Terang Dalam Gelapku

Terang Dalam Gelapku
10


__ADS_3

Sementara malam itu saat Brian menyalurkan hasratnya, dia selalu memakai pengaman, karena dia tidak mau kekasihnya itu hamil hingga memiliki anak. Menurut Brian menikah apalagi memiliki anak adalah hal yang sangat merepotkan dan membuat pergerakannya menjadi terbatas.


Brian berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi lalu membersihkan tubuhnya hingga berkali-kali. Dia merasa jijik dengan wanita yang mau diajak tidur pria hanya demi uang dan kepuasan di ranjang. (Jijik tapi masih mau juga lo! Dasar pria brengsek!)


" Sial! Selalu saja langsung dan pake pengaman!?" ucap kekasihnya dalam hati. Brian memang hanya memakai sekali dan bermain sekali saja pada satu wanita dan dia pantang melakukan foreplay. Brian keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang telah rapi, dia duduk untuk memasang kaos kakinya. Wanita itu mendekati Brian dengan tubuh toplesnya, lalu jongkok di hadapan Brian. Tiba-tia dia ingin mengecup bibir Brian saat Brian mengangkat wajahnya. Dengan cepat Brian menghindar dan wajahnya menggelap! Plakkk! Suara tamparan itu menggema di dalam kamar itu. Brian menampar kekasihnya yang baru sejam yang lalu telah memberikan kepuasan padanya itu hingga dia terjerembab ke lantai dengan sudut bibirnya yang berdarah dan pipi yang merah dengan cap tangan Brian.


" Beraninya kau menyentuhku!" teriak Brian.


" Ma...maaf!" kata wanita itu sambil menundukkan wajahnya.


" Kamu hanyalah seorang wanita ******! Cuih! Pergi! Sebelum aku membunuhmu!" teriak Brian kesal sambil melempar selembar cek ke wajahnya. Dengan cepat wanita itu berdiri dan memakai pakaiannya lalu memungut cek yang dilempar oleh Brian. Dia pergi keluar kamar Hotel itu dengan menangis. Wanita sialan! Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu padaku! batin Brian, lalu dia menelpon seseorang. Brian tidak pernah berciuman dengan wanita manapun karena menurutnya ciuman adalah satu hal yang bisa berujung menjadi banyak hal dan itu akan menjadi sebuah kelemahan, dia tidak mau menjadi lemah dihadapan siapapun terlebih seorang wanita. Brian adalah seorang pengusaha, dia suka ke club dan gila kerja tapi dia bukan pemabuk atau penggila xxx. Dia melakukan itu pertama kali karena dijebak oleh teman-temannya, dia diberikan obat perangsang saat dia menghadiri pesta sahabatnya. Dan kejadian itu kira-kira dua tahun yang lalu. Dan yang kedua adalah enam bulan setelahnya, saat dia ditantang temannya karena dia dikatakan penyuka sesama jenis akibat teman-temannya tidak pernah melihatnya intim dengan wanita manapun walaupun dia selalu mengajak wanita-wanita cantik jika menghadiri pesta dan acara-acara penting. Brian adalah pria yang memiliki harga diri setinggi langit, saat ada yang menantangnya, dia pantang menyerah. Maka di depan teman-temannya dia melakukan itu dengan kekasihnya, tanpa ekspresi, tanpa apa-apa hanya penyatuan saja. Brian pada dasarnya memiliki libido yang sangat tinggi, tubuhnya mudah terangsang, oleh karena itu dia selalu menghindari pesta-pesta gelap dan terlarang. Semalam adalah pengecualian. dia banyak mendengar tentang Nabil yang sangat taat pada agamanya, karena itu dia ingin tahu sekuat apa iman Nabil, hingga dia harus memastikan sendiri akan hal itu. Dan dia telah membuktikan bahwa iman Nabil tidak sekuat itu.


Pagi jari berikutnya Nabil masuk seperti biasa seakan tidak terjadi apa-apa.


" Ini dokumen relasi kita yang kemarin, periksalah!" kata Danis pada Nabil.


" Iya, Pak!" jawab Nabil datar.


Sesekali Danis menatap asistennya itu dan bertanya-tanya kenapa Nabil terlihat berbeda. Mereka melakukan verifikasi pada dokumen itu hingga siang hari.


" Berikan pada Norma jika sudah selesai!" kata Danis lagi.


" Baik Pak!" jawab Nabil.


" Jika kamu ingin makan siang, pergilah!" ucap Danis.


Nabil menganggukkan kepalanya lalu merapikan dokumennya dan keluar dari ruangan Danis. Danis melihat tingkah asaistennya itu dengan perasaan kasihan, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa.


Nabil kembali mengingat kejadian saat pagi tadi hingga membuat Nabil mandi berkali-kali karena merasa jijik dengan tubuhnya. Dia meratapi nasibnya, kenapa Allah memberikan cobaan seperti ini padanya? Kenapa? Apa salahnya? Apa dosanya? Padahal tidak pernah sekalipun dia meninggalkan perintah-Nya ataupun melakukan larangan-Nya. Dia merasa Allah tidak adil padanya. Dia marah, imannya goyah.


Dibukanya pintu ruangan Norma tanpa mengetuk terlebih dahulu. Sisi liarnya yang selama ini dia coba hilangkan, sekarang dia keluarkan.


" Norma!" panggilnya.

__ADS_1


" Ya?" Norma menjawab dan mengangkat kepalanya, dia terkejut melihat Nabil menatapnya dengan senyuman yang tidak pernah menghias bibir pria itu. Jantungnya sontak berdetak kencang.


" Ini dari Pak Danis!" ucap Nabil mendekati meja Norma dan menyodorkan beberapa dokumen. Tapi Norma hanya diam terpaku, bengong sambil tak lepas memandang Nabil.


" Norma! Hei!" panggil Nabil sambil menjentik jari jempol dan telunjuknya.


" Eh, i...iya!" jawab Norma gugup lalu menerima dokumen dari Nabil.


" Makasih!" jawab Nabil, lalu dia memutar tubuhnya dan melangkah keluar, tapi dia berhenti saat di pintu.


" Mau makan siang bareng?" tanya Nabil sambil memutar tubuhnya menghadap Norma. Norma lagi-lagi melongo mendengar ajakan Nabil, karena dia tahu Nabil bukan tipe cowok yang suka mengajak teman wanitanya jalan. Jangankan mengajak pergi, berbicara saja harus ada orang lain.


" Kok diam? Mau gak?" tanya Nabil lagi aambil mengulas senyum mautnya.


" Kenapa? Takut ketahuan tunangan lo?" tanya Nabil lagi.


Norma masih belum sadar dari rasa terkejutnya.


" Ok, kalo nggak mau!" ucap Nabil memutar tubuhnya akan keluar.


Jantung Norma berdegup kencang, dia tidak percaya jika Nabil mengajaknya makan siang. Dia memang sangat menyukai Nabil, tapi dia telah bertunangan dan akan menikah 2 minggu lagi.


Karyawan yang melihat kebersamaan Nabil dan Norma kaget terlihat kaget dan bengong karena selama ini mereka mengenal Nabil sebagai pribadi yang soleh dan sopan, jangankan jalan dengan perempuan, bicara saja nggak pernah jika hanya berdua dengan perempuan. Nabil selalu menjaga jarak dengan teman wanita sejawatnya, terutama perempuan.


" Nggak salah tuh?" tanya seorang karyawan wanita.


" Iya! Apa bener itu Pak Nabil?" sahut yang lain.


" Sejak kapan dia deket sama perempuan?" ucap satu lagi.


" Iya! Sama Norma lagi! Bukannya dia mo nikah!" kata satunya lagi.


Kebersamaan Nabil dan Norma menjadi trending topik di perusahaan Manf Corp.

__ADS_1


" Lo kapan nikah?" tanya Nabil saat mereka sedang menikmati makan siang di cafe perusahaan hanya berdua dengan dilihat oleh puluhan karyawan yang sedang menikmati makan siangnya.


" 2 minggu lagi!" jawab Norma.


" Nggak sayang, masih muda udah nikah aja?" Mabil mulai memainkan jurusnya.


Entah darimana datangnya semua keahlian itu, tapi saat ini yang ada di kepala Nabil hanya bagaimana cara untuk bisa memainkan semua wanita agar tunduk dan memujanya.


" Gue udah 26 tahun, Pak!" kata Norma.


" Nabil aja! Biar akrab kedengarannya!" kata Nabil.


" Pada liatin kita semua!" kata Norma lagi.


" Cuek aja!" jawab Nabil.


Kemudian mereka makan dan sesekali bercerita. Nabil selalu menatap bibir Norma saat gadis itu bicara.


" Kenapa,sih, kok liatin terus?" tanya Norma salah tingkah.


" Bibir kamu seksi!" sahut Nabil.


" Gombal! Kamu pinter ngerayu sekarang!" kata Norma.


" Serius! Pasti cowok kamu dah sering ma*** guh bibir!" kata Nabil langsung.


" Nabil! Apa'an sih?" kata Norma semakin malu, pipinya merona.


" Gue mau dong nyoba!" goda Nabil.


" Na...Nabil! Kamu..."


" Ayo balik! Sudah selesai jam makam siangnya!" kata Nabil santai.

__ADS_1


" Eh, iya!" balas Norma gugup.


" Apa nanti malam lo kosong?" tanya Nabil tiba-tiba.


__ADS_2