
pagi ini seperti biasa Fika sudah mandi dan langsung berkeliling mencari pekrjaan. ternyata di depan gang kosan Fika ada sebuah konveksi tas berbahan plastik mika. mencari pekerja. langsung saja Fika menemui koko itu yang baru membuka rukonya.
" ko, itu di depan ada tulisan lowongan kerja. masih adakah ko?
" masih, kamu mau kerja?
" iya ko."
" kamu tinggal dimana"
" itu gang depan yang pas depan mesjid."
" oh kosan pak haji ya?"
" iya ko bener."
" asal kamu dari mana?"
" medan ko."
" owh ada juga pekerja saya 2 orang dari medan"
" oh ya ko. medan mana mereka?"
__ADS_1
" nias"
" oalah ko, nias gak medan hanya saja medan dan nias 1 pulau yaitu pulau Sumatera"
" oh begitu ya."
" iya ko"
" kamu tamatan apa?"
" pake ijazah ko. kalau tamatan SMA ko."
" gak, gak perlu ijazah. loh SMA jangan kerja disini lah."
" ya gajinya kecil. biasaya yang kerja disini orang orang yang putus sekolah."
" ko, izinkanlah aku dulu ko disini. udh seminggu aku disini belum dapat kerjaan."
" yakin gajinya kecil."
" iya lah ko. nanti kalau ada kerjaan di luar yamg lumayan baru aku keluar ya ko."
" baiklah kalau begitu. oh ya ni mandor kamu. namanya afwan. dan sini biar nanti di ajarkan ama henny ya. kamu bagian packing aja dahulu. sebenarnya kalau kamu udh bisa naik ke mesin gaji kamu juga naik. pokoknya disini kalau naik tingkatan naik gaji."
__ADS_1
" okelah ko."
" kamu mau kerja hari ni."
" iyalah ko. kenapa harus tunggu besok kalau bisa sekarang."
" sip. semangat kali kamu".
belajarlah Fika cara mempacking tas tas plastik yang sudah jadi mereka buat. di dalam pabrik konveksi yang letaknya di belakang toko si koko ada 6 orang pekerja plus si mandor itu ya. mandor itu masih muda rupanya sudah menikah. di situ mereka yang putus sekolah rata rata menikah muda. Fika di ajari henny tak butuh waktu lama sudah ligat Fika mengerjakannya. hari pertama Fika bisa mempacking 4 pack berisi setiap packnya 20pcs tas. tempat konveksi itu waktu masuk kerjanya pukul 9 pagi pulangnya pukul 5 sore. kalau sabtu pulangnya pukul 3 sore minggu libur. dan para pekerja mendapatkan gaji pada hari sabtu menggunakan amplop yang sudah ada list kapan absennya. jika absen di potong. karena hitungannya harian. dan kalau tidak ada absen akan ada uang kerajinan yang di lebihkan oleh si bos.
tak terasa hari ni sabtu Fika masuk kerja hari selasa dan Fikq hanya mendapatkan gaji 5 hari bekerja. namun si bos tetap memberikan uang kerajinan Fika. karena di hari sabtu itu hasil packingan tas yang di kerjakan Fika mendapatkan 8 pack. bayangkan saja 6 orang menjahit tas dan hasil dari mereka Fika yang packing sehingga menumpuklah kerjaan Fika. teman teman Fika yang lain cukup kaget. baru 5 hari kerja sudah bisa packing 8 pack perhari itu. biasanya saja mereka paling paten cuma 6 pack. sungguh cepat kerja Fika menurut mereka.
saat keluar dari konveksi 2 orang teman Fika yang suku nias mengajak makan bakso. walaupun Fika harus menabung. pergaulan penting bagi Fika untuk hidup di rantauan. jadi Fika meng ok kan dan pergilah mereka ke sebuah warung bakso. Fika pun memilih harga termurah. karena uang itu hr di gunakan sehematnya.
malam itu Y mengajak Fika jumpa besok untuk pergi jalan jalan.
besok paginya Fika sudah berdandan rapi. lalu menuju tempat kerja Y.
oh ya. aku jelaskan dahulu sedikit tentang Y. Y ini perantauan juga dia orang kuningan jawa barat. dan Y bekerja di warung mie aceh dengan gaji perhari 100ribu kadang pun lebih kalau warung ramai. Y juga tinggal di warung tempat dia bekerja. Y merupakan anak tunggal dari keluarga broken home. dia memiliki 2 orang ibu dan juga 2 orang bapak serta saudara tiri. aku gak tau berapa saudara tirinya. yang aku kenal hanya kakak dan adiknya. kakak dari suami ibunya yang baru dan adik dari hasil pernikahan ibu dan bapak tirinya. dia sedari kecil sudah hidup sendiri dan menghidupkan dirinya sendiri. dia jujur kalau dia bukan lah orang yang bertamatan. dia sekolah hanya sampai SMP. karena perpisahan kedua orang tuanya dia menjadi korban dan hidupnya luntang lantung ikut sanak saudaranya. dan saudaranya banyak membencinya. itulah akhirnya dia hidup sendiri. itulah alasan Y melajang sampai umur sudah kepala 3. dia bukan lelaki yang jelek. tampangnya oke, postur badan juga meyakinkan. namun setiap dia ketemu perempuan dia selalu di manfaatkan karena kebaikannya. tidak ada 1 pun perempuan yang serius. termasuk Fika, sebenarnya Fika ingin serius. namun mungkin juga karena Fika trauma ketakutan untuk memulai pernikahan makanya Fika lebih senang happy happy saja. banyak ke khawatiran Fika untuk menerima Y. padahal aslinya Y adalah orang yang baik. di jahati saja dia tidak marah dan tidak membalas.
Y mengajak Fika berkeliling ke tanah abang. Y menunjukan tempat tempat untuk belanja. jika Fika ingin berdagang. selain tanah abang Y mengajak Fika ke pasar senen di sana juga pusat perbelanjaan untuk para pedagang. Y menyarankan Fika berdagang saja daripada bekerja. namun Fika dan Y belum memiliki modal untuk memulai dagang.
sejak hari itu Y memberikan seluruh gajinya pada Fika untuk di simpan dan di kelola. Y hanya meminta untuk di isikan paketnya dan di belikan rokoknya. Fika sudah melarang Y merokok. namun tak bisa langsung berhenti. itulah Fika menjatah rokoknya. padahal harusnya 1 hari 1 bungkus rokoknya. namun Fika membelikan hanya 1 bungkus dan itu untuk 1 minggu sampai Y gajian lagi. Y gajian juga seminggu sekali. dan uang untuk jalan jalan Fika dan Y hari ini. sisanya baru di tabung.
__ADS_1
jadi selama seminggu itu Y menabung ke Fika itu sekitar 300ribu. namun Y tak mewajibkan 300ribu itu di tabung. jika Fika butuh Fika dapat mengambil uang itu untuk keperluan Fika. dan Y berbuat ini bukan hanya ke Fika dahulu juga ada perempuan yang di tolong Y seperti Fika ini. tetapi malah balik lagi ke suaminya. dan Fika pun berakhir seperti itu. emang sungguh kasihan hidup Y ini. semua perempuan yang di temui dan di kenalnya adalah istri orang yang sedang patah. dia yang membuat bahagia. namun dia yang di tinggalkan. itulah sebabnya aku selalu berdoa agar Y mendapatkan jodoh yang terbaik. karena emang si Y ini orang baik.