Tentang Fika

Tentang Fika
Awal kehidupan Fika di kosan Tanggerang Poris


__ADS_3

Fika tiba di tanggerang sekitar pukul 4 sore. Fika berangkat dari Bekasi pukul 2 siang. Fika melakukan perjalanan Bekasi - Tanggerang dengan kereta api.


setiba di stasiun Poris Tanggerang. Fika di jemput Y dan langsung menuju kosan yang sudah di bayar Y. sesampai di kosan Fika pun berbenah kamarnya. Y izin pergi sebentar, Fika tak tau mau kemana si Y. ternyata si Y belanja membelikan Fika rice cooker, dispenser beserta air galonnya. Y berkata untuk menghemat. masak saja sendiri nasinya. kalau lauk tinggal tunjuk di warteg depan kosan. tepat depan kosan Fika ada mesjid yang lumayan besar. di sebelahnya ada warteg. setelah itu Y izin lagi pergi. dan Fika pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya karena sudah beberes. kamar mandi Fika pisah dengan kamarnya ya. karena Fika memilih harga kosan yang murah di sebabkan Fika belum mendapat kerja. kan tidak mungkin si Y yang membayar kosan Fika.


selesai Fika mandi balik ke kamar, di depan pintu kamarnya ada sekantong plastik belanjaan dan segoni beras. Fika masuk serta membawa masuk belanjaan dan beras. Fika lalu mengambil Hp dan menghubungi Y. ternyata Y yang belanja dan Y sudah balik ke tempat kerjanya lagi. karena Y sedang bekerja dan tadi izin keluar sebentar saja untuk membantu Fika.


di buka Fika kantong belanjaan berisi perindomiean, susu, buah, roti, gula, teh, keripik dan aneka percemilan. bahagianya Fika di buat si Y emang. lalu Fika pergi memasak nasi untuk makan malamnya nanti. dan sehabis masak Fika keluar mencari lauk di warteg. Fika membeli tempe orek dan kikil saja untuk lauk makannya malam itu. selesai makan Fika istirahat lah. besok saja Fika akan keliling mencari pekerjaan.


subuh Fika mendengar azan. Fika pun berusaha bangun dan beranjak sholat. Fika pergi wudhu dan balik ke kamar sholat. selesai sholat Fika jalan pagi. sambil mencari sarapan dan keliling melihat lihat siapa tau ada lowongan kerja yang dapat menerima Fika untuk bekerja. sekitar pukul 9 pagi Fika balik ke kosan dan sarapan. tetapi Fika tak mendapatkan hasil untuk bekerja. Fika berusaha untuk tetap semangat agar tak putus asa. tiba tiba saat makan Fika di datangi oleh bapak pemilik kos. bapak bilang di panggil ibu. Fika pun turun setelah selesai makan. dan ternyata ibu kos meminta Fika untuk menyetrika pakaian keluarganya. agar ada uang untuk pegangan Fika walaupun tak banyak. Fika pun tak pernah mau merasa malu malah Fika merasa bersyukur akhirnya ada pemasukan. setelah selesai, Fika di berikan lauk untuk makan siang oleh ibu kos. syukur lagi Fika tidak keluar uang beli lauk. karena kan Fika tidak punya uang. masih ingatkan saat pergi ke Jakarta Fika tidak membawa uang. Fika hanya membawa gelang dan cincin emasnya. gelang itulah yang di jual Fika dan untuk pegangan Fika untuk kehidupan sambil menunggu dapat kerjaan.


saat magrib ingin mengambil wudhu, namun di kamar mandi sedang ada orang mandi, Fika pun menunggu. ternyata itu tetangga sebelah kamar kos Fika. selesai Fika sholat, kamar Fika di ketuk oleh tetangga sebelah kamar. " mba tadi aku lihat di kamar mbak ada dispenser. bisa minta air panasnya. aku mau buat kopi." ucapnya.


" oh, boleh. mana kopinya biar aku seduh."


karena hal itu berkenalan Fika dengan si anto. iya ini kosan ada cewek dan cowok. anto ini bekerja di sebuah bengkel yang tak juh dari kosan.


" orang apa mbaknya?"tanya anto pada Fika


" jawa mas" jawab Fika


" oh, gawi nangndi mbake.?"

__ADS_1


oh my god, Fika suku jawa namun lama di medan membuat Fika tak paham dengan bahasa jawa. Fika keseharian hanya memakai bahasa indonesia biasa.


" gawi opo mas?"


" gawi kerja loh mbak. katanya orang jawa kok gak iso ngomong jawa." ucap anto sambil nyengir.


" haaaa haaaa... aq asli medan biasa ngomong bahasa indonesia aja."


" oalah mbak mbak. jadi kerja dimana mbaknya?


" belum kerja mas, ni lagi cari kerjaan."


" boleh mas. ma kasih yo mas."


keluarlah Fika dan anto berkeliling. sejam mereka kembali. namun sebelum jalan anto menawari makan.


pergilah mereka ke sebuah warung. Fika memilih makan nasi goreng begitu juga anto.


selesai makan barulah mereka kembali ke kosan.


beberapa hari ni tiap pagi aku berkeliling Poris sendirian. malamnya baru aku pergi dengan mas Anto dan berakhir makan malam. mas Anto juga tiap malam buat kopi dengan air panas ku.

__ADS_1


siang ini Pak Haji memanggil semua anak kos. dia izin pergi umroh dan meminta kami untuk tidak melakukan perbuatan terlarang. karena akan ada warga yang akan menggerebek kalau terjadi sesuatu. saat perkumpulan anak kos itu Fika mengenal seorang perempuan bernama erny dia adalah seorang pengajar didik tingkat SD tidak jauh dari kosan. ternyata erny berasal dari Daerah Sumatera Utara juga namun dia lebih tepat kampungnya di Siantar.


habis magrib erny mengajak Fika nongkrong untuk sekedar ngopi sambil mengobrol. mas Anto malam itu pulang telat. sehingga saat Fika pulang sekitar pukul 9 malam Anto kecarian. " darimana mbak Fika?"


" aku pergi dengan erny ngopi."


" kok gak ngajak aku?"


" olah erny kan belum kenal dengan mas Anto."


" okey lah. jd malam ni aku libur ngopi lah.boh ya mbake wees mangan?"


" sudah mas. tadi ama erny makan pecel lele."


" oh, ya udahlah padahal aku belum makan nungguin mbake".


" hahaahahaa... ngapain nungguin aku. aneh aja lah mas ni. wess lah aku masuk ya mau tidur."


" okey lah mbak mimpi indah ya."


Fika langsing mengunci pintu. dan merasa bingung dengan tingkah mas Anto. kenapa pula harus menunggu Fika untuk makan saja. ntah mungkin dia ada rasa dengan Fika. tapi pasti dia belum tau kalau Fika sudah memiliki pacar yaitu si Y. oh ya q bilang si Y pacar karena emang kami pacaran ya. toh Fika sudah mengajukan gugatan cerai walaupun belum putusan sudah Fika tinggal pergi ke Jakarta. sebelumnya pun kan Fika dan harry sudah pisah 1 tahun dan harry tak ada memberi nafkah apapun jadi secara agama kami sah bercerai. hanya tinggal menunggu surat dari pengadilan agama saja. oh ya perlu di catat yang membuat pengajuan gugatan cerai itu Fika ya. karena Fika sudah menunggu ucapan ayah harry yang tak kunjung di lakukannya. padahal waktu itu dengan lantang ayahnya berkata dengan bulek Fika di depan rumah bulek Fika sampai seluruh gang semua keluar dan menyaksikan.

__ADS_1


__ADS_2