
" Sialan lu! Kalo emang gue hamil, ini tu anak lu!" kata Gina sebel.
" Serius? Lu yakin itu anak gue!" kata Nabil menuduh.
" Iya lah! Gue udah nggak pernah main selama tiga bulan lebih, brengsek!"
" Kok lu marah Gin?"
" Dasar ya, lo! Jelas aja gue marah, lu pikir gue cabutan! Cowok sialan! Nggak ada untungnya tau gue jalan sama lo!" cerca Gina marah.
" Ayolah, Gin! Masak gitu aja lo marah? Lagian cewek kayak lo mana tahan nggak gitu selama 3 bulan!" kata Nabil tidak percaya.
" Turunin gue disini!" kata Gina yang sudah diubun-ubun marahmya, hatinya sakit mendengar ucapan Nabil.
" Ok! Ok! Gue minta maaf! Tapi jangan turun, ya!" rayu Nabil lagi.
" Turunin, nggak!" kata Gina.
Entah kenapa dia jadi merasa sedikit sensitif dengan sindiran itu.
Nabil meminggirkan mobilnya lalu melepas sabuk pengamannya dan langsung menarik Gina yang telah melepas sabuknya juga. Gina terduduk diatas paha Nabil, dengan cepat Nabil men****p bibir Gina dan mer***s d***nya, diluar dugaan, Gina menggi*** bibir Nabil dan menamparnya. Plakkk!
" Lo bener-bener cowok brengsek. tau!" kata Gina kasar, lalu dia keluar dan meninggalkan Nabil yang meringis memegangi pipi dan bibirnya yang berdarah.
" Perempuan sial! Awas lo kalo minta gue pua***! Gue akan bikin lo mengemis-ngemis ke gue!" kata Nabil marah.
Gina pergi naik mobil pengawalnya yang sedari tadi mengikuti mereka.
" Ada apa, Non?" tanya pengawal Gina.
" Nggak ada apa-apa! Jalan!" kata Gina yang tanpa terasa meneteskan airmata.
Selama perjalanan Gina mengingat ucapan Daffa. Perlahan dia memutar ingatannya tentang perjalanan hidupnya yang kotor, dimana dia pertama kali melakukan itu karena dipaksa kekasihnya saat kelas 1 SMA dulu. Sejak saat itu dia selalu tinggal bersama dengan kekasihnya walau mereka belum sah. Tapi kekasih Gina bisa dihitung karena dia tidak sembarangan memilih pria, mereka harus tampan dan kaya. Untuk Nabil adalah pengecualian, karena dia tahu jika Nabil seorang yang religius.
" Lepaskan dia, Kak! Kalian bukan muhrim! Apa yang terjadi sama kakak?" ucap Fatma melihat Nabil memegang kedua tangan seorang gadis, Nabil hanya tersenyum.
" Sayang! Aku cinta sama kamu!" ucap Nabil pada gadis yang tidak diketahui wajahnya oleh Fatma, kemudian Nabil memeluk gadis itu bahkan akan menc***nya.
" Jangan, Kak! Astaghfirullah! Jangan!" teriak Fatma.
Fatma terbangun dari tidurnya dengan tubuh berkeringat. Astaghfirullahaladzim! Ya Allah, Pertanda apakah ini? Kenapa mimpiku buruk sekali? batin Fatma. Tok! Tok!
" Fatma! Apa kamu baik-baik saja?" panggil Salma dari luar kamar. Fatmaberdo'a dulu Allohumma inni a'udzubika min 'amalis syaithoni wa sayyi atil ahlam
Ya Alloh aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi, Aamiin!
Fatma memasang khimarnya lalu turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah pintu.
" Maaf, Ummi! Fatma tidak bermaksud membangunkan Ummi dan Abi kata Fatma saat membuka pintu dan melihat ummi dan abinya telah berdiri di depan kamarnya dengan wajah cemas.
" Apa kamu mimpi buruk, nak?" tanya Salma.
" Iya, ummi!" jawab Fatma.
__ADS_1
" Ada apa, Bi?" tanya Arkan yang datang bersama Daffa.
" Fatma mimpi buruk!" kata Azzam.
" Sudah! Ambil air wudhu, kita shalat tahajud!" kata Azzam.
" Iya, Bi!" jawab mereka semua bersamaan.
" Baca do'a, Nak!" kata Ummi.
" Iya, ummi! Sudah!" jawab Fatma.
Kemudian mereka menuju ke mushalla. Setelah melakukan shalat tahajud, mereka melanjutkan dengan mengaji hingga menjelang shalat subuh.
Setelah shalat subuh berjama'ah, Fatma masuk ke dalam kamarnya untuk siap-siap dirias. Hari ini akan ada acara pengajian dan dilanjut dengan tasyakuran, jadi Fatma harus dirias untuk acara tersebut.
Rencana Nabil mengajak Gina pergi liburan gagal. Dia akhirnya membawa Gadis ke Bali untuk menikmati liburannya yang hanya sehari semalam saja. Sejak datang Nabil tidak membiarkan Gadis istirahat. Dia seperti orang gila mencu*** Gadis.
Dirumahnya, Fatma sudah selesai dirias dan acara pengajian sudah dimulai. Saat berhenti untuk istirahat dan shalat dzuhur, Fatma meraih ponselnya, dia membaca pesan demi pesan dan membuka pesan dari Ustadz Harun.
@ Assalamu'alaikum Wr. Wb.
@ Kata Ust. Santi besok Ustadzah hari ini dan besok tidak masuk, apa ada masalah?
Fatma tersenyum membaca pesan tersebut, dia memang tidak mengundang teman-teman sekolah.
@ Wa'alaikumsalam Wr. Wb...saya ada keperluan keluarga Ustadz! Maaf jika merepotkan Ustadzah Santi nantinya
balas Fatma.
tulis Harun
@ Alhamdulillah...trima kasih Ustadz
@ Assalamu'alaikum
balas Fatma yang tidak mau panjang lebar
@ Wa'alaikumsalam Wr Wb
balas Harun yang penasaran dan menghela nafasnya karena Fatma langsung mengakhiri pesannya.
Pengajian dan tasyakuran berjalan dengan lancar. Malam harinya Fatma melakukan perawatan tubuh agar terlihat segar dan wangi saat pernikahan besok.
Sementara Nabil dan Gadis sudah kembali ke Jakarta saat menjelang pagi, karena mereka kesiangan bangunnya. Akhirnya Nabil sampai di Jakarta pada jam 10 pagi. Keluarga Nabil sudah marah-marah karena tidak menemukan putranya dimana-mana sejak semalam. Ditelpon juga tidak bisa.
" Trima kasih, sayang atas semuanya!" kata Gadis pada Nabil.
" Jangan menggodaku! Lukamu belum sembuh benar!" kata Nabil.
Tubuh Gadis memang rasanya seperti remuk karena Nabil yang tidak pernah p***.
" Aku beri kamu waktu untuk memulihkan diri!" kata Nabil.
__ADS_1
" Iya, sayang!" jawab Gadis yang keluar dari mobil.
" Kamu harus selalu siap jika aku butuhkan!" kata Nabil.
" Aku milikmu, sayang!" kata Gadis lalu masuk ke apartement Nabil.
Nabil meninggalkan Gadis di apartementnya, agar dia bisa datang sewaktu-waktu. Dia pulang dengan wajah berseri-seri. Gadis ternyata tidak kalah dengan Gina, tubuhnya malah lebih berisi dan nik***. Fatma, sayang! Aku akan membuatmu bahagia! batin Nabil tersenyum.
Fatma akan beranjak ke kamar mandi setelah bangun tidur. Dinyalakannya ponselnya lalu dia pergi ke kamar mandi. Saat dia selesai mandi dan keluar, ponselnya bergetar. Diraihnya ponsel yang tadi diletakkannya di atas meja belajarnya, nomor Brian?! batin Fatma.
Fatma bingung antara menerima atau tidak. Sebuah pesan masuk setelah panggilan itu berhenti.
@ Saya dengar jika hari ini kamu akan menikah dengan Nabil, apakah benar?
Fatma membaca pesan itu, tapi tidak membalasnya, ponselnya kembali berbunyi, tapi Fatma hanya mengabaikannya.
Masuk lagi sebuah pesan.
@ Zair! Kamu akan menyesal menikah dengan Nabil, dia bukan pria yang baik
Fatma kembali hanya membacanya saja.
@ Ok! Kalo kamu hanya mau membaca pesanku saja
@ Nabil itu pria brengsek, Zair!
tulis Brian
@ Dan anda bukan?
balas Fatma kesal.
@ Saya telah berubah sejak mengenalmu, dan saya akan buktikan padamu
tulis Brian yang merasa tertampar dengan perkataan Fatma
@ Buktikan jika anda benar tentang Nabil dan anda
balas Fatma
@ Baik! Jangan memulai jika saya belum datang
tulis Brian
@ Saya tidak berani menjamin, semua saya serahkan pada takdir Allah
tulis Fatma lalu mematikan ponselnya dan pergi ke mushalla
" Arghhhhh! Zairrrrr!" teriak Brian frustasi.
Fatma tidak akan lagi menghiraukan perkataan orang, karena dia yakin jika orang tuanya tidak akan salah pilih.
Fatma dirias setelah shalat subuh.
__ADS_1
Dia dan Nabil rencananya akan menikah jam 10 pagi. Sedangkan Brian masih di Aussie karena menunggu dokumennya selesai. Perjalanan dari Aussie ke Indonesia itu sendiri memakan waktu sekitar 6 jam dengan pesawat jetnya.