Terang Dalam Gelapku

Terang Dalam Gelapku
39


__ADS_3

Tok! Tok!


" Masuk!" jawab Brian.


" Brian my man!" sapa Rino.


Brian tersenyum lebar melihat mereka berdua, sahabat-sahabat dekatnya.


" Halo, Rin! Nov!" sahut Brian.


Rino dan Noval menyatukan tangan kanan mereka seperti adu panco dengan Brian.


" Apa kabar lo?" tanya Noval.


" Baik! Duduk! Kalian mau minum apa?" tanya Brian.


" Bir aja!" jawab Rino.


" Nis!" panggil Brian.


" Siap, Bos!" jawab Danis.


Dia berjalan ke arah mini bar yang ada di pojok ruangan lalu mengambil sebotol bir dari dalam lemari es dan 2 buah gelas. Dibawanya ke tempat Brian dan temannya kemudian diisikannya juga kedua gelas tersebut.


" Lo nggak minum, bro?" tanya Noval.


" Masih jam segini lagian gua lagi kerja!" jawab Brian.


" Hahaha! Bisa aja lo! Biasanya lo yang selalu maksa kita buat minum meski masih pagi!" gelak Noval.


" Ngomong-ngomong lama juga lo nggak ke club, Bro! Lo dicari sama Madam Fu tuh?" kata Rino sambil menegak minumannya.


" Iya, banyak barang baru! Kata Madam Fu mereka tahan ampe semaleman, bro! Tipe lu banget tu!" kata Noval.


Brian hanya meringis.


" Kenapa lu?" tanya Rino heran.


" Nggak! Lagi banyak kerjaan aja!" jawab Brian.


" Kemana aja lo, bro?" tanya Noval.


" Gue ada kerjaan di Aussie! Jadi harus PP!" jawab Brian bohong.


" Sekarang masih?" tanya Rino sambil meminum birnya.


" Masih! Tapi besok gue baru akan kesana!" jawab Brian.


" Berati malam ini lo kosong dong? Kita tunggu di Club, Ok!" kata Noval senang.


" Ada yang nyariin lo beberapa hari ini!" kata Noval.


" Siapa? Kenapa nggak kesini aja?" tanya Brian.


" Dia bilang dia maunya ketemu lo di club! Dia pengen sama adik lo!" kata Rino melirik ke bagian tengah tubuh Brian.


" Gue nggak pernah dua kali menyentuh wanita! Lo tahu itu!" kata Brian.


" Iya, gue udah bilang! Tapi dia bilang dia wanita yang istimewa, bro! Dia menjaga miliknya khusus buat lo! Dalam arti kata dia masih virgin!" tutur Noval.


" Penasaran gue!" kata Brian.


Dia memang belum pernah bercumbu dengan gadis yang masih virgin, karena dia tidak perduli, yang penting dia merasa puas. Tapi entah kenapa ajakan kedua temannya ini sangat menggodanya, terlebih saat ini dia sedang ada masalah dengan Fatma.


" Apa kalian punya fotonya?" tanya Brian.

__ADS_1


" Untuk apa fotonya jika lo bisa lihat langsung tubuhnya! Hahahaha!" tawa Rino dan Noval.


" Sialan kalian! Kalian sendiri, masih betah sama pasangan selingkuh kalian?" tanya Brian.


" Iya lah! Si Dinda mana bisa seperti Si Sherly!" kata Rino.


" Iya, Bro! Si Winda juga, jauh sama si Mona!" kata Noval.


" Terus kenapa lo pacarin?" tanya Brian.


" Tajir melintir, Bro!" jawab keduanya.


" Dasar matre lo!" kata Brian.


" Harus bro!" sahut Rino.


" Nggak takut lu?" tanya Brian.


" Nggak lah! Dinda itu rumahan banget! Yang penting kalo dia telpon gue, gue selalu siap buat dia!" kata Rino.


" Winda juga sama! Orang mereka sepupuan! Hahaha!" tawa mereka lagi. Brian hanya geleng-geleng kepala.


" Terserah kalian deh!" kata Brian.


Tok! Tok!


" Masuk!" jawab Brian disela tawa mereka.


Seorang wanita cantik dan sexy masuk ke dalam ruangan Brian. Roknya pendek setengah paha dengan atasan tidak seberapa ketat tapi cukup transparan.


" Pak! Ini laporan bulan kemarin!" kata wanita itu.


Astaga! 3 pria tampan sedang berkumpul! Mata gue beruntung banget! batin wanita itu. Mata Rino dan Noval berkelana seakan me**lanj**gi wanita tersebut.


" Dikondisikan tu mata!" kata Brian.


" Sekretaris lo?" tanya Rino. Brian menganggukkan kepalanya.


" Pantes aja lo betah di kantor! Udah pernah lo sikat?" tanya Noval.


" Nggak!" jawab Brian singkat.


" Gila aja lo!Ada barang bagus dianggurin!" kata Noval.


" Buat kita, ya!?" tanya Rino.


" Mau main 3some kalian?" ucap Brian.


" Yup! Tapi kalo dia kuat gantian, boleh juga!" jawab Rino dengan alis dinaik-naikkan.


" Benar-benar kalian sudah gila xxx!" kata Brian.


" Hahaha! Mumpung masih kuat, Bro!" jawab Noval.


" Terserah kalian kalo dia mau! Itu hak kalian, tapi jangan di jam kerja!" kata Brian.


" Siap, Bos! Kalo gitu kita pergi dulu! Jangan lupa nanti malam!" kata Rino.


" Ok!" jawab Brian.


Kemudian mereka berdua keluar dari ruangan Brian dan Brian memikirkan ucapan kedua temannya itu.


" Bos!" panggil Danis.


" Hmm?" ucap Brian.

__ADS_1


" Sudah jam makan siang!" kata Danis.


" Iya! Pergilah!" kata Brian.


Jam makan siang! Apa masih perlu gie belajar lagi? Sedangkan istri gue aja nggak perduli sama gue? batin Brian bergejolak. Sepertinya sedikit pelampiasan untuk melupakan dia sangat gue butuhin! batin Brian.


Dia beranjak dari duduknya dan menuju keluar ruangan dan pergi dengan mobil mewahnya. Brian makan disebuah resto mewah, sejak Fatma mengajar lagi, dia sudah tidak pernah lagi makan dirumah. Brian memesan steak dan juz jeruk, tangannya disibukkan dengan ponselnya yang tidak ada hentinya bergetar. Sebuah mata memandangnya dengan tatapan kagum dan takjub.


" Boleh gue gabung?" tanya seseorang.


" Big No!" jawab Brian tanpa melihat wajahnya, dia pengen sendiri saat ini.


Tapi dia tetap saja duduk di depan Brian.


" Gue nggak tertarik sama lu!" kata Brian lagi.


" Brian Daniel Manaf!" ucap orang tersebut.


Brian mengangkat wajahnya saat wanita itu menyebut namanya. Dia melihat siapa yang ada di hadapannya. Cantik! batin Brian.


" Lupa sama gue?" tanya gadis itu.


" Apa gue harus inget sama lu?" tanya Brain kesal lalu kembali melihat ponselnya.


" Gue Ashley Gordon!" kata Ashley. Brian terkejut, dia menatap wajah gadis di hadapannya itu yang sedang tersenyum padanya.


" Ashley? Anak Om Mark yang cengeng dan ingusan?" ucap Brian.


Gadis itu menganggukkan kepalanya.


" Wow! Lu.... sudah dewasa!" kata Brian menatap Ashley.


" Hanya itu?" tanya Ashley kecewa.


" Tambah tinggi dan can..." Brian menghentikan ucapannya, karena dalam pandangannya yang cantik hanyalah Fatma seorang, dia tersenyum tipis jika mengingat istrinya itu, walau saat ini dia sedang marah.


" Kak Ian!?" panggil Ashley sebel.


" Lu ngapain disini? Udah bosen di Aussie?" tanya Brian.


" Gue nyari jodoh gue!" Kata Ashley.


" Udah ketemu?" tanya Brian.


" Udah!" jawab Ashley merona.


" Permisi!" kata seorang pelayan resto yang menghidangkan pesanan Brian.


" Silahkan menikmati, Tuan Brian! Jika ada yang lain, bisa memanggil saya, Patricia!" kata pelayan itu centil.


Ashley tidak suka dengan cara pelayan itu melihat Brian. Seperti biasa, Brian hanya diam saja. Lalu dia membaca do'a sebelum makan.


" Lu nggak makan?" tanya Brian sebelum menikmati makanannya.


" Gue nggak lapar!" jawab Ashley lembut, entah kenapa dia merasa kenyang hanya karna melihat pria di hadapannya itu.


Brian menikmati makan siangnya tanpa menghiraukan Ashley.


" Apakah makanan itu sangat enak?" tanya Ashley, namun Brian diam saja.


" Kenapa lu cuman diem aja, sih, Kak?" tanya Ashley lagi.


Brian masih saja diam tanpa menjawab satupun pertanyaan Ashley.


Dia hanya melihat sejenak ke arah Ashley dan kemudian melanjutkan makannya. Ashley yang dilihat merasa tersipu. Lu makin tampan dan seksi, Kak! Gue harus bikin lu jadi milik gue! Kalo nggak bisa sebagai istri, sebagai simpenan lu juga boleh! batin Ashley. Ashley memang sangat tergila-gila dengan Brian, sejak dia mengenal Brian di Aussie.

__ADS_1


__ADS_2