
" Wawak ya. Ngadu ke papa ku. kok kayak anak kecil ya."
" Iya lah kau anak kecil gak sopan perlu di ajari."
" heee.. yang gak sopan siapa? kok ngada ngada aja cakapmu."
" Kaulah. Kenapa kau usir adik iparku."
" Ini rumah orang tuaku. Aku berhak mengusir orang luar di sini termasuk wawak pun berhak aku mengusir. Apalagi seperti ini. Wawak buat mamak ku sampai menangis begini."
" Kau ya Fika ku sekolahkan kayak tinggi untuk kayak gini. Ku besarkan untuk tidak sopan?" ucap papa Fika
" Pa, papa ngapain marahi mama. Bukan salah mama. Aku tidak sopan jelas alasannya."
" Ini kakak ku. Aku harus bela dia. Ya salah mama mu lah kan mama mu yang didik kau."
" Sorry ya. dalam didik anak bukan hanya tugas seorang ibu. Melainkan juga seorang ayah. Papa ingat apa papa pernah mengajari anak-anak papa?"
" Aku kerja cari uang tuk makan kalian kok aku pula lagi didik anak."
__ADS_1
" Tuh lah papa perlu belajar agama. Biar paham. Papa kan aneh rela rumah tangganya hancur demi membela kakaknya."
" Iyalah kalian gak suka ama mamak ku. Malah sekarang gak suka ama kakak ku. Kalian kan orang luar inilah keluargaku."
" Oh gitu ya. jadi buat apa papa lahirkan aku di dunia ini kalau jadi orang luar? haaa?".
" Udahlah malas aku cakap ama mu gak nyambung. Tuh kau ajari anakmu itu." ucap papa Fika sambil memberi perintah ke mama Fika.
" Udah Fika, udah yok pergi kerja?" ucap kakak Fika pada Fika.
" Kau lagi diam aja sanggup lihat mamak mu gini?"
" Ya, itu yang sengaja kan membuat malu. Dia yang marah marah sambil ngomong di jalan sana." ucap Fika menyindir wawaknya yang sedari tadi marah di jalan. Sampai para tetangga keluar melihat.
" Ya udah diamkan aja ya. Sabar ya. Biarlah kita mengalah. mengalah bukan untuk kalah."
" Gak ada. Gak bisa aku mamak ku di giniin. mamak ku yang melahirkan aku."
" Iya justru itu. Biar jangan sakit lagi mama. Yok ma, pulang yok. aku antar kan ke rumah."
__ADS_1
Dengan masih berisak tangis mama Fika pulang ke rumahnya di antar kan kakaknya Fika.
" Ini peringatan sekali lagi ya. kalau aku pulang kerja wawak masih di sini lihat aja. akan ku usir paksa."
" Berani kali kau ngusir kakak ku. Apa hak mu di sini."
" Terserah mau apa hak aku. yang penting aku tidak suka ada setan tinggal di rumah orang tua ku".
" Lancang kali kau."
" Lihat aja lah. Coba aja kalau berani sampai aku pulang kerja masih di sini".
" Tuh lah gitu anak apa gitu. Bapaknya ngomong aja gak pernah di dengar. Pantesan suaminya gak tahan. Asal berantem sikit-sikit suaminya di usir.
" Gak usah kau campuri rumah tangga orang. Paham kau"
" Aku kan cakap benar. kau ama orang tua gak pernah patuh ama suami pun gitu."
" Stop kau ya gak tau apa-apa tentang rumah tangga orang."
__ADS_1
" Wak, wawak pun diamlah. aku udah bawa pulang mamak ku. Ampe tahun gajah pun wawak jawab dia gak akan diam dia. Sebenarnya aku juga mau marah. Namun aku gak mau bertengkar. Makanya ku tahan. Jadi wawak diam. Biar dia juga diam." ucap kakak Fika yang sudah kesal