Terang Dalam Gelapku

Terang Dalam Gelapku
41


__ADS_3

Tapi hatinya ternyata masih belum benar-benar bisa menerima Brian, semua diakibatkan dari perkataan Nabil di telpon waktu itu. Apa yang harus aku lakukan? Jika aku percaya pada Nabil maka aku telah berdosa pada suamiku karena secara tidak langsung aku telah suudzon padanya. Dan jika dia percaya pada Brian, dia akan selalu dikejar-kejar terus oleh perasaan curiga. Jika saja ada bukti yang nyata, maka semua akan menjadi jelas. Yaa Allah! Berikan petunjukmu! batin Fatma.


" Melamun, Us?" sapa Nurul menepuk bahu Fatma.


" Eh, nggak, Us!" jawab Fatma terkejut.


" Maaf jika saya mengagetkan Ust. Zahirah!" kata Nurul.


" Tidak apa-apa, Us! Terima kasih sudah menegur saya, karena melamun merupakan zina pikiran! Membuat syetan mudah masuk pada hati yang kosong dan membuat pikiran kita sibuk memikirkan  hal-hal yang rendah yang sayangnya kita menganggapnya mulia!" tutur Fatma.


" Iya, Us! Sama-sama!" balas Nurul.


"Ada apa, ya, Us?" tanya Fatma.


" Apa sudah selesai laporannya?" tanya Nurul.


" Hampir, Us!" jawab Fatma.


" Assalamu'alaikum!" sapa Ustz. Safa.


" Wa'alaikumsalam!" jawab Fatma dan Nurul.


" Ust.  Nurul! Dipanggil Ustz. Chusnul!" kata Ustz. Safa.


" Trima kasih Ustz. Safa! Ustz. Zahirah, Saya ke kantor Ustz. Chusnul dulu! Assalamu'alaikum!" pamit Nurul lalu keluar dari ruang guru.


" Wa'alaikumsalam!" jawab mereka berdua.


" Masih membuat laporan, Us?" tanya Safa yang melihat Fatma menulis.


" Iya, Us!" jawab Fatma. 


Ponsel Safa berbunyi, diraihnya ponsel dalam tasnya lalu dilihatnya di layar siapa yang melakukan panggilan, dia tersenyum dan mengangkatnya.


" Assalamu'alaikum. Bi!"


" Wa'alaikum, ummi! Jangan lupa nanti!" 


" Iya, Bi! Ins Yaa Allah ingat!"


 " Kalo gitu selamat melanjutkan aktivitas!" 


" Trima kasih, Bi!"


 " Assalamu'alaikum!" 


" Wa'alaikumsalam!"


Safa mematikan panggilan dari suaminya.


" Ustz. Safa mesra sekali!" kata Fatma memuji.


" Alhamdulillah! Suami istri itu memang harus begitu, Us! Saling percaya dan menjaga komunikasi!" jawab Safa.

__ADS_1


" Apa Ustz. Safa tidak pernah berselisih paham?" tanya Fatma. 


" Namanya pernikahan dimana-mana pasti ada yang namanya masalah! Itulah gunanya komunikasi antar suami dan istri, daripada percaya pada sesuatu yang belum tentu kebenarannya, lebih baik tanya lagsung pada orangnya!" jawab Safa.


" Bagaimana jika dia berbohong?" tanya Fatma lagi.


" Terlepas dia jujur atau bohong! Bukankah kita punya Allah sebagai tempat kita mengadu?Tempat kita berdo'a! Karena hanya Dia yang akan memberikan kita petunjuk dan jalan keluar! Tutup telinga, tutup mulut lebih baik daripada membuka tapi berakhir dengan kerusakan atau kerugian pada rumah tangga kita!" jawab Safa lagi. 


Fatma merenungkan apa yang diucapkan oleh Safa, sebenarnya perkataan Safa juga sudah ada di dalam benak dan pikirannya, hanya saja dia butuh untuk di berikan sedikit dorongan untuk melakukannya. Ya Allah! Apakah perbuatanku salah selama ini? batin Fatma. Fatma pulang lebih cepat dari biasanya, dia ingin memberikan kejutan pada suaminya, dia melihat kamarnya, kosong! Lalu dia melepas pakaiannya untuk mandi. Brian mengirimkan pesan pada Fatma.


@ Assalamu'alaikum Zair, aku harus ke Malaysia sekarang juga, aku langsung berangkat dari kantor karena harus sampai disana saat makan malam, maaf jika aku hanya menyempaikan lewat pesan, besok pagi aku sudah pulang, Assalamu'alaikum!


Brian mematikan ponselnya karena pesawat jetnya akan segera berangkat, dia menatap keluar jendela dengan hati gelisah. Apa Arkan akan memberitahu Fatma tentang kejadian tadi siang? batin Brian. Teman-temannya menelpon menanyakan kedatangannya ke club malam nanti, tapi Brian tidak mengangkat atau membalas panggilan dan pesan yang mereka kirim.


Malam harinya saat di Club, Noval dan Rino sudah menunggu kedatangan Brian.


" Bos!" sapa seorang waiter.


" Ada apa?" tanya Noval.


" Ada wanita yang mabuk disana!" kata waiter itu menunjuk meja tempat bartender melayani para pelanggan.


" Siapa?" tanya Rino.


" Saya tidak tahu, tapi dia memanggil-manggil nama Tuan Brian!" kata waiter itu lagi.


" Brian? Brian yang mana? Kan banyak!" kata Rino lagi.


Rino dan Noval saling pandang lalu berdiri dan mendatangi wanita itu.


" Bukannya ini wanita yang sering nyari Brian?" tanya Rino pada Noval.


" Iya!" jawab Noval.


" Dia pasti gebetan Brian! Kemana lagi tuh orang?" ucap Noval kesal.


" Iya! Udah jam segini!" kata Rino melihat jam tangannya yang menunjukkan angka 12 malam.


" Gimana ini, Rin? Dia sepertinya sudah mabuk!" kata Noval.


" Bri...annnnn,,hikkks! Lo...e..mang..hikkks,,breng..sek! Pe..hikkkkss,,ni..pu!" kata wanita itu.


" Hmm! Dia cantik juga, bro! Mulus!" kata Rino saat menatap wanita itu.


" Jangan macem-macem lo, Rin! Brian bisa ngamuk!" kata Noval yang melihat senyum smirk Rino saat menatap wanita itu.


" Gue liat ID dia dulu!" kata Noval lalu membuka sebuah tas yang terletak di atas meja.


Dia menemukan sebuah kartu ID.


" Ashley Gordon!" ucap Noval.


" Kayaknya dia masih ori, bro!" kata Rino bersemangat.

__ADS_1


" Terus...?"


" Seperti biasa, kita main 3some! Tapi gue duluan!" kata Rino.


" Enak lo nggak enak gue!" kata Noval.


" Punya lo kan lebih besar dari gue, jadi biar gue dulu, lalu lo!" kata Rino. 


Mereka memang pernah saling membandingkan milik mereka tanpa malu.


" Tetep aja lo yang njebol!" kata Noval sewot.


" Ayolah! Apa lo nggak mau dijepit?" tanya Rino menggoda Naoval.


" Tapi kalo Brian tahu gimana?" tanya Noval.


" Paling juga dia marah kayak biasa!" kata Rino. 


" Bener juga! Paling marah doang!" kata Noval.


Kemudian mereka menghabiskan minuman yang mereka pesan hingga sedikit mabuk laluseperti biasa, mereka membawa Ashley ke ruang VVIP di Club tersebut.  Ashley yang sudah mabuk hanya menurut saja.


" Kak...Bri...an? Kakak...datang?" tanya Ashley yang mengira Rino adalah Brian.


" Iya, sayang! Aku datang!" kata Rino sambil melucuti pakaian Ashley.


" Kamu mau kan sama kakak?" tanya Rino dengan menelan salivanya, tubuh Ashley terekspos sempurna di mata Rino dan Noval. 


" Iya, Kak! Aku...cinta...kakak!" ucap Ashley tersenyum. 


Rino dan Noval segera melepaskan pakaian mereka hingga po*os. Tanpa menunggu lagi Rino mulai mencumbu Ashley. Noval ternyata tidak tahan melihat kemolekan tubuh Ashley. Dia juga ikutan mencumbu tubuh Ashley. 


" Sempit banget, Bro!" kata Rino.


" Gue bawah!" kata Noval yang tidak tahan.


Mereka berdua benar-benar melakukannya pada Ashley secara bergantian hingga membuat Ashley pingsan, dan meninggalkannya begitu saja disana.


Sementara Fatma yang baru saja selesai mandi bersiap-siap ke mushalla, dia melihat keluar kamar lalu berjalan keluar rumah. Dia belum juga pulang! batin Fatma. Dia teringat ponselnya, dengan cepat Fatma kembali ke dalam kamarnya dan meraih ponsel yang ada di atas meja belajarnya. Dinyalakannya ponsel tersebut, terlihat beberapa panggilan dan pesan. Fatma melihat sebuah pesan dari DIA, ternyata dia ada perjalanan bisnis ke Malaysia! batin Fatma.


@ Wa'alaikum salam


@ Fii Amananillah


@ Jangan lupa shalat


Balas Fatma dengan tersenyum. Ishh! Kenapa juga aku harus tersenyum! batin Fatma. Dia meletakkan ponselnya kembali diatas meja lalu pergi ke mushalla untuk menunaikan shalat maghrib hingga shalat isya'.


" Suamimu lembur, dek?" tanya Azzam saat tidak melihat Brian bersama Fatma.


" Dia pergi ke Malaysia, Abi! Ada pekerjaan disana besok pagi juga sudah pulang!" jawab Fatma.


Arkan menatap adiknya itu, dia ragu antara berbicara atau diam saja. Lebih baik aku menunggu hingga dia pulang! batin Arkan. 

__ADS_1


__ADS_2