
sepulangnya para tetamu tadi. ibu dan papanya Fika mengajak Fika mengobrol, untuk membahas perkataan dari mertua Fika tadi. yang bahwasannya Fika dan harry lebih baik mengontrak. ibu Fika merasa itu hal yang cocok. tak ada salahnya untuk di coba.
" Fi, tak apa. coba lah dahulu. siapa tau ini jalan yang terbaik untuk pernikahan kalian." ucap ibu Fika.
" ntah lah bu aku tak yakin menjalani ini. apakah mungkin iya mereka bisa menepati janji?"ucap Fika.
" coba aja dulu. kan orang tuanya cakap sendiri di depan kepling dan pak parman serta ustad. kalau tidak di tepati kan pasti malu dia nya." ucap papa Fika.
" ya udah lah lihat nanti saja. toh anaknya saja tidak ada etikad baiknya kok. anaknya tidak minta maaf." ucap Fika
tiba tiba masuk notifikasi di hp Fika. ada sebuah chat dari harry " Fi, kita baik baik aja ya. kasihan Fikri masih terlalu kecil. aku minta maaf. aku salah. aku sayangnya ama mu. aku kangen." isi chat dari harry.
diabaikan saja oleh Fika. Fika masih kesal. apalagi dengan kelakuan ayahnya harry.
keesokan harinya.
Fika berangkat kerja mengenakan becak pagi ini. dan begitu pula.
namun ada di pikiran Fika untuk mengambil kreditan sepeda motor. agar menghemat biayanya.
saat sore dirumah papa Fika pun sudah pulang kerja. Fika mengajak papanya untuk pergi ke sorum untuk melihat sepeda motor yang akan di kredit Fika.
di sorum Fika sudah melihat lihat. namun Fika kembali pulang untuk memikirkannya lagi. karena jujur sebenarnya Fika sangat bingung jika menanggung utang. Fika tidak terbiasa berhutang.
mengetahui hal itu abang Fika menyarankan membeli sepeda motor temennya saja. karena ada temennya yang ingin menjual sepeda motor. namun sama saja Fika tidak memiliki banyak uang. akhirnya ibu Fika membelikannya. karena setelah di lihat itu sepeda motor masih baru dan emang jarang di pakai. karena itu sepeda motor di dapat dari undian berhadiah dari Bank tempat menabung ibu temennya abang Fika. dan di jual hanya seharga 8 juta. sepeda motor itu matic. dan ibu Fika mengizinkan Fika menggunakan. namun wajib di cicil. untuk mengganti uang ibu Fika. Fika pun berpikir daripada Fika mengambil kredit dari leasing. lebih baik kredit dengan ibunya. selain tidak terkena riba. Fika jadi tidak tertekan jika Fika ada keterlambatan.
hari ini Fika pergi menaiki sepeda motor itu.
hari ini juga harry sibuk mengchat dan menelponi Fika. harry mengajak ketemuan untuk mengobrol. Fika masih saja mengabaikan. tak memperdulikannya.
malam harinya ibu Fika bertanya gimana dengan ide dari ayahnya harry untuk mereka menyewa. Fika bersih keras tak mau. karena Fika sudah hidup seperti yang dijalani saat itu sudah cukup. pagi pergi kerja, sore pulang, malam bermain dengan Fikri. dan minggu libur jalan jalan bersama Fikri. ya sudah ibu Fika tidak mau memaksa jika itu keputusan Fika. dan emang itulah yang terbaik bagi Fika menurut ibu Fika juga. karena kalau lelaki sekali main tangan itu akan keterusan.
namun harry tak pernah patah semangat. dia selalu mengganggu hidup Fika saja. sampailah masuk chat dari harry yang berisi " aku kan bapaknya Fikri. aku tidak bisa melihat anak ku?
__ADS_1
" bukan tidak boleh, kalau mau lihat datang saja kesini" balas Fika
" aku tidak mau kerumah ibumu kita ketemuan saja di luar ya" balas harry lagi sembari membujuk Fika.
Fika merasa bersalah, karena jika memisahkan bapak dan anaknya. akhirnya Fika luluh dan akan ketemu dengan harry beserta Fikri.
pergilah mereka minggu pagi. mereka janjian di sebuah resto berlogo gambar kakek tua. Fika mengendarai sepeda motornya sembari menggendong Fikri.
" sini duduk sini aja kita ya" ucap harry.
" hmm" gumam Fika
" mau makan apa? belum sarapan kan? sarapan lah. biar aku pesankan kesana."ucapnya lagi
" ya udah bubur itu aja. ama coffe" jawab Fika
" bagi uang lah. kan aku belum gajian" ucapnya sembari nyengir..
emang kebiasaan bukan belum gajian emang dasar aja pelit batin Fika.
tidak lama datang lah dia. setelah meletakan makanan dia mengambil Fikri dari gendongan Fika.
" oh, anak ayah... ayah kangen kali lah ama Fikri." ucapnya sembari menggendong Fikri.
Fika melahap saja makanan tak mau perdulikan nya.
" Fi, gimana saran dari ayahku. kalau kita ngontrak saja?"tanyanya.
" dimana emang mau ngontraknya. udah dapat emang.? aku wajib lihat dulu gak mau asal asalan." jawab Fika.
tuh kan si Fika selalu saja cepat berubah pikiran kalau sudah jumpa dengan harry. harusnya di hindarkan Fika tidak boleh bertemu. karena ini kejadiannya. pasti Fika akan luluh dan kembali lagi habis itu di sakiti lagi. begitu saja seterusnya. tapi tetep kita lanjut ya ceritanya.
" ya udah dari sini kita lihat ya rumahnya" ucap harry semangat.
__ADS_1
" iya" jawab Fika singkat.
setelah selesai makan pergilah mereka ke tempat kontrakan yang di maksud. melihatlah Fika. emang kecil kontrakannya. tapi bisalah untuk mereka bertiga tinggal. Fika pun tidak begitu suka rumah terlalu besar karena pasti capek membersihkannya. rumah itu hanya terdiri dari 3 ruang. 2 ruangan dan 1 kamar mandi.
sehabis dari melihat kontrakan kembali lah Fika kerumah. kepergian Fika tadi tidak di ketahui oleh orang tua Fika. Fika cuma alasan berkeliling saja dengan Fikri.
malamnya harry menelpon. Fika menjawab telponnya. di situ harry bertanya gimana cocok kan dengan rumah yang tadi di lihat. Fika menjawab tak masalah boleh saja. Fika berpikir tak apalah memulai lagi sapa tau dari menyewa harry berubah dan tidak ada campur tangan dari mana pun itu lah batin Fika. lagian tidak ada salahnya di coba. dan Fika pun ingat atas janjinya pada Allah. kalau masih bisa berjalan baik pernikahan ini kenapa tidak pikir Fika. karena Fika pun masih memikirkan nasib Fikri ke depannya. itulah yang membuat Fika menurunkan egonya.
" besok pagi kita jumpa lagi ya. atau aku kekerjaanmu Fi." chat harry pada Fika
" ya udah datang saja ke kerjaanku". balas Fika
" okey, ma kasih ya sayang" balas harry lagi menggombal.
keesokan harinya.
datanglah harry ke kerjaan Fika. karena sedang libur harry. harry bertamya lagi tentang rumah kontrakan itu. bagaimana jadi atau tidak. Fika berkata " ya sudah tak masalah. kalau mau ya udahlah. aku oke aja."
" tapi kan Fi, untuk awal ini pakai uangmu dulu ya!" seru harry
" loh, tapi ayahmu yang janji mau bayar".sahut Fika
" masalahnya ayah lagi ada masalah. gak ada uang. nanti ke depannya ayah pasti bayar" ucap harry.
" aku pun gak ada uang lagi." ucap Fika
" tuhkan masih ada cincin tunangan kita." ucapnya harry.
" ini cincin mau di jual juga?"Fika sambil melotot.
" iyalah. gapapa. nanti aku belikan lagi." ucapnya.
" dulu pun ini aku yang beli sendiri. bukan kau." ucap Fika
__ADS_1
" iya lah gapapa demi rumah tangga kita. masa iya kau mau gini gini aja".rayu harry lagi.
" ya udah besoklah kita jual ke toko mas" jawab Fika.