
keesokan hari nya Fika terbangun pukul 8 pagi karena Fakhri malam itu sedikit rewel. Fika bergadang sendiri. harry sibuk dengan hp nya. Fika sudah curiga dengan gelagatnya. namun masih di pantau Fika. pagi itu harry belum bangun. Fika melihat ke dapur tidak ada yang bisa di makan. Fika sudah kelaparan, Fika balik ke kamar meminta uang pada harry untuk belanja. di beri lah uang 20ribu. pergilah Fika ke kedai. masih mengenakan sarung ya. karena Fika belum bisa menggunakan celana. Fika berjalan sambil menuntun Fikri karena Fikri menangis ingin ikut dengan Fika.
balik dari kedai Fika membawa belanjaan berisi sayur bayam tahu, tempe dan telur. lalu Fika pergi memasak di dapur di sambih mencuci pakaian. padahal Fika tidak bisa jongkok untuk mencuci. namun di paksa Fika saja karena sapa lagi yang akan mengerjakan kalau bukan Fika.
Fika merasa heran melihat kelakuan harry yang hobi main hp dan sekarang di bawain bekal dia tidak mau. Fika terus berusaha mencari tau ada sebenarnya. akhirnya Fika mencoba menghubungi temen harry yang waktu harry pinjam hp Fika untuk menelpon temennya.
dan ternyata Fika mendapat kenyataan yang mengagetkanya. informasi dari temen harry itu membuat pikiran Fika terganggu. Fika berusaha mencoba untuk bertanya pada harry malam ini. namun harry tak kunjung pulang hingga Fika tertidur. saat Fika terbangun malam karena Fakhri terbangun Fika mencoba bangunkan harry untuk bicara. namun harry belum lagi bicara harry sudah ngamuk dan membangunkan mamaknya harry. mamaknya masuk ke dalam dan berkata " sini biar fakhri ibu gendong. jangan banguni harry dia kan capek kerja. kamu ini cuma urus anak bayi aja banguni suami. sudah kalau kamu mau tidur tidurlah". Fika merampas balik Fakhri dari tangan mamaknya harry udah ibu tidur saja sana jangan ikut campur rumah tangga anaknya. ini malam jangan buat keributan. ya sudah lah Fika pun berhenti mencoba untuk mengajak ngobrol harry malam ini karena dia kan besok libur. bisalah ada waktu untuk ngobrol.
paginya Fika bangun dan melakukan rutinitas seperti biasa. jam 10 pagi harry baru beranjak bangun dan pergi ke kamar mandi. Fika mencoba mencari hpnya. namun tidak ada. apa iya di bawanya mandi. setelah harry keluar dari kamar mandi dia langsung pakaian dan berpamitan untuk pergi menebus obat Fika di apotik. ya sudah lah Fika mencoba menahan dulu. Fika pergi mencuci pakaian. terdengar suara Fakhri menangis Fika berlari dan ternyata Fakhri di gendong mamaknya harry. Fika langsung mengambil karena masih kesal dengan kejadian semalam. melihat tingkah Fika itu ayah mertuanya marah. " hebat kali tidak kau beri izin neneknya gendong cucunya. biar kau tau kau itu tidak punya anak"
" oh kau jadi yang melahirkan anak ini?" di tantang Fika dong.
" iyalah kau paham tidak kau itu bukan seorang ibu" ucap ayah harry lagi.
" oh kau ibunya. cemana keluarkannya?? kau muntahkan gitu?" Fika menjawab sambil memandang sinis.
__ADS_1
" oh emang durhaka sekali kau ya. pergi kau dari sini" ucap ayahnya harry.
" oh, kau kira aku senang kali tinggal di rumah ini. sengsara aku yang ada." ucap Fika.
" ya pergilah kau".ucap harry. dan ternyata ibu Fika sudah berdiri di teras tepat di belakang ayah harry.
" assalamualaikum" ucap ibu Fika sambil masuk.
" kau bawa itu anakmu. kau ajari anakmu itu" ucap ayah harry pada ibu Fika.
" owh, itu ajaran orang tuamu kan?
" maaf ya tidak sama sekali. inilah diriku sendiri" ucap lagi Fika.
" udah Fika udah jangan di jawab tidak boleh. biarkan saja mau di kata apa. biarlah." ucap Ibu Fika.
__ADS_1
" pak, bapak pun sudah. akan saya bawa dulu Fika untuk menenangkan diri lagi pada emosi" ucap ibu Fika pada ayahnya harry.
" ya bawalah jangan injakan kakinya di sini lagi." ucap ayah harry.
" heeee... ini barang ku semua di sini. kau usir cuma usir aku. kau kira anakmu yang beli barang ini? aku yang beli biar kau tau". ucap Fika
" gak urusan aku itu."ucap ayah harry
" udah Fika nanti aja. gak usah di angkat dulu ya. tenang dirimu aja dulu." ucap ibu Fika.
di bawalah Fika, Fikri dan Fakhri ke rumah ibu Fika. padahal tadi ibu Fika datang ingin mengantar sarapan untuk Fika. karena ibu Fika tau tidak ada yang memasakkan Fika. kemaren pun ibu Fika tau Fika masak sendiri. ibu Fika memasakkan sup ikan gabus tiap harinya. serta sayur daun katuk agar ASI Fika lancar.
sesampainya di rumah ibu Fika. Fika di suruh makan dahulu. dan menanyakan perihal kejadian tadi kenapa bisa terjadi seperti itu. Fika menjelaskan semuanya ke ibu Fika sambil menangis terisak isak. karena mau cemana lagi. Fika sudah penuh dadanya. sangat bergejolak. karena Fika sudah banyak memendamnya sendiri selama ini.
ibu Fika mendengarkan dan menenangkan Fika.
__ADS_1
ibu Fika meminta Fika untuk nantinya tidak marah jika harry datang ke rumah ibu Fika. agar masalah ini tidak besar. karena pastinya harry pulang ke rumahnya mencari Fika tidak ada keluarga pasti akan bilang cerita versi mereka dan Fika lah yang salah. jadi jika harry datang Fika marah benarlah perkataan keluarganya. sehingga ibu Fika menasehati agar menahan amarahnya. apapun yang di ucapkan orang tua harry tadi tak usah di pedulikan anggap saja tidak penting. Fika pun mengiyakan. karena Fika juga berpikir fakhri masih kecil jika harus berpisah bagaimana hidup Fika. Fika tidak takut di tinggal harry. hanya saja Fika tak mau merepotkan orang tuanya Fika. mau di tinggal kerja. Fika saja baru 8 hari pasca melahirkan Fakhri. bagaimana mau kerja. dan lagian setelah libur hampir setahun mau kerja dimana. mencoba cari pekerjaan di umur Fika yang sudah tidak muda akan susah. apalagi jika tau ada anak kecil berat sekali. lagian Fakhri sedang ASI.