
Pranggg! Foto yang berada dinding kamar Fatma terjatuh dengan sendirinya. Fatma yang baru selesai shalat sunnah witir di musholla kaget saat masuk melihat fotonya dengan Nabil saat kecil terjatuh dan pecah.
" Astaghfirullah! Ada apa ini? Lindungilah calon suami hamba Yaa Allah! Aamiin!" do'a Fatma.
" Apa yang pecah, nak?" tanya Salma yang telah berdiri di pintu kamar anak gadisnya.
" Foto Fatma sama Nabil, Ummi!" jawab Fatma.
Ummi duduk dikursi belajar Fatma.
" Masya Allah! Semoga Nabil selalu diberikan perlindungan Allah SWT!" do'a Salma juga.
" Aamiin! Trima kasih, Ummi!" balas Fatma.
" Coba kamu hubungi dia, nak? Kuatir ada apa-apa!" suruh Salma.
" Iya, Ummi! Tapi besok, ya, ini sudah malam!" kata Fatma.
" Astaughfirullah! Iya! Ummi sampe lupa!" kata Salma.
" Akhir-akhir ini Kak Nabil sepertinya sibuk! Dia sudah jarang WA Fatma, ummi!" kata Fatma.
" Mungkin memang sibuk!" kata Salma.
" Iya Ummi!" jawab Fatma.
" Kapan kalian terakhir bertemu?" tanya Salma.
" Saat Abi kecelakaan itu!" kata Fatma.
" Itu 3 hari yang lalu! Ummi juga gak pernah lihat dia datang jenguk Abimu!" kata Salma.
" Iya, Ummi! Semoga tidak ada apa-apa!" kata Fatma sedih.
" Coba besok kalo telpon bilang sama dia kalo Abimu pengen bicara tentang kalian!" kata Salma.
" Iya Ummi!" balas Fatma.
" Abi akan menanyakan tentang rencana lamaran dan pernikahan kalian!" tutur Salma yang membuat pipi Fatma merona merah.
" Iya, Ummi!" jawab Fatma malu
Ummi hanya tersenyum melihat tingkah putrinya, tanpa terasa airmatanya menetes dipipi.
" Masya Allah, Ummi! Apa Fatma telah menyakiti hati ummi?" tanya Fatma sedih.
__ADS_1
" Tidak, Nak! Ummi hanya sedikit merasa berat melepas kamu pergi saat menikah nanti!" ucap Salma.
Fatma menatap wajah sedih Umminya, lalu di peluknya Umminya dengan erat.
" Fatma akan sering meminta Kak Nabil untuk menemani Fatma mengunjungi Ummi dan Abi!" kata Fatma dengan airmata yang membendung dikedua matanya.
Ummi menganggukkan kepalanya dan mengelus kepala yang tertutup khimar berwarna peach itu.
" Sudah malam! Besok bukannya kamu ada acara sama Abang?" tanya Ummi.
" Iya, Ummi!" jawab Fatma sambil menghapus airmatanya yang terjatuh.
" Ummi keluar dulu! Assalamu'alaikum, Ya Qolbi!" ucap Ummi.
" Wa'alaikumsalam, Ummi sayang!" jawab Fatma dengan senyuman.
Ummi dan Abi memang terkadang memanggil Fatma Ya Qolbi yang artinya hatiku. Karena Fatma adalah buah hati perempuan mereka satu-satunya. Ummi meninggalkan Fatma setelah menutup pintu kamar putrinya itu. Fatma mengunci pintu kamarnya dan membuka akaian dan khimarnya. Digantinya pakaiannya dengan sebuah daster. Mulutnya beberapa kali terbuka, tanda kantuk menyerangnya. Dia berbaring lalu membaca do'a sebelum memejamkan kedua matanya dwmgan posisi tubuh miring ke kanan.
Di sebuah ruang temaram, terlihat 2 anak manusia sedang terbaring di atas ranjang dengan peluh membasahi tubuh mereka. Ahhh! Ternyata seperti ini rasanya surga dunia! Nikmat sekali! batin Nabil yang telah melepaskan hasratnya berkali-kali pada Norma sehingga Norma merasa lemas.
" Capek?" tanya Nabil yang mengusap rambut Norma.
" Banget! Kamu ganas banget!" ucap Norma manja sambil mengusap dada Nabil.
" Tapi aku capek!" kata Norma.
" Bersihkan tubuhmu! Masih banyak waktu!" kata Nabil.
" Gue cinta sama lo, Bil!" kata Norma.
" Tunangan lo?" tanya Nabil.
" Gue nggak cinta sama dia!" kata Norma.
" Kita pikirkan itu nanti! Sekarang gue antar lo pulang!" ucap Nabil.
" Kalo nggak pulang bisa nggak?!" tanya Norma.
" Mau ke apartement gue!" ajak Nabil.
Norma menganggukkan kepalanya, kemudian pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Norma meraih pakaiannya setelah selesai tanpa memakai apa-apa. Nabil menatap tubuh Norma. Sial! Tubuh lo sangat menggairahkan, Norma! batin Nabil. Norma sengaja memakai pakaiannya didepan Nabil. Beberapa saat kemudian mereka keluar dari club dan menuju apartement Nabil.
Nabil baru saja membeli apartement itu, dia sudah berencana akan memakainya saat ingin bersenang-senang. Di dalam mobil Norma pura-pura tidur dan sengaja menaikkan roknya hingga terlihat miliknya yang tidak memakai dalaman. Nabil yang melirik terkejut dan merasakan tiba-tiba bagian bawahnya bergerak. Sial! gerutu Nabil. Dia mempercepat laju mobilnya. Kamu yang menggodaku, Norma! Jangan salahkan aku! batin Nabil yang setengah mati menahan hasratnya.
Setelah sampai diparkiran apartement, Nabil langsung keluar dan membopong tubuh Norma. Nabil tahu jika Norma hanya pura-pura, karena itu dia langsung saja menyambar bibir Norma saat di dalam lift.
__ADS_1
" Billlll..."
Tapi Nabil tidak perduli, dia bermain r8ngan hingga Norma mendapatkan pelepasannya disana.
" Bil! Kamu nakal!" ucap Norma genit. Pakaian Norma sudah tidak berbentuk, Nabil dengan cuek menggandeng Norma memasuki unitnya.
" Gue mau mandi dulu! Lengket!" bisik Norma menggoda lalu pergi berjalan ke kamar mandi dengan melepas satu persatu pakaiannya hingga to**** di depan Nabil. Norma berdiri di bawah shower, tiba-tiba ada tangan melingkar dipinggangnya, Nirma tahu pasti tangan siapa itu.
" Bil? Lo mau apa?" tanya Norma pura-pura kaget.
" Lo tau yang gue mau, Norma!" jawab Nabil ditelinga Norma, tidak lama kemudian di dalam kamar mandi itu hanya terdengar des(**** dan era(****.
Keesokan harinya Norma dan Nabil pergi bersama ke tempat kerja tapi Norma meminta Nabil menurunkannya agak jauh dari kantor.
" Nanti malam gue tunggu lo!" bisik Nabil sambil mer(*** dada Norma.
" Nakal!" balas Norma memukul tangan Nabil.
" Jangan lupa!"
" Tapi gue..."
" Gue nggak maksa, terserah lo!" jawab Nabil. Norma bingung, karena dia tidak ada lagi alasan pada orang tua dan tunangannya. Dia sudah tergila-gila dengan Nabil dan dia tidak bisa mundur lagi. Nabil tahu jika Norma tidak akan bisa menolak permintaannya.
Pagi ini Danis menugaskan Nabil pergi ke perusahaan Cokro untuk mewakili perusahaan meeting disana, karena dia dan Brian akan pergi ke sebuah acara amal di sekolah. Sebenarnya Brian sangat malas pergi ke acara-acara seperti itu yang menurutnya pasti sangat membosankan dan tidak memberikan keuntungan apapun bagi dirinya dan perusahaannya.
" Apa pentingnya acara ini?" tanya Brian di dalam mobil mewahnya.
" Ini akan bagus untuk pencitraan anda, Bos! Apalagi perusahaan kita akan membangun sekolah dan rumah untuk orang-orang miskin itu!" kata Danis.
" Ckkk! Apa kamu tidak bisa mewakili saya?" tanya Brian kesal.
" Demi nama baik Perusahaan dan Bos pribadi!" jawab Danis.
" Kamu juga! Untuk apa menerima proyek yang tidak memberikan keuntungan apa-apa seperti itu!" kata Brian marah.
" Apa Bos lupa? Cabang perusahaan kita yang disini hampir saja dituntut oleh seorang karyawan yang kita pecat hanya gara-gara dia tidak masuk karena menjaga ibunya yang sakit? Juga ada yang karena sakit jadi gak bisa masuk lalu Bos pecat!" kata Danis panjang lebar.
Brian mengerutkan keningnya, dia mengingat ke beberapa bulan yang lalu, saat dia memecat beberapa karyawan karena tidak masuk kerja karwma alasan sakit atau keluarganya yang sakit. Dan ternyata itu membuat seluruh karyawan marah dan ingin menuntut perusahaannya karena tindakan semena-mena. Akhirnya Danis meminta maaf atas nama Brian dan berjanji tidak akan memecat mereka bahkan mereka akan dibuatkan sekolah dan rumah murah.
Brian yang saat itu ingin menyingkirkan mereka semua dengan cara apapun tidak jadi melakukannya karena menurut pengacaranya, Rendy, dia bisa mengalami kerugian yang cukup besar. Semua akan menyalahkan dirinya dan Brian sangat benci jika kehilangan uang.
" Salah siapa bolos kerja? Saya bersusah payah mencari uang mereka enak-enakan makan gaji buta!" gerutu Brian.
Danis hanya menghela nafas panjang mendengar perkataan Bosnya yang absurd.
__ADS_1