika sudah tidak mau lagi kerja seharian penuh di luar tanpa tau tumbuh kembang Fikri dan Fakhri. itulah Fika meminta untuk di carikan kerja yang hanya beberapa jam siap pulang. mana kerja begitu ucap kakak Fika. adalah jawab Fika. itu tukang cuci kan sebentar siap pulang. tapi masak iya kau may kerja begituan tanya kakaknya Fika. Fika pun menjawab tak masalah. sekarang gengsi tak makan. lagian kan aku perlu mengurus anak anak ku juga.
habis isya barulah Fika pulang ke rumah mertuanya.
saat malam Fakhri tidak mau tidur dengan Fika. hanya Fikri yang menemani Fika tidur malam ini. Fikri cukup tau perasaan Fika. karena Fika tidur d atas adik ipar sani tidur di bawa ruang Tv.
esok pagi Fika pergi ke kantor dinas kependudukan dan catatan sipil untuk mengurus AKTE Fikri. namun sebelum Fika ke sana. Fika ke rumah kepling dahulu meminta surat pengantar. lalu di isi Fika dan di bawa ke kantor lurah setelah itu barulah ke kantor dinas kependudukan. namun saat ke kantor dinas kependudukan Fika minta di temenin 2 orang untuk di jadikan saksi saat mengurus berkas. Fika berkata ke mertuanya nanti di kantor dinas akan di minta 2 orang sebagai saksi untuk tanda tangan. karena itu mertua Fika menyuruh sani dan istri ikut dengan Fika. mereka ikut dari pagi mengantri juga. Fika sengaja, padahal bisa saja Fika bilang gak perlu dari pagi. tetapi biarlah harus ada yang di korbankan. masa iya waktu urus Fakhri kan Fika tidak ada melibatkan salah satu keluarga harry. lagian emang ini bukan mutlak tugas kewajiban Fika. karena itulah Fika membiarkan mereka ikut dari pagi dan mengantri. Fika pergi ke kantor dinas sekitar pukul 7 pagi dan siap sekitar pukul 3 siang. lalu pulang. sore hari Fika berjalan jalan dengan Fikri dan Fakhri menggunakan kereta yang pertama sekali harry kredit yang dp nya di pinjamkan orang tua Fika. kalau kalian baca dari awal pasti tau. hampir sebulan Fika belum dapat pekerjaan. tabungan Fika lama lama menipis. Fika pun meminta padang membayar utangnya dan mengirim agar masih ada pegangan Fika. dan akhirnya di kirim padang ke nomor rekening abang ipar Fika. pendaftaran TK Fikri sudah di mulai. mertua Fika bilang sudah mendaftarkan nya. hari senin Fikri akan masuk sekolah. Fika pun menemani hari pertama Fikri masuk sekolah. karena Fika belum mendapatkan pekerjaan. hari pertama itu pengenalan antara murid dan guru. Fika itu bisa di bilang sombong ya. karena Fika tidak bisa lebih dahulu bicara atau mengobrol. karena tidak tau akan membahas apa. Fikri masih tampak takut asyik memeluk Fika saja. tidak berani untuk berbaris bersama teman temanya. Fika ke sekolah mengajak Fakhri juga ya. Fakhri sudah sangat dekat dengan Fika. bahkan tidur malam pun sudah bersama Fika. hanya 2 hari saja yang tidak semenjak kepulangan Fika. si Fikri sampai di bujuk gurunya untuk mau ikut berbaris dan saling berkenalan. Fikri ini tipe penakut dan pemalu dia tidak berani langsung mengutarakan isi hatinya. seluruh orang tua murid mengantar bahkan menemani anaknya di sekolah itu sampai pulang. hanya Fika yang tidak gabung dengan ibu ibu yang lain yang saling mengobrol tak tau membahas apa.
__ADS_1