Terang Dalam Gelapku

Terang Dalam Gelapku
25


__ADS_3

Brian mengeluarkan ponselnya dan menyalakannya, lalu dia membuka sebuah video dan memperlihatkan pada Azzam. Azzam dan Arkan melihat video itu, wajah mereka terlihat menegang saat melihat siapa pemain dan adegan di dalam video itu.


" Abi!" panggil Fatma.


" Sepertinya dia mabuk!" kata Arkan.


" Apa anda yang membuat dia mabuk?" tanya Arkan curiga.


Brian benar-benar tersudut kali ini.


" Ya! Saya yang membuat dia mabuk!" jawab Brian.


Bukkk! Arkan meninju wajah Brian dan Brian yang tidak menyangka, jatuh tersungkur kebelakang dengan sudut bibir berdarah.


" Lo emang laki-laki bejat!" kata Arkan. Sekali lagi Arkan memukul Brian yang telah berdiri dengan tegak sambil mengusap sudut bibirnya, kali ini Brian terjatuh menimpa hijab yang ada di dekat lemari kaca. Bruakkk! Fatma terkejut, dia keluar dari balik hijab dan melotot melihat kakaknya menghajar Brian dan Brian tidak melawannya.


" Bang Arkan! Hentikan!" teriak Fatma. Tapi Arkan mengindahkan ucapan Fatma, dia masih memukuli wajah Brian.


"Abang! Cukup!" kata Azzam.


Arkan menghentikan pukulannya lalu berdiri dan berjalan mendekati Azzam dan Fatma. Fatma melihat Brian yang wajahnya babak belur dipukuli Arkan. Brian sebenarnya bisa saja membalas, tapi dia tidak ingin membuat buruk imejnya di depan ayah dan kakak Fatma, bagaimanapun juga dia memang yang bersalah.


" Aku akan memaafkan Kak Nabil!" kata Fatma.


" Tidak!" sahut Brian mencoba mendekati Fatma.


" Berhenti! Jangan berani mendekati adik gue!" teriak Arkan.


" Kenapa? Anda yang telah membuat dia tidak sadar!" kata Fatma tanpa menatap wajah Brian.


" Saya tahu saya salah, tapi sejak malam itu dia bukannya menyesal, tapi malah sering tid... bersama dengan wanita!" tutur Brian tegas.


" Astaghfirullah! Apakah anda sadar jika anda telah suudzon terhadap Kak Nabil?" ucap Fatma.


" Apa itu?" tanya Brian.


" Berburuk sangka alias menuduh Nabil!" jawab Arkan.


" Ak...Saya tidak bohong Zair! Saya takut kamu bertambah sakit hati jika semua saya buka disini!" jelas Brian.


" Cukup! Bang, ajak Fatma ke kamarnya! Kamu! Duduklah!" kata Azzam.


" Baik, Bi! Ayo, dek!" ajak Arkan.


" Perlihatkan semua yang kamu tahu tentang Nabil!" kata Azzam setelah mereka tinggal berdua.


" Bra! Ada apa sebenarnya? Kenapa mereka lama sekali?" tanya Nabil yang sudah tidak sabar.


" Tunggu saja! Lu udah gak sabar, ya?" tanya Ibra tersenyum.


" Iya, bro! Udah lama gue sama Fatma bersama!" jawab Nabil.


" Mbak! Apa masih lama?" tanya Sidni pada Salma.


" Entahlah, mbak!" jawab Salma gelisah.


Brian membuka galeri videonya dan memberikannya pada Azzam. Azzam melihat satu persatu video Nabil, sesekali dia beristighfar dan menghela nafas.


" Abang!" panggil Salma saat melihat Arkan datang sendirian.


" Ummi!" balas Arkan mendekati Salma.


" Abi kalian dimana? Ini sudah siang! Pak Mudin harus pergi jam 2 karena ada yang mau nikah lagi!" kata Salma


" Beri waktu sebentar lagi, Ummi!" kata Arkan.

__ADS_1


Mata Arkan tidak lepas dari Nabil yang saat ini sedang menerima telpon dan senyum-senyum. Dasar kotor! batin Arkan mengepalkan tangannya.


Bilang sama Pak Mudin sana!" kata Salma.


" Iya, Ummi!" kata Arkan.


Disudut ruangan, Nabil sedang menerima telpon.


" Jangan menggodaku, Dis!" kata Nabil.


" Siapa yang menggoda, sayang! Lihatlah! Aku sudah mengobatinya!" ucap Gadis dan langsung mengirim gambar pada Nabil. Nabil menelan salivanya melihat gambar bagian sensitif Gadis yang terpampang sangat jelas dilayar ponselnya.


" Awas saja, setelah menikmati malam pertama dengan istriku, aku akan menikmati malam kedua denganmu!" kata Nabil dengan adiknya yang sudah bergerak.


" Aku selalu menunggumu, sayang!" kata Gadis merayu.


Saat Arkan akan bicara dengan Mudin Azzam datang bersama Brian.


" Assalamu'alaikum Wr. Wb!" kata Azzam.


" Wa'alaikumsalam Wr. Wb!" sahut semua.


" Maaf sebelumnya, saya dan keluarga harus membicarakan sesuatu dulu, tolong beri kami waktu 10 menit. Silahkan menikmati dulu hidangan kami dan kami minta maaf atas ketidak nyamanan ini! Assalamu'alaikum!" kata Azzam.


" Wa'alaikumsalam!" jawab semua yang hadir.


" Ummi! Abang! Kamu juga!" ajak Azzam pada Brian. Mereka masuk ke ruang tengah dan menuju ke kamar tamu.


" Ada apa lagi ini?" tanya Nabil pada Farzan.


" Entahlah! Sepertinya serius!" kata Farzan.


Azzam dan yang lain sudah duduk di dalam kamar tamu.


" Panggil adikmu!" kata Azzam.


Arkan memanggil Fatma.


" Duduklah!" kata Azzam.


Wajah pria setengah baya itu terlihat sedih dan sedikit pucat. Fatma datang bersama Arkan dan Brian tidak lepas menatapnya. Kamu sangat cantik dengan pakaian itu, Zair! batin Brian.


" Abi memutuskan khitbahmu dengan Nabil!" kata Azzam.


" Astaughfirullah! Ada apa ini, Bi?" tanya Salma terkejut, sedangkan Fatma hanya bisa menangis karena sedih.


" Jika memang Abi telah memutuskan, Adek ikhlas!" jawab Fatma beberapa saat kemudian.


" Abi?" panggil Salma.


" Nanti, Mi!" balas Abi.


" Abi akan bicara baik-baik dengan Abinya Nabil!" kata Azzam.


" Kamu yang sabar, ya!" kata Arkan, Fatma menganggukkan kepalanya dan menghapus airmatanya.


" Fatma hanya kasihan melihat Abi dan Ummi, gara-gara Adek, Abi dan Ummi akan mendapatkan malu! Adek..." Fatma tidak mampu meneruskan kata-katanya.


Azzam memejamkan matanya dan menghela nafas panjang.


" Saya yang akan menikah denganmu, Zair!" kata Brian memotong.


" Tidak! Abang tidak setuju! Kalian berdua sama-sama brengsek dan bejat!" hina Arkan tidak dapat ditahan lagi.


" Astaghfirullah, Bang! Istighfar!" ucap Salma

__ADS_1


" Astaghfirullah! Maaf, Ummi! Tapi..."


" Bang!" tegur Azzam.


Arkan terdiam mendengar suara Azzam.


" Tolong Zair! Izinkan aku...saya menikahimu! Om!" kata Brian memelas, melihat Fatma dan Azzam bergantian sambil bersimpuh merendahkan dirinya.


" Kami tidak mengenalmu!" ucap Azzam datar.


" Kalian mengenal Nabil tapi apa yang terjadi?" bela Brian.


" Itu karna kelakuan be..."


" Abang!"


" Tolonglah, Om! Saya janji akan membuat Zahirah bahagia! Saya akan mencintai dia dengan segenap hati dan jiwaraga saya! Saya bersumpah demi mommy saya yang sedang sakit!" kata Brian lagi.


Seorang Brian Daniel Manaf yang selalu disembah dan dikagumi banyak orang, baik pria dan wanita, kali ini dia benar-benar kena batunya, dia bersedia untuk bersimpuh hanya karena seorang gadis biasa.


" Aku tidak setuju!" jawab Arkan marah.


" Mana KTP anda!" tanya Fatma.


" Dek?" panggil Arkan.


" Punya?" tanya Fatma mengabaikan Arkan.


" Apa? KTP?" tanya Brian tidak mengerti, tapi dia mengeluarkan dompetnya dan dicarinya KTPnya.


" Anda tidak punya KTP?" tanya Fatma.


" Ada..ada... Ini!" kata Brian memberikan pada Fatma.


Fatma menerima KTP Brian dan melihatnya.


" Abi, apa boleh Adek mengambil keputusan sendiri?" tanya Fatma pada Azzam.


Azzam terdiam lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Bi!" panggil Arkan masih tidak suka.


" Adek setuju dengan permintaan dia!" jawab Fatma datar.


"Adek?!" ucap Arkan dan Ummi kaget.


" Tapi dengan syarat!" kata Fatma.


" Apa? Saya akan mengabulkan semua syarat dari kamu, ¹apapun itu!" kata Brian senang.


" Khitbah saya sekarang lalu perbaiki agama anda!" kata Fatma.


" Maksud kamu?" tanya Brian tidak mengerti.


" Belajarlah tentang Islam, terutama bagaimana cara beribadah yang baik dan benar!" jawab Fatma.


Brian terdiam, dia sadar jika dia jauh dari agamanya.


" Setelah menurut Abi anda pantas untuk saya, kita menikah dicatatan sipil!" tutur Fatma lagi.


Brian terkejut dengan syarat yang diajukan Fatma, tubuhnya seperti lemas membayangkan semua itu.


" Apa tidak bisa dirubah? Saya bisa belajar setelah menikah!" kata Brian.


" Iya atau tidak sama sekali!" kata Fatma tegas.

__ADS_1


Brian menundukkan wajahnya dan menghel nafas panjang, Fatma tahu pasti berat bagi Brian melakukan semua itu, tapi dia tidak mau memiliki suami yang buta dalam hal agama dan tidak bisa memimpin keluarganya.


" Baiklah! Saya siap!" jawab Brian walau dengan berat hati.


__ADS_2