
ke esokan harinya.
tiba tiba saja datang rombongan ayahnya harry beserta kepling, tetangga Fika yang sudah di tuakan, dan pula ustad. ntah apa tujuannya.
" assalamualaikum" ustad menngucap salam sembari masuk kerumah ibu Fik
" wa'alaikum salam. ada apa ini pak. yok masuk sini." seru ibu Fika.
memasuki lah para tamu itu dan duduk di ruang tamu rumah ibu Fika.
" saya datang mau membahas permasalahan anak kita. alangkah kita ini jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga anak kita. kan mereka sudah menikah biarlah mereka jalani kehidupan mereka." ucap ayah harry membuat Fika mendidih rasanya mendengar itu. maksudnya apa sebenarnya. kok seperti menyalahkan orang tua Fika. apakah dia tidak tau kelakuan anaknya seperti apa. bahkan dahulu tinggal dirumahnya pun Fika malah mereka yang mencampuri urusan rumah tangga Fika. yang pake acara melarang Fika membeli barang barang. adoh lelah lah Fika melihat ini. selalu bermain drama flyng fictim. mereka yang bersalah seolah mereka korban.
" gini ya pak, kami orang tua disini tidak ada niat mencampuri. namun saat Fika tinggal dirumah bapak Fika di siksa sampai tak tahan dan kembali kerumah kami. tak mungkin kami mengusir anak kami sedang hamil dan mengalami beban mental. namun kami tidak ingin memisahkan mereka kami silahkan harry tinggal di sini juga. tetapi bapak tidak tau kan kelakuan anak bapak pada adiknya Fika. sudah lah kami pun malu. karena itu aib anak kami. kemaren malam itu, Fika sendirilah yang mengusir harry dari rumah ini karena selama nikah Fika tidak di beri uang sama sekali sebagai nafkahnya. bahkan baru kami ketahui bahwasannya kemaren sewaktu melahirkan emas Fika di jual harry. karena Fika sudah lelah mungkin makanya seperti itu" papa dan ibu Fika menjelaskan.
" begini ya bu. kalau harry tidak bisa memberi nafkah ya karena harry masih ada tanggungan di Bank. kemaren kan untuk menikahi Fika. saya terpaksa menggadaikan surat rumah saya ke Bank. karena Fika saat itu kan minta di nikahi secara mendadak." ucap ayahnya harry.
__ADS_1
" owh pak, maaf ya. 3 tahun mereka sudah pacaran. waktu masih 1 tahun mereka pacaran kan bapak ke sini beserta keluarga dan Harry untuk melamar Fika. bertunanganlah. masa iya jangka waktu 2 tahun tidak cukup bagi harry menabung sampai harry harus minjam ke Bank. dan sebenarnya uang hantaran itu hanya berapa sih. saya kan tidak ada minta. ya saya bilang ke harry, ibu tidak jual anak. jadi sepantasnya saja berapa kamu menghargai Fika. dan ternyata 4 juta ya pak. maaf ya pak. kakaknya Fika janda di nikahi ama lajang orang padang itu yang saya sangka pelit ternyata dia dihargai 5juta itu 2 tahun sebelum Fika nikah pak. kok enak kali bapak bicara seperti itu. seolah saya minta banyak" tegas ibu Fika yang sebenarnya sudah geram sekali.
" udah bu gini aja. Fika semenjak disini banyak di pengaruhi. jadi tidak patuh ama suaminya. sudah biarkan mereka menyewa. saya yang membayarkan sewanya. saya bertanggung jawab. uang belanja pun akan saya kasih." ucapnya ayah harry lagi.
" udah bu, gak usah di dengar mulut dia itu. emang setan itu. pandai kali mutar balik fakta." ujar Fika dari kamar..
" tuh lah kau kan gitu sudah macem hebat kali dirimu. emang apa yang kau beri ama anak ku. kau saja tidak melahirkan normal. cari cara enak dan sebenarnya kau itu tidak bisa di bilang seorang ibu." ucap lagi ayah harry.
" egh, bagus mulut kau. waktu dulu aku tinggal di rumahmu. sapa yang kasih makan kalian?? haaaa. . aku ini. mau anakku lahir normal atau operasi tidak ada hubungannya. kalau aku bukan ibu lantas kau ibunya. kau yang mengeluarkan anak ku." gerang Fika semakin geram.
" kepala atok kau, kau mau bagus. yang ada kau datang malah seolah olah menyalahkan orang tuaku. anakmu kau bilang sabar aku yang habis di pukuli. memang orang tua sama anak sama saja" ucap Fika
" udah pak, udah pak tak pantas bapak melawan Fika. bapak bilang mau mendamaikan kok jadi bapak mengolok olok Fika" ucap papa Fika.
ibu Fika menarik tangan Fika dan mengelus dada Fika agar Fika bersabar dan memberi tahu jangan dengarkan apapun kata kata darinya.
__ADS_1
" pak, anak bapak itu harus belajar agama ya pak. masa iya dia melawan mertuanya." ucap ayahnya harry lagi.
" egh, bagus kau ya. aku ini paham agama. anakmu itu yang belajar agama. baca iqro saja tidak bisa kok. sholat pun tak pandai. tak usah kau buang kesalahan aku." ucap Fika lagi.
ibunya Fika menarik lagi dan mengunci Fika di kamar.
" udah pak. gimana nya maksud bapak datang kesini. sudah jangan salahkan Fika saja. saya bukan membela Fika. tetapi bapak juga salah meladeni Fika." ucap papa Fika.
" seperti tadi saya bilang, biarkan mereka menyewa saja. saya yang akan menanggung. saya minta sama bapak untuk jangan mendukung perpisahan anak kita. berdosa loh." ucap ayah harry.
" saya akan membujuk Fika sabar ya jangan buru buru biarkan Fika tenang. saya tidak mau memaksa anak saya. kalau Fika mau ya lanjutkan" ucap papa Fika.
" ya sudah begitulah saja pak. kami tidak enak dengan kejadian ini." ucap kepling.
" iya pak, maafkan Fika. dia masih muda dan dia pun baru saja lahiran. kalau bisa jangan sampe stres. jadi saya belum bisa memberi kabar dengan cepat." ucap papa Fika.
__ADS_1
pulanglah para tamu tadi.