Tentang Fika

Tentang Fika
Drama dengan mertua perihal kompor


__ADS_3

hari ini hari minggu Fika libur bekerja. Fika niat bangun lambat. namun apa boleh buat Fika sudah menikah. tidak bisa lagi dibuat seperti saat masih gadis dahulu.


" Fi, masakan pagi ini?"tanya harry


" udah di beli kompornya?"tanya Fika balik.


" udah itu, ayoklah kita ke dapur" harry menarik tangan Fika


Fika jalan mengikuti harry.


"yah, pasanglah kompornya."pinta harry pada ayahnya.


"kok suruh ayahmu sih, gk bisa mas pasang sendiri emanknya?"tanya Fika.


" gak pintar aku. nanti salah salah malahan" jawabnya


langsung ayahnya memasang kompor dan meletakan di sebelah kompor mamaknya harry.


Fika bingung. loh itu gimana ya. 2 kompor kok 1 tabungnya. kan Fika beli kompor beserta tabungnya pikir Fika. jadi ditanyakanlah hal itu oleh harry. mendengar itu ayahnya menyahut. "bagus gini. jadi bisa tabungnya yang 1 untuk cadangan. jadi klo habis malam kan gak repot sudah ada"


" mas, aku gak mau lah kalau begitu. karena sama saja. itu kongsian. kan aku tidak mau bersama. aku mau sendiri sendiri. karena bagaimana pembagiannya untuk beli tabungnya. yang ada jadi masalah dan jadi tidak enakan. aku kan menghindari itu makanya aku beli kompor itu"bisik Fika ke telinga harry.


harry menarik Fika ke kamar.


" jadi mau gimana, coba?" tanya harry.


" ya gak masaklah aku hari ini. pokoknya kalau tidak sendiri sendiri aku tidak mau." jawab Fika


" ya sudahlah beli lah sarapan. udah lapar aku" perintah harry.


pergilah Fika membeli sarapan. tapi kali ini Fika beli cuma untuk berdua tidak keseluruhan.


makanlah Fika dan harry berdua saja. kali ini agak sedikit tega Fika karena sudah beberapa hari Fika mengeluarkan uangnya.


" mas, jadi gimana itu masih bisakan dibuka itu pasang ke tabung ku sendiri" tanya Fika


" selang gasnya aja di gantilah Fi. baru bisa pasang sendiri"jawab harry.


" beli selang lagi pasti ya bisa di pasang?" desak Fika


"iya sayang" jawab harry.

__ADS_1


" ya sudah nanti siang aku beli selangnya ya!"


jam dinding menunjukan pukul 10 pagi.


" mas berangkat ya. kalau mau tidur lagi... tidurlah" ucap harry berpamitan hendak berangkat kerja.


" ya, hati hati ya!. " sahut Fika sambil mencium punggung tangannya.


setelah harry berangkat kerja Fika menonton Tv di kamarnya saja. tidak keluar sama sekali.


tiba tiba terdengar suara perempuan masuk mengucapkan salam. Fika mendengar percakapan mereka tetapi yang menyayat hati Fika adalah. perempuan itu bertanya tentang keberadaan Fika karena tidak kelihatan. dan ibunya harry memberi jawaban yang lebih tidak mengenakan. ibunya memberitahu bahwasanya Fika berada dikamarnya dan tidak pernah keluar kecuali untuk ke kamar mandi dan keluar bekerja. tidak pernah sekali pun makan bareng dan duduk bersama. apalagi mengerti pekerjaan rumah mana tau dia. yang dua tahu hanya belanja menghabiskan uang suaminya.


masyallah wahai kau ibu mertua lancipnya mulutmu. Fika sudah gerang rasanya ingin keluar dan memakinya. namun masih dapat ditahannya. sudah Fika diamkan sajalah. Fika bicara pada dirinya sendiri. untuk menenangkan hati Fika. Fika mengambil handset dan memasangkan kedua telinganya. lalu menyetel music di hpnya dengan kencang. Fika mendengarkan music sampai tertidur.


ternyata hari sudah menjelang sore.


Fika pergi mandi. namun selesai mandi Fika bingung kegiatan apalagi yang harus dilakukannya. dan Fika memutuskan untuk berjalan jalan ke mall biasa Fika pergi. disana Fika berkeliling dan membeli yang diinginkannya. namun sebelum berkeliling Fika mencari tempat makan dahulu. karena siang tadi belum makan. emank Fika ada ngemil sedikit. di kamar Fika penuh dengan cemilan kesukaan Fika. karena Fika suka kelaparan. jadi suka mengemil.


saat berkeliking Fika memiliki ide untuk membeli kompor listrik saja. namun sebelum membeli Fika izin dahulu dengan Harry. Fika pun menelpon harry dan bertanya. jawaban harry tak masalah serta membolehkan. jadi di beli lah oleh Fika kompor listrik 1 tungku.


jam menujukan pukul 8 malam. Fika tadi berangkat dari rumah pukul 4 sore. sekitar 3 jam sudah Fika berada di mall itu. akhirnya Fika memutuskan pulang. sebelum pulang Fika membeli ayam goreng bergambar kakek tua. Fika membeli 4 paket. itulah nanti akan dibagi untuk kedua mertuanya 1 adik iparnya dan harry suami Fika.


sesampainya dirumah Fika langsung memberi ayam tadi ke adik iparnya. Fika menyisihkan 1 untuk harry. selebihnya diberikan pada adiknya dan meminta adiknya untuk dibagi kedua orang tuanya. dan langsung masuk kekamarnya.


baru juga beberapa hari tinggal dirumah mertuanya Fika sudah merasa tidak nyaman.


pukul 11 malam.


terdengar suara harry sudah balik dari kerjanya. Fika belum tidur malam itu. karena emank sengaja untuk mengajak harry berbicara secara 4 mata dan bicara dari hati ke hati. Fika ingin mengutarakan isi hatinya. bila dia merasa tidak nyaman tinggal bersama dengan mertua. niat hati ingin mengajak harry untuk mencari rumah kontrakan saja. maksud mereka hidup mandiri berdua saja.


harry masuk ke kamar.


"loh kok belum tidur tumben?" tanya harry pada Fika


" iya belum ngantuk. mau makan? tadi aq beli ayam goreng."


" bentar lagi ya sayang"


" mas.." panggil Fika


" iya sayang, ada apa?"

__ADS_1


" kita nyewa rumah aja yok"


" kenapa emank ada masalah apa? kan masalah kompor sudah selesai. sudah kamu beli kan kompor listriknya?"


" sudah sih mas. itu dia." sambil menunjuk sudut kamar. Fika meletakannya dsna.


" ya sudah, besok pagi kita coba ya."


" iya deh"


Fika tidak bisa menyampaikan isi hatinya dengan benar.


ke esokan paginya.


" mas, aku belanja ya. kamu pasang kompornya."


" iya sayang"


kembali lah Fika dengan beberapa tas kresek di tangannya. berisikan 1kg ikan, tahu, sayur kucai, cabe dan bawang.


ternyata harry belum bergerak memasang kompor.


" kok belum di pasang sih?"tanya Fika


" elleh, kan dirimu belum lagi racik racik. kok sibuk masang. santai ajalah nanti ku pasang itu."


" aku kan ngejar aku mau kerja lagi. biar cepat."


" ya udah racik aja lah dulu."


dibersihkan ikan itu ama Fika. dan dilanjut meracik sayuran serta merajang bawang dan cabe.


setelah selesai Fika memanggil harry lagi.


harry langsung mencari tempat untuk kompor listrik Fika.


" bagus kelen ya, belum lagi bantu bayar listrik udah sok sok an pasang kompor listrik." ucap ayahnya


Fika langsung berlari ke kamar. Fika seolah menjadi serba salah aja. itulah Fika ingin tinggal di rumah sendiri.


harry mengikuti Fika kekamar. mengajak lagi untuk kembali memasak. harry menyarankan untuk tidak mendengarkan perkataan ayahnya. yang terpenting jangan masukan kedalam hati. Fika sudah tidak minat dan mau bersiap saja berangkat kerja. harry keluar kamar dan marah ke ayahnya. sehingga terjadi percekcokan. masuklah abang abangnya harry. yang memank mereka bekerja diteras rumah itu. Fika tidak berani keluar dari kamarnya. ternyata harry dan ayahnya sudah dilerai abangnya. dan harry dibawa kedepan untuk diajak bicara. Fika tidak tau apa yang dibicarakan karena Fika masih tetap di dalam kamar. tidak lama kemudian harry masuk dan mencekek leher Fika. sambil berkata " udah kau lihat gara gara kau aku berantem ama ayahku. matilah kau!"

__ADS_1


Fika tidak bisa bernapas dan juga berbicara.


__ADS_2