
Fika berada masih berada di Bogor karena Fika belum biasa mengembalikan biaya yang di keluarkan teman lamanya untuk kepergian Fika ke Jakarta.
setelah 2 malam di hari ke 3 nya. siang pukul 12 kakak Fika mengabarkan akan mentransfer dan meminta no rekening. di kirimlah uang ke rekening teman lama Fika senilai 1,1 juta. setelah di cek dan sudah masuk barulah Fika keluar dari rumah teman lamanya itu. Fika pun buru buru lari. namun tak tau jalan untuk keluarnya. akhirnya Fika bertanya tanya untuk sampai keluar dari gang itu. Alhamdulillah Fika sudah berada di jalan. Fika pun menelpon J. memberitahukan bahwasanya Fika sudah keluar dan akan ke stasiun. pergilah Fika ke stasiun mengendari ojek pengkolan. sesampai stasiun Fika langsung memesan tiket ke Buaran. Buaran itu nama daerah di sekitar Bekasi ya gaes.
oh ya. nanti kita ketahui ya. darimana uang yang di transfer kakak Fika.
jam 6 sore Fika sampai di Buaran. namun ada kenangan yang sangat teringat oleh Fika saat dalam perjalanan di kereta api. saat itu Fika sungguh sudah lemas karena belum ada makan apapun selama 3 hari itu. emang Fika di beri makanan oleh temannya itu. namun karena takut Fika tidak berani memakannya. minum pun saja tak berani. ada seorang ibu ibu duduk di sebelah Fika mungkin dia memperhatikan Fika yang sudah sangat lemas. di berinya Fika sebuah roti. namun karena di dalam kereta api pun tak boleh makan terpaksa Fika menunggu saat transit nantinya makan. Ibu itu bertanya kenapa Fika bisa nampak lemas. Fika pun menceritakan singkat peristiwa kejadian itu. dan ternyata ibu itu juga adalah orang medan juga. ibu itu turun di salah satu stasiun dan Fika sudah saling bertukar nomor hp. sebelum turun ibu itu memberikan selembar uang kertas berwarna merah. sungguh kaget Fika karena kok masih ada orang baik ya.
__ADS_1
Fika turun di stasiun manggarai untuk ganti jurusan kereta api. namun sebelum ganti Fika singgah beli minuman dan memakan roti dari ibu tadi. Fika duduk dahulu karena itu sudah sore. itu adalah jam sibuk banyak orang pulang kerja. jadi padatlah kereta api. Fika tak mau berpadatan karena pasti tak kan mendapatkan bangku untuk duduk. setelah tak padat barulah Fika menaiki kereta api lagi.
begitu sampai Fika di jemput oleh kakak Ipar J. kakak ipar J itu masih muda umurnya di bawah Fika. namun Fika menghormati tetap memanggil kakak karena itu adalah kakak iparnya J. J tidak bisa menjemput karena sedang bekerja.
jam 8 J pulang dan mengobrol dengan Fika. banyak yang mereka obrolin hingga hampir larut malam. barulah Fika masuk ke kamar untuk tidur.
J meminta Fika untuk tinggal dengannya dirumah abangnya dahulu sampai mendapatkan pekerjaan. namun Fika cukup pusing gimana Fika caranya mendapatkan pekerjaan kalau Fika mau keluar saja tidak di izini J. alasan nanti bahayalah. J itu menjanjikan akan memberi pekerjaan. Fika pun menurut saja. namun yang membuat Fika akhirnya berat hati dan ingin keluar dari rumah itu adalah karena si J memutuskan hubungannya dengan tunangannya. selama Fika berada di rumah itu J tak mau lagi menjumpai tunangannya. malahan J sibuk mengajak Fika berkeliling kota Jakarta.
__ADS_1
pernah suatu hari J sudah berjanji dengan tunangannya akan pergi undangan ke acara pernikahan teman mereka. tetapi J malah mengajak Fika pergi ke Kota Tua di pusat Jakarta. dan di sanalah J menanyakan apa yang terjadi dengan Fika dan suami. Fika pun menceritakan seluruhnya. namun yang membuat Fika kaget sebelum mereka kembali J menyatakan perasaannya pada Fika. selain J, abangnya serta kakak iparnya lebih setuju J dengan Fika daripada tunangannya. Fika bingung, Fika merasa sudah merebut kebahagian tunangan J dengan merebut J. hampir sebulan Fika tinggal dirumah itu tanpa penghasilan namun apa yang di butuhkan Fika di berikan J. Fika tak mau berhutang budi lebih banyak lagi. akhirnya Fika mencoba lagi menhubungi Y. dan Y merespon. Y berkata untuk bertemu di Tanggerang. akhirnya Fika pergi ke Tanggerang untuk menemui Y. awalnya Fika hanya meminta tolong untuk di carikan pekerjaan saja. karena Fika tidak ingin hidupnya bergantung dengan siapa pun.namun Y menyarankan lebih baik cari kosan saja dahulu. kalau kerja nanti itu akan mudah katanya. dan selama 2 jam Fika dan Y berkeliling mencari kosan. namun belum juga ketemu dengan kosan ataupun kerjaan. akhirnya Fika pulang lagi kerumah J. Y menjanjikan akan mencarikan dan mengabari Fika. sehingga Fika menunggu saja di rumah J.
saat perjalanan Bekasi ke Tanggerang Fika menggunakan kereta api ya. dan saat di dalam kereta api Fika bertemu dengan orang orang baik yang menanyakan Fika. dan mereka memberikan uang kepada Fika. sebenarnya Fika malu. Fika tidak berniat sedikit pun untuk mengemis namun mereka hibah dengan cerita Fika. hampir seluruh penumpang gerbong memberikan sedikit r3zeki mereka pada Fika. Fika pun menjadi pusat perhatian. Fika sungguh malu sebenarnya. sangat sangat malu. karena Fika tak pantang untuk mengemis karena masih mampu bekerja. namun tak mungkin juga Fika menolak rezeky yang di berikan.
saat kembali ke Bekasi Fika pun bertemu dengan teman SMA nya. dan sempat juga Fika mengobrol. dia juga memberikan nomor hp nya. dan berkata " kalau ada apa apa, atau perlu bantuan aku telpon aku saja."
sungguh Fika di kelilingi orang orang baik. katanya Jakarta Ibu kota yang kejam. tetapi yang di jalani Fika tidak lah seperti kata pepatah. karena belum Fika jumpai orang yang jahat kecuali teman lama Fika. sebenarnya Fika masih memaklumi teman lamanya berbohong karena suka dengan Fika namun caranya lah yang salah. andai dia jujur pun tak kan mungkin Fika sampai di Jakarta lagi.
__ADS_1
beberapa hari dari itu Y menghubungi Fika. Y melalukan panggilan video ke Fika untuk menunjukan kamar kost yang akan di tempati Fika. saat itu sudah sekitar pukul 6 petang. dan saat makan malam bersama keluarga J. Fika memohon izin untuk pamit akan pergi ke Tanggerang. sebenarnya J tidak mengizinkan karena Fika kesana belum mendapatkan pekerjaan. J takut Fika kejebak lagi seperti yang dulu. namun ntah kenapa Fika yakin ke Y. karena dari awal Fika pergi ke Jakarta pun untuk bertemu dengan Y.