
" Ini...dari Bos!" kata Danis memperlihatkan gambar sebuah mobil di ponsel Danis kepada Nabil.
" Apa ini?" tanya Nabil melihat gambar itu.
" Bonus dari Bos karna kamu berhasil mendapatkan proyek ini!" jawab Danis.
Apa ini sebuah sogokan? batin Nabil.
" Trima kasih!" kata Nabil datar.
" Kamu nggak suka?" tanya Danis yang melihat ekspresi Nabil yang hanya datar saja.
" Suka!" jawab Nabil cepat, dia tidak mau membuat asisten Bosnya itu berpikir macam-macam tentang dirinya. Mereka meninggalkan tempat meeting sendiri-sendiri.
Nabil menyalakan ponselnya saat sudah di dalam mobilnya dan dilihatnya ada beberapa pesan. Fatma! batin Nabil. Dibukanya pesan dari Fatma lebih dahulu.
@ Maaf baru selesai meeting
@ Ada apa?
Sore itu setelah shalat azar, Fatma menyelesaikan materi yang akan diajarkan untuk murid-muridnya besok pagi hingga waktu menunjukkan jam setengah 4 sore. Fatma kemudian menyalakan ponselnya dan mencari balasan pesan dari Nabil. Kamu benar-benar berubah, Kak! Apakah ucapan salam sudah tidak lagi teruvap dibibirmu? batin Fatma saat membaca pesan dari Nabil. Dia menulis balasan pada Nabil.
@ Assalamu'alaikum, Kak
@ Apa kakak bisa datang ke rumah dan berbicara dengan ayah tentang kejadian tadi siang?
Tulis Fatma. Nabil membaca pesan Fatma, tapi tidak tahu harus membalas apa.
@ Pria itu bilang akan datang ke rumah nanti malam
Tulis Fatma lagi. Nabil membacanya dan merasa cemburu.
@ Kapan dia akan kesana?
Balas Nabil bertanya.
@ Aku tidak tahu..dia hanya bilang begitu
balas Fatma. Nabil berpikir sebentar.
@ Baiklah! Aku akan kesana jam 8
tulis Nabil.
@ Trima kasih..Akan aku sampaikan pada Abi.. Assalamu'alaikum
Balas Fatma.
@ Wa'alaikumsalam
Balas Nabil.
Saat Nabil sampai di kantor kembali, tiba-tiba ada yang mendekatinya.
" Pak Nabi?" tanya seorang wanita.
" Ya?" jawab Nabil yang langsung terpesona dengan wanita itu.
Bagaimana tidak, wanita itu terlihat cantik dan seksi dengam pakaian kurang bahan yang melekat ditubuhnya.
" Ini kunci mobil dari Pak Brian, pak!" kata pria itu.
Nabil menerima kunci tersebut dengan memegang tangan wanita itu. Wanita itu tersenyum lalu berjalan menjauhi Nabil. Bagai dicocok hidungnya, Nabil mengikuti kemana wanita itu pergi.
" Ini mobil bapak!" kata wanita itu.
__ADS_1
Mata Nabil hampir saja keluar saat dilihatnya sebuah mobil Zagato Porsche Carrera GT didepan matanya.
" Mau dicoba?" tanya wanita itu.
" Boleh?" tanya Nabil dengan makna lain.
" Boleh! Mau naik sendiri apa saya yang naik?" tanya wanita itu yang menurut Nabil penuh dengan nada menggoda.
" Bisa kamu dulu biar saya tau kemampuan kamu...maksud saya kemampuan mobil ini!" jawab Nabil menggoda balik.
" Tentu saja, Pak! Saya akan memperlihatkan yang terbaik pada bapal!" ucap wanita itu lalu menyalakan kunci untuk membuka pintu mobil.
" Saya Gadis, Pak!" kata Gadis.
" Apa masih gadis?" tanya Nabil nakal.
" Bapak akan tahu jika saya sudah naik" jawab Gadis menggoda adik kecilnya.
Setelah berputar-putar dan menyetir bergantian, mereka berakhir di sebuah kamar hotel dengan peluh membasahi tubuh mereka.
" Meskipun sudah tidak gadis, tapi rasa kamu seperti gadis!" ucap Nabil saat mereka selesai bersatu.
" Trima kasih pujiannya, Pak! Apa bapak masih mau naik?" tanya Gadis tanpa disaring lagi.
" Berapa tarifmu?" tanya Nabil langsung.
" Untuk Pak Nabil yang tampan dan pintar, saya rela jadi apa saja!" kata Gadis lagi.
" Hahaha! Kamu sedang merayu saya?" selidik Nabil.
" Saya bukan wanita panggilan, saya hanya sales mobil yang bersama hanya dengan kekasih saja!" bela Gadis.
" Ok, saya percaya! Saya akan menelpon kamu jika saya butuh kamu!" kata Nabil tersenyum dan mereka masih menambah lagi hingga petang menjelang.
Nabil tersenyum puas, dia merasa jika dia pasti bisa menjadi seperti kakaknya dan bahkan lebih lagi selama dia bisa membuat Brian puas pada hasil kerjanya.
Nabil memarkirkan mobilnya di parkiran khusus yang disewakan di apartement itu. Lalu dia menuju lift untuk naik ke apartementnya. Nabil terkejut saat keluar dari lift dia melihat seorang wanita seksi sedang bersandar di depan pintu apartementnya.
" Sudah lama?" tanya Nabil.
" Lumayan!" jawab wanita tersebut. Kemudian Nabil membuka pintu apartementnya dan masuk ke dalam.
" Apa dia ada disini?" tanya wanita tersebut yang mengikuti langkah Nabil.
" Nggak! Gue dari tadi nggak ketemu sama dia!" jawab Nabil.
Nabil masuk ke dalam kamar dan wanita itu masih mengikutinya. Nabil meletakkan tasnya dan membuka pakaian serta celana panjangnya hingga tersisa kaos dalam dan boxer saja.
" Apa lo lagi godain gue?" tanya wanita tersebut.
" Gue mau mandi!" ucap Nabil santai, dia tahu jika wanita itu menginginkannya.
Kemudian Nabil masuk ke dalam kamar mandi tanpa menguncinya. Dliepaskannya semua kain yang menempel pada tubuhnya dan seperti tebakannya, wanita itu telah berdiri di belakangnya dalam keadaan polos. Nabil memutar tubuhnya dan ternyata adiknya sudah mene**** sempurna sejak masuk ke dalam kamar mandi karena dia juga menginginkan wanita itu.
" Lo sudah minum?!" tanya wanita itu.
" Tentu saja, gue selalu bawa di boxer gue!" jawab Nabil.
Tanpa menunggu lagi, 2 anak manusia itu langsung saja bermain di sana, seperti biasa, yang terdengar hanyalah des****, era**** dan jer****.
Brian sudah rapi dengan pakaiannya, dia bermaksud mengajak kedua orang tuanya untuk langsung melamar Fatma.
" Halo, Bre?"
" Kak! Mommy, Kak!"
__ADS_1
" Mommy kenapa?"
" Mommy pingsan di kamar mandi!"
" Apa? Sekarang bagaimana?"
" Daddy sudah membawanya ke RS kakak! Dan sudah ditangani Om Frans!"
" Gue kesana!"
Brian mematikan panggilan dari Briana, dia menangkup wajahnya dengan kasar.
" Arghhhh!" teriak Brian
Brian keluar dari kamar dan melihat Danis duduk di sofa.
" Kita ke RS, NIs! Mommy pingsan di kamar mandi!" kata Brian frustasi.
" Ya, Tuhan!" ucap Danis.
" Cepat!" kata Brian lagi.
" Siap, Bos!" jawab danis.
Mereka keluar dari penthouse Brian dan menuju parkir mobil. Danis memacu kendarannya dengan kecepatan maksimal setelah mobil masuk dijalan raya.
" Assalamu'alaikum!" salam Nabil yang sampai di rumah Fatma.
" Wa'alaikumsalam!" jawab Abi Fatma.
" Bi! Maaf, Nabil terlambat! Ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal!" kata Nabil bohong.
Flashback On
Nabil melihat jam dinakas.
" Sialan! Sudah jam setengah 9!" ucap Nabil lalu mempercepat kegiatannya diatas tubuh seorang wanita. Kemudian Nabil melepas tubuhnya dari wanita itu dan berdiri setelah dia merasa puas, tapi wanita itu menariknya kembali dan menindih tubuh Nabil.
" Gue belum puas, Bil!" kata Wanita itu.
" Gue ada kerjaan bentar! Kita udah 2 jam Gina! Nanti kita lanjutin!" jawab Nabil bohong.
" Janji?" tanya Gina.
" Iya! Nafsu lo gede banget, Na'!" kata Nabil.
" Hahaha! Enak, sih!" ucap Gina.
" Lo bener, emang enak, pake banget malah!" kata Nabil.
" Sekali lagi, Ok! Gue diatas!" ucap Gina tanpa menunggu jawaban Nabil dia langsung melakukan aksinya.
Flashback Off
" Ummi!" sapa Nabil saat melihat Ummi Fatma datang dari arah dalam dengan tersenyum.
" Apa kabar, Bil?" tanya Abi.
" Alhamdulillah, baik, Bi!" jawab Nabil. Abi menatap Nabil, terlihat ada yang berbeda dengan calon menantunya tersebut.
" Kamu bekerja dimana?" tanya Abi.
" Di Manafs Co. Bi!" jawab Nabil.
" Setahu Abi tu perusahaan besar. Bil! Tapi Abi dengar perusahaan itu juga bergerak di bidang perjudian dan pasar gelap!" kata Abi.
__ADS_1
" Beneran, Bi? Aku nggak tahu! Kalo gitu nanti Nabil cari perusahaan baru deh!" kata Nabil pura-pura terkejut.
Sorry, Bi! Tambang emas itu buat gue! batin Nabil. Memang bukan rahasia lagi jika Perusahaan Brian adalah perusahaan raksasa yang banyak memiliki bidang usaha, baik itu usaha yang legal maupun ilegal.