
Mereka menuju lift karyawan dan terdapat antrian di pintu masuk lift. Semua orang kembali menatap kebersamaan mereka. Ada yang cemburu, ada yang sinis ada yang benci. Mereka berdua menunggu hingga semua karyawan habis.
" Kok gak jawab?" ucap Nabil.
" Eh? Anu..." Nabil menggandeng tangan Norma memasuki lift.
Jantung Norma kembali berdetak dengan cepat saat Nabil melakukan itu. Norma terkejut dengan sikap terus terang Nabil
" Kosong nggak?" tanya Nabil lagi.
" Kenapa?" tanya Norma balik.
" Gue mau ajak lo kencan!" ucap Nabil. Norma kembali dibuat terkejut dengan sikap pria itu. Dia bingung mau menjawab apa, karena nanti malam dia dan tunangannya akan pergi ke rumah teman mereka untuk mengantarkan undangan.
" Gue...mau bagi undangan sama tunangan gue!" kata Norma
" Kalo sabtu gimana?" rayu Nabil.
Norma menggigit bibir bagian bawah miliknya, hatinya bimbang.
" Gue makan malam sama keluarga dia!" jawab Norma dwngan nada sedih.
" Gue tunggu jam 9 malam!" bisik Nabil.
Norma merinding karena Mabil mencium lehernya.
" Billl! Nanti gue hubungi lo!" ucap Norma menahan hasratnya.
" Ok! Gue sangat berharap lo bisa!" ucap Nabil lalu dengan berani dia men**** bibir Norma yang membuat mata gadis itu membulat beberapa detik, tapi dengan cepat Norma langsung membalasnya.
" Jangan lupa sabtu! Jam 9 malam!" bisik Nabil di telinga Norma setelah melepas ci**** yang membuat Norma kehabisan nafas. Wajah Norma merona sambil menganggukkan kepalanya. Dia sudah tidak perduli dimana saat ini mereka berada.
" Bibir lo manis! Gue suka!" bisik Nabil lagi. Wajah Norma semakin merona mendengar pujian Nabil.
__ADS_1
Norma adalah seorang gadis matang yang cantik dan berkulit putih. Sebagai seorang sekretaris, dia dituntut untuk tampil cantik, apalagi dalam balutan pakaian kerja yang selalu memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi. Banyak pria yang mencoba mendekati Norma, tapi semua ditolak karena Norma cukup materialistis dan pilih-pilih. Pernah dia mencoba menggoda Danis dan Brian, tapi tidak berhasil. Danis tidak bermain dengan wanita sekantor. Sedangkan Brian hanya sekali saja mempermainkan jarinya,itu juga hanya sebentar sudah membuat Norma lemas.
Nabil menyelesaikan semua pekerjaannya dan sesekali bermain ringan dengan Norma di lift, karena CCTV di lift karyawan bisa dimatikan hanya 3 menit oleh Nabil. Tapi akibatnya gairah Nabil sering meminta pelepasan dan dia hanya bisa melakukannya sendiri karena dia takut terkena penyakit jika sembarangan melepas hasratnya.
Beberapa hari ini Nabil mencoba minum minuman keras dan menonton film dewasa. Akhirnya hari sabtu tiba, membuat keduanya saling mendamba karena permainan-permainan ringan mereka. Norma tidak bisa pergi begitu saja dengan Nabil karena tunangannya selalu mengantar jemput dia dan orang tuanya tidak mengijinkannya pergi setelah pulang kerja. Sedangkan di kantor dia tidak diperbolehkan pergi keluar selain sama Danis dan Brian.
Malam itu Nabil pergi ke sebuah club malam, dia duduk di depan Bar dan memesan minuman.
Malam itu Nabil sengaja datang jam 9 kurang karena dia sangat yakin jika Norma pasti akan menemuinya. Dia tidak mau lama-lama menunggu Norma disana.
Tidak lama kemudian ponsel Nabil berbunyi. Dan sesuai perkiraannya Norma menelponnya, Nabil tersenyum smirk.
" Halo!" jawab Nabil, tanpa salam lagi.
" Halo, Bil! Lo dimana?" tanya Norma.
" Gue di Club XX!"
" Gue kesana!"
Nabil menutup panggilan Norma, dia memesan sebuah ruang VIP. Lalu dia mengirim pesan pada Norma untuk menemuinya langsung di ruang tersebut. Norma nekat pergi setelah makan malam dirumah tunangannya dengan dalih menginap di rumah temannya karena dia sendirian disana. Norma harus mengorbankan tas bermerknya demi menutup mulut temannya. Tapi demi Nabil, dia rela mepakukan itu. Norma dalam perjalanan ke Club XX dengan taksi online. Dia membuka pesan dari Nabil, Room VIP? Wow, ternyata lo tajir juga, Bil! Tapi lo srigala juga, lagak lo kayak pria alim tapi lo nongkrong di club! batin Norma. Gue harus bisa bikin dia takluk sama gue. Gue nggak akan kekurangan apapun kalo sama dia. Tunangan Norma memang seorang manager, tapi dibanding Nabil dia tidak ada apa-apanya. Apa dia ngajak teman? batin Norma. Dadanya berdegub kencang saat sampai di depan club.
Norma turun dari taksi dan masuk ke dalam club. Dia bertanya pada bartender dimana letak ruang VIP. Setelah tahu, Norma berjalan ke lantai 2 dan menuju kamar yang telah dipesan Nabil. Ini kamarnya! batin Norma saat melihat sebuah pintu. Norma merapikan dandanan dan pakaiannya, disemprotnya kembali parfumnya hingga aroma harum menyeruak di lorong itu.
Tok! Tok! Tanpa menunggu dijawab, Norma membuka pintu di depannya, dilihatnya Nabil yang sedang duduk di sofa sambil merokok dan meminum minumannya. Ada sebuah layar TV diruangan itu yang memutar sebuah film, tapi Norma tidak memperhatikan. Dia terpaku pada ketampanan Nabil.
" Hai, Bil!" sapa Norma.
" Hai!" jawab Nabil dengan senyumnya.
" Sorry lama!" kata Norma lalu duduk di samping Nabil.
" Nggak pa-apa! Santai saja!" jawab Nabil.
__ADS_1
" Kamu minum apa?" tanya Nabil.
" Bir aja nggak pa-pa!" jawab Norma. Nabil memesan bermacam-macam minuman juga makanan agar tidak diganggu oleh waitress. Nabil menuangkan bir di dalam gelas yang kosong dan memberikannya pada Norma.
" Cheers!" kata keduanya.
Mereka menikmati minuman dan cemilan yang ada sambil berbincang santai.
" Lo sering kesini?" tanya Norma.
" Nggak!" jawab Nabil.
" Serius?" tanya Norma nggak percaya.
" Iya! Baru pertama!" jawab Nabil jujur.
" Sini duduk dekat gue!" kata Nabil, lalu meminum minumannya dan menuangkan lagi bir ke gelas Norma. Tanpa ragu Norma mendekati Nabil dan duduk di dekat pria itu. Setelah ciuman di lift itu, dia merasa jika mereka sudah dekat. Karena itu dia tidak lagi ragu berdekatan dengan Nabil. Dia merasa jantungnya berdetak kencang.
Malam itu Norma memakai pakaian sangat seksi. dress pendek tanpa lengan dengan belahan dada yang cukup rendah dan memperlihatkan dada dan lekuk tubuhnya. Hmm! Apa lo mau menggoda gue, Norma? batin Nabil sambil terus menatap tubuh Norma sambil terus meminum minumannya hingga sedikit mabuk. Norma menuangkan bir ke dalam gelas dan meminumnya.
" Apa lo suka sama gue?" tanya Nabil mendekatkan wajahnya ke wajah Norma.
Aroma parfum dan minuman nabil menguar masuk ke indra penciuman Norma. Hal itu membuat Norma merinding dan membangkitkan sesuatu dalam dirinya.
" Gue sudah punya tunangan, Bil! Menurut lo apa mungkin gue suka sama lo!" ucap Norma.
Tangan Nabil mer**** pahanya dan yang satu menyentuh bibirnya.
" Bil!" ucap Norma.
Nabil tersenyum smirk lalu men**** bibir Norma, Norma yang memang telah lama menginginkan Nabil tidak membuang-buang waktu lagi, dia membalas pria itu. Keduanya sangat menikmati semua yang mereka lakukan. Nabil mengangkat Norma agar duduk dipangkuannya.
Malam itu mereka saling berpacu untuk mencapai kepuasan tanpa ingat siapa dan apa hubungan mereka. Nabil yang belum pernah melakukan saat sadar dan merasakan semua itu, menjadi menginginkan lagi dan lagi. Bahkan dia melakukan semua yang dilihatnya di video selama ini. Dan Norma merasakan kenikmatan yang lama tidak dirasakannya karena tunangannya tidak mau melakukan sebelum mereka resmi menikah.
__ADS_1
Norma kehilangan kesuciannya saat kuliah dan itu dengan mantan kekasihnya. Selama 7 tahun berpacaran, Norma hanya bermain bibir dan dada saja. (Xizxxixi )