
Fatma keluar dengan membawa makanan dan minuman, mata Nabil tidak lepas dari calon istrinya yang cantik itu. Tapi yang ada dipikiran Nabil hanyalah sesuatu dibalik syar'i Fatma. Seketika dia menelan salivanya dan dibawah sana sedikit bergerak. Sial! batin Nabil.
" Silahkan, Kak!" kata Fatma dwngan kepala tertunduk.
" Trima kasih, Fatma!" kata Nabil lalu langsung menyeruput tehnya.
" Ahhh, panas!" lidah Nabil terasa terbakar karena teh itu.
" Astaughfirullah! Pelan-pelan, Bil!" kata Azzam dan Salma bersamaan. Sementara Fatma terkejut melihat perilaku Nabil.
" Iya, Bi! Aku lupa kalo panas!" kata Nabil lagi. Fatma segera masuk lagi ke dalam dwmgan mata Nabil yang tidak lepas darinya. Azzam yang melihatnya hanya bisa menghela nafas.
" Apa acara untuk hari minggu siap semua?" tanya Abi.
" Siap, Bi!" jawab Nabil cepat.
" Alhamdulillah!" kata Azzam, entah kenapa hati Azzam merasa tidak sreg dengan keadaan Nabil sekarang.
" Tapi ada sedikit perubahan, Bi!" kata Nabil tiba-tiba.
" Perubahan? Apa itu?" tanya Azzam.
" Nabil maunya langsung nikah saja sama Fatma!" kata Nabil dan membuat Azzam kaget.
" Langsung menikah? Maksudnya bagaimana? Bukannya kalian menikahnya baru bulan depan?" kata Azzam sambil mengerutkan keningnya.
" Iya, Bi! Rencananya gitu, tapi saya lusa harus pergi ke Kairo selama sebulan untuk menghadiri undangan dari Ust. Malik, Bi!" kata Nabil.
Azzam tahu siapa itu Ust. Malik, dia adalah guru besar Nabil yang sangat terkenal dikalangan ulama di negara ini.
" Tapikan berkas-berkasnya belum selesai semua, Bil!" kata Azzam.
" Makanya, Bi! Nabil maunya kita nikah sirih saja dulu dan setelah Nabil pulang, baru kita nikah resmi! Nabil yang akan mengurus semua, Bi!" tutur Nabil yakin.
" Memang kenapa kalo menunggu hingga kamu datang?" tanya Azzam heran dwngan permintaan Nabil.
Gue nggak mau nunda-nunda lagi, Bi, gue udah pengen ngerasain sempitnya Fatma! Hmmm! Pasti nikmat banget! batin Nabil dan kembali bagian bawahnya ingin memberontak.
" Nabil permisi mau ke belakang, Bi!" kata Nabil tiba-tiba.
" Masuk aja, kamu sudah tahu dimana kamar mandinya!" jawab Azzam.
Nabil bergegas masuk ke dalam dan menuju kamar mandi, dilihatnya Fatma duduk di ruang tengah sambil menonton TV. Cantik sekali calon istriku dan yang paling terpenting, kamu pasti sangat nikmat! batin Nabil masuk ke kamar mandi dan menyalurkan hasratnya dengan sabun.
__ADS_1
Fatma meraih ponselnya dan membaca beberapa pesan. Dilihatnya ada pesan dari nomor 082121212121, ini nomor Brian, dia mengirim pesan ini sejam yang lalu.
@ Maaf
@ Saya tidak bisa datang
@ Mommy saya sedang sakit di RS
Jadi dia bener-bener bermaksud untuk datang malam ini? Alhamdulillah kalo nggak jadi! Batin Fatma. Tapi dia bilang apa? Mommynya sakit? Dia pasti sangat menyayangi mommynya sampai-sampai nggak jadi kesini! batin Fatma. Brian yang saat itu tidak lepas mengamati WA Fatma, melihat kalo Fatma sedang online dan tanda centangnya telah berubah menjadi warna biru. Dengan cepat Brian mengetikkan pesan dan mengirimnya.
@ Saya akan datang kerumah kamu setelah keadaan mommy membaik
Fatma keluar dari WA saat pesam dari Brian masuk. Tapi Fatma masih bisa membaca dari notifikasi, tanpa membuka pesan. Datang saja! Aku pasti sudah jadi istri Nabil dan kamu sudah tidak bisa lagi mendekatiku! Pasti mommymu lama sakitnya karena di rumah sakit! batin Fatma.
Brian sedih karena Fatma tidak memberikan respon apapun pada pesan yang dikirimnya. Besok aku harus kesana! batin Brian.
Nabil telah selesai dan keluar dari kamar mandi, dia mendekati Fatma dan mengecup puncak kepala Fatma. Harum! batin Nabil. Fatma terkejut saat dia merasa ada yang menyentuh puncak kepalanya.
" Astaghfirullahaladzim, Kak Nabil! Apa yang kakak lakukan?" tanya Fatma segera berdiri dan menjauh dari Nabil. Dia kaget dan sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Nabil padanya.
" Maaf Fatma! Aku khilaf! Aku mohon maafkan!" pinta Nabil pura-pura sambil menundukkan kepalanya dan menangkup kedua tangannya di depan dada.
" Kenapa kamu melakukan itu, Kak? Kita bukan muhrim, apa kamu lupa jika kita belum sah?" kata Fatma dengan mata berkaca-kaca, dia sangat kecewa dengan Nabil.
" Sudahlah, Kak! Meminta ampunlah pada Allah SWT!" kata Fatma.
" Tolong, Fatma! Aku sangat mencintaimu! Ini semua karna aku hampir gila memikirkan Bosku yang menginginkanmu!" tutur Nabil bersandiwara.
" Kakak tahu aku nggak akan menerima dia! Lebih baik Kakak keluar, Abi pasti sudah menunggu kakak!" kata Fatma.
" Sekali lagi maafkan aku! Aku pasti akan memperjuangkanmu!" kata Nabil tegas. Sial! Nyium kain aja marah-marah! Tunggu saja Fatma, kamu akan bertekuk lutut memohon untuk aku sentuh seperti wanita-wanita itu! batin Nabil. ( Dasar Nabil brengsek! Jadi kesel! )
Nabil kembali ke ruang tamu dan duduk ketempatnya tadi.
" Maaf lama, Bi! Aku sakit perut!" kata Nabil bohong dan Fatma mendengar ucapan Nabil. Ya Allah! Kebohongan yang lain! Apakah pilihanku sudah benar? Apakah dia adalah laki-laki yang Kau pilih untukku, Ya Allah? Berikan petunjuk-Mu, Ya Allah! batin Fatma.
" Apa orang tuamu tahu akan rencanamu?" tanya Abi.
" Belum, Bi! Aku berencana akan memberitahu mereka setelah dari sini!" jawab Nabil.
" Kalo Abi setuju saja, tapi Abi juga harus bicara dulu sama Fatma!" kata Azzam.
" Aku nggak mau nantinya akan timbul fitnah di masyarakat, Bi! Aku melakukan semua ini karema ibadah dan semata-mata karna Allah!" kata Nabil merayu Azzam.
__ADS_1
Tapi juga karna lu**** sempit Fatma, Bi! batin Nabil.
" Baiklah! Abi akan bicara dengan Fatma dan mengabari kamu malam ini juga!" kata Azzam.
Fatma yang mendengar perkataan Nabil merasa lega, karena Nabil melakukan karna ibadah dan Allah.
" Kamu pasti mendengar semuanya! Abi nggak akan memberitahumu lagi!" kata Azzam di depan Fatma setelah kepergian Nabil.
" Iya, Bi! Fatma mendengar semua!" kata Fatma.
" Sebenarnya Abi sedikit ragu!" kata Azzam.
" Bi?" ucap Salma.
" Sepertinya dia berubah, Ummi! Dia tidak pernah ber-aku-aku sama kita! Dan caranya menatap Fatma, Astaughfirullah! Itu bukan pandangan seorang muslim!" kata Azzam lagi.
Deg! Fatma mengerti apa yang dikatakan Azzam, karena dia juga merasakan semua itu. Azzam terdiam sejenak.
" Tapi kalau kamu sudah yakin, Abi mendo'akan semoga semua berjalan dengan lancar!" kata Azzam.
" Adek hanya meminta do'a restu Abi dan Ummi! Semoga Kak Nabil memang benar jodoh Adek!" kata Fatma.
" Aamiin!" balas orang tua Fatma bersamaan.
Azzam langsung menelpon Nabil yang sudah sampai di rumahnya dan akan bicara dengan Abinya.
Keesokan harinya Salma dan Rania pergi ke sebuah toko roti untuk memesan roti buat acara minggu pagi. Toko tersebut sangat ramai dan terkenal enak. Seperti biasa, Fatma mengajar pagi itu, dia merasa bahagia karena lusa dia akan menikah dengan Nabil. Meskipun dalam hati kecilnya dia merasa tidak tenang karena beberapa kejadian belakangan ini, tapi dia menyerahkan semua pada Allah SWT.
" Assalamu'alaikum Ust. Zahirah!" sapa Santi saat mereka susuk di kantin sekolah.
" Wa'alaikumsalam! Ust. Santi?" sahut Fatma.
" Bisa kita bicara?" tanya Santi.
" Tentu saja! Ayo, Ustadzah mau pesan apa?" tawar Fatma tersenyum.
" Nggak usah! Tadi bawa bekal!" jawab Santi
" Ada apa Us? Katakan saja!" kata Fatma ramah.
" Tapi Ustadzah jangan marah!" kata Santi.
" Kenapa harus marah? Jika memang yang dikatalan Ust. Santi benar!" jawab Fatma.
__ADS_1
" Apa Ustadzah masih menjalin hubungan dengan Nabil?" tanya Santi ragu.