Tentang Fika

Tentang Fika
Drama wawak Fika part 2


__ADS_3

malam itu wawak Fika pulang dari klinik. namun tidak balik ke rumah orang tua Fika. dia tinggal di rumah nenek Fika yang di tempati oleh sepupu Fika.


pagi harinya papa Fika meminta Fika untuk tidak usah bekerja. menjaga nenek saja di rumah nanti akan di kasih imbalan senilai 50 ribu. karena hari ini hari sabtu papa Fika gajian. papa Fika bekerja sebagai tukang cat. sama seperti tukang bangunan hari sabtu mereka gajian. padahal sebenar bisa saja Fika tetap pergi kerja. karena hanya palingan 2 jam Fika bekerja. namun papa Fika tak mau mamanya di tinggal. ya sudah Fika pun memenuhi permintaan papanya. Fika hanya keluar sebentar menjemput Fikri sekolah. jujur sebenarnya Fika masih kesal dengan wawaknya. namun Fika mencoba menahannya.

__ADS_1


seharian Fika menemani neneknya bersama juga dengan Fikri dan Fakhri. Fika mengurus semua keperluan neneknya bahkan sampai membersihkan kotoran neneknya yang buang air besar.


sore hari papa Fika pulang barulah Fika kembali ke rumahnya dan membereskan rumahnya. papa Fika pun memberikan imbalan yang di janjikan pagi tadi. Fika pun menerima. kan rezeky tak mungkin di tolak lagian kan Fika tak minta tapi di beri. habis magrib kakak Fika pulang papa Fika meminta kakaknya untuk menemani nenek dahulu karena papa hendak pergi. tak tau perginya kemana tetapi ternyata papa Fika hanya sebentar dan pulang dengan wawaknya. ternyata papa Fika menjemput wawaknya Fika. rupanya pun wawak Fika hanya datang sebentar dan pergi lagi di antar papa Fika. rupanya wawaknya hanya mengambil bajunya saja. Fika pun semakin kesal. tujuan awal datang dari bandung kan untuk merawat nenek. jadi kalau takut merawat nenek di rumah orang tua Fika. ya tinggal di rumah nenek kan bisa. jadi gak merepotkan orang seperti ini jadinya. Fika ingin menyampaikan itu tetapi wawaknya Fika sudah pergi di antar papa Fika balik ke rumah nenek Fika.

__ADS_1


esok pagi datang lagi Fika pun mengancam. kalau mau rawat nenek bawa saja tinggal balik ke rumah nenek. gak usah di sini. kalau gak mau bagus pulang ke bandung aja. awas aja sampai Fika pulang kerja tidak ada pilihan. Fika berkata seperti itu sambil berangkat kerja.


sepulang Fika kerja. papa Fika bilang bahwa wawak udah balik ke bandung. papa Fika marah dengan Fika. bagaimana dengan kehidupan nenek dan papanya. dari mana mau makan karena tidak bisa bekerja. Fika pun menjawab dengan amarah. kenapa tanya ke Fika. apakah Fika juga yang tak punya suami merepotkan papa selaku orang tua. Fika pun bilang makanya papa itu mama kemaren bagus kasih makan papa pun gak bisa mengantar belanja aja. padahal di sana mama jualan sampai malam jam 12. nanti di suruh jemput pun gak bisa. papa ini gak usah aneh kali lah nenek bisa di tinggal bentar. Fika kasihan kadang mamanya jalan dari tempat jualan pulang ke rumah. lagian emang anaknya pun gak ada yang ngerti mau jemput. Fika lah yang selalu jemput. jangan minta Fika. Fika sendiri saja mencari untuk anak anaknya. itulah ucapan Fika. sangking kesalnya.

__ADS_1


emang sebenarnya wawak Fika datang awalnya karena kakak tertuanya yang tinggal di sebelah rumah nenek Fika meninggal dunia. itulah dia datang sekaligus menjenguk orang tuanya. sebenarnya Fika sudah bilang. bawa saja ke bandung. karena di sini jadi beban papa Fika. lihat saja karena nenek Fika terjadi perpisahan. padahal pernikahan orang tua Fika sudah puluhan tahun. sudah memiliki 5 cucu. tak pernah ada pertengkaran walaupun papa Fika jarang bekerja. mamanya Fika tetap sabar. mama Fika sama seperti Fika orangnya mau kerja apapun asal halal. sebenarnya Fika lah yang meniru mamanya. menjadi mama yang kuat menjalani hidup. mengerjakan semua hal tanpa malu dan gengsi. papa Fika ini hanya malas kerja saja. kalau kasar tidak. karena selama Fika hidup belum pernah Fika melihat mamanya di pukul papanya. sedari dahulu hanya masalah ekonomi namun bisa di atasi. ini karena asli papa Fika tak mau bekerja setelah adanya nenek Fika. padahal kan papa Fika tetap berkewajiban menafkahi istrinya. namun papa Fika berdalih kan ada rumah sewa. tetapi sekarang mana ada lagi rumah sewa? karena sudah di tempati mama Fika. yang lain di tempati kakak Fika dan yang biasa di kostkan di tempati Fika. mama Fika sengaja pindah rumah karena menghindari pertengkaran dan tuntutan papa Fika akan uang rumah sewa. karena apa lebih giat mama Fika bekerja makanya bisa bangun rumah sewa. sedari sebelum nikah mama Fika sudah berjualan sampai nikah punya anak 1. lalu membuat makanan alen alen biasa bahasa jawa namanya klanting. itu di antar di pasar dan grosir bahkan sempat masuk supermarket dan mall. selain itu ibu Fika juga tetap jualan di rumah dan bekerja sebagai buruh cuci juga. bayangkan semua di kerjakan nya. sama lah seperti Fika apapun yang menghasilkan uang halal pasti di lakukan. emang kalau mau di bilang jujur gaji dari papa Fika hanya cukup untuk makan. bagaimana dengan sekolah 4 anaknya. syukur saja abang Fika hanya sampai SD. kakak Fika pun hanya sampai SMP. Fika yang bisa menamatkan sampai SMA dan adik Fika sampai kuliah S1 itu karena beasiswa dan bantuan juga kerja keras mama Fika. papa Fika berdalih anak anaknya sudah besar minta lah ke anak anak nya. namun mama Fika bukan orang yang seperti itu. mama Fika aja sungguh perihatin dengan kehidupan anak anaknya. bagaimana tidak bukan nasib rumah tangga Fika saja yang buruk. kakak Fika lebih lebih parah. karena suaminya pemakai narkoba. walaupun bekerja uangnya habis untuk narkoba. kakak Fika bekerja menafkahi dirinya sendiri, anaknya serta suaminya. abang Fika belum lagi menikah tak tau di mana jodoh abangnya. bagaimana mama Fika sampai hati meminta ke anak. walaupun saat itu adik Fika sudah selesai kuliah dan sudah mengajar di sekolah tingkat SMA di daerah Pekan baru. namun gajinya masih kecil.


__ADS_2