
Tanggal 17 Agustus tahun 2018.
Fika membuat persiapan untuk jualan di teras rumah mertuanya. Yang dimana di depan rumah mertuanya ada tanah lapang. Dan di tanah lapang itulah di jadikan tempat perlombaan 17 Agustus. Hari itu juga sudah dimulai lombanya pada pukul 10 pagi. Anak-anak banyak berkumpul untuk mengikuti lomba.
__ADS_1
Fikri dan Fakhri ikut serta dalam memeriahkan perlombaan itu. Fikri mengikuti lomba guli dan balap karung. Sedangkan Fakhri mengikuti lomba lari. Fika sendiri pun tak mau kalah. Fika ikut juga lomba yaitu lomba balap karung, lomba bermain sepak bola antara emak emak. Bukan lah hadiah yang di kejar Fika namun ikut memeriahkan acara 17 agustus. Banyak para tetangga bertanya ke Fika. Kenapa dari 4 menantu dari mertuanya cuma Fika sendiri yang sangat berbeda. Karena cuma Fika sendiri lah yang ikut memeriahkan acara 17 agustus. Emang kakak ipar Fika yang pertama itu orang sangat pendiam. Dia tak suka yang aneh. Kalau kakak yang ke 2 tidak terlalu pendiam. Namun juga tidak suka yang heboh. Fika pun hanya menjawab. " Kan tidak mempermalukan mertuanya."
Di saat Fika mengikuti lomba Harry lah yang menjaga jualan.
__ADS_1
Oh ya. untuk para reader saya yang setia membaca tulisan saya ini di hari yang Fitri ini saya mengucapkan terima kasih banyak dan juga mengucapkan minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin. Di hari kemenangan bagi umat muslim ini. Semoga kita semua kembali ke fitri dan di beri kesehatan kepada semua kelurga kita.
Di sini aku kasih bocoran sedikit ya. Fika dan Harry sudah berbaikan namun tidak seperti yang sudah sudah. Fika dan Harry tak dapat kembali bersama. Fika melapangkan hatinya karena Fakhri selalu menginginkan kebersamaan kedua orang tuanya. Fakhri ingin berjalan bersama dengan kedua orang tuanya. Itulah sebabnya Fika melapangkan hatinya untuk bisa berjalan dengan Harry. Fika emang sakit namun tidak mau egois dengan mengorbankan kebahagian kedua anaknya. Karena bagi Fika yang utama adalah kebahagian anaknya. Fika sangat ingin anak-anaknya bahagia tumbuh dengan ceria dan bahagia. Itulah kenapa selalu Fika mencoba tetap menerima Harry. Walaupun jujur rasa sakit itu tak bisa di lupakan. Harry berjanji ingin merubah semuanya agar bisa bersama keluarganya. Fika sudah tak berharap lebih karena takut kecewa. Fika menjalani hari-hari yang sudah di takdir kan Allah. Semoga apa yang di inginkan Fika untuk kebahagian Fikri dan Fakhri bisa terkabul. Hidup Fika hanya untuk Fikri dan Fakhri.
__ADS_1