Terang Dalam Gelapku

Terang Dalam Gelapku
06


__ADS_3

Nabil yang telah berada di dalam toilet, segera mencuci tangannya dengan sabun lalu duduk di salah satu bilik dan bersembunyi di dalamnya. Dia sangat takut imannya akan tergoda jika dia terus berada ditempat ini.


Nabil bingung, sebenarnya bisa saja dia meninggalkan club ini secara diam-diam, tapi disisi lain dia takut Bosnya akan marah dan langsung memecat dia, sedangkan dia sangat membutuhkan banyak uang saat menikah dengan Fatma. Meskipun orang tua dan kakaknya bersedia membiayai semuanya, tapi dia ingin memberikan yang terbaik untuk wanita sebaik Fatma saat berumah tangga nanti.


Apa yang harus aku lakukan, Ya Allah? batin Nabil. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, nama Danis tertera di layar. Aduh! batin Nabil.


" Ya, Pak Danis?"


" Kita pulang! Bos ada urusan!"


" Baik, Pak!"


Nabil menutup panggilan Danis, dia merasa lega karena dia tidak harus berlama-lama berada ditempat itu. Nabil keluar dari dalam toilet tapi tanpa dia sadari, tiba-tiba wanita yang tadi bersamanya telah berada didepan toilet dan menc**m bi***nya, Nabil yang terkejut dan tidak menduga sama sekali hanya bisa tertegun dan diam. Tubuh Nabil berdesir merasakan sensasi aneh yang belum pernah dia rasakan dalam hidupnya. Sementara wanita itu menikmati b*b*r Nabil. Pada saat kesadaran Nabil telah kembali, dengan cepat dia mendorong wanita itu hingga membuat punggung wanita itu menabrak dinding.


" Aghhh!" teriak wanita itu merasa sakit di punggungnya.


" Astaghfirullahaladzim5x! Maafkan kakak, Fatma! Kakak telah mengkhianati kamu!" gumam Nabil yang sangat menyesal karena telah mengikuti Bosnya masuk ke club itu.


" Bertobatlah sebelum terlambat! Kamu akan lebih dihargai orang jika auratmu tertutup!" ucap Nabil pada wanita itu.


" Ini bukan majelis pengajian, sayang!" jawab wanita itu sambil berjalan mendekati Nabil. Dengan cepat Nabil pergi meninggalkan wanita itu.


" Kenapa, Bil?" tanya Brian.


" Ng...ngak pa-pa, Bos!" jawab Nabil terbata.


" Apa kamu habis makan saos?" tanya Brian tersenyum smirk melihat bibir merah Nabil.


" Saos?" tanya Nabil membeo.


" Bibirmu merah begtu!" kata Brian lagi.


" Astaghfirullahaladzim!" ucap Nabil lalu meraih ponselnya dan menyalakannya. Ditekannya ikon kamera, dia terkejut saat melihat bibirnya yang sedikit bengkak dan berubah warna. Dengan cepag Nabil menghapus bibirnya yang ternyata terkena noda lipstik dari bibir wanita itu


" Apa yang kamu lakukan di toilet? Kenapa lama sekali?" tanya Brian.


" Saya...saya buang air, Bos!" jawab Nabil bohong.


" Ckk!" decak Brian.


" Ternyata dia belum pernah c**m*n, Tuan!" tiba-tiba datang wanita itu.


" Apa? Serius? Kamu belum pernah berc**m*n?" tanya Brian heran.


" Belum, Bos! Agama kita melarang hal itu!" jawab Nabil.

__ADS_1


" Ayolah, Nabil! Itu hanya c**m*n!" kata Brian enteng.


" Tapi itu termasuk zina, Bos!" kata Nabil lagi.


" Hentikan ceramahmu! Minumlah minumanmu!" kata Brian marah.


Danis hanya terdiam melihat Bosnya, dia sebenarnya kasihan pada Nabil, tapi dia tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Bosnya adalah orang yang tidak suka dibantah dan tidak bisa dibantah.


" Maaf, Bos! Saya tidak minum minuman keras!" ucap Nabil.


Brakk! Brian menggebrak meja dengan tangan yang masih memegang gelas. Gelas tersebut pecah akibat benturan dengan meja kaca yang membuat tangannya terluka.


" Bos! Tangan, Bos!" ucap Danis.


Brian mengabaikan perkataan Danis, dia menatap Nabil dengan tatapan membunuh.


" Kamu membantah perintahku? Berani kamu melakukan itu?" kata Brian mengintimidasi.


Nabil terkejut dan merasa takut melihat kemarahan Brian. Nabil menjadi bimbang dengan pikiran dan hatinya.


" Minum! Atau aku memecatmu!" kata Brian dingin dengan wajah menggelap.


Tanpa pikir panjang, Nabil meraih gelas di depannya. Dengan tangan gemetar meneguknya dengan sekali telan yang langsung membuatnya terbatuk-batuk.


" Enak bukan?" tanya Brian.


Nabil merasa lehernya terbakar, namun perlahan tubuhnya terasa ringan dan pikirannya terasa plong. Brian melihat ke arah wanita yang tadi mencium Nabil dan memberikan kode padanya. Dengan cepat wanita itu datang dan duduk disamping Nabil. Wanita itu kembali menuangkan minuman untuknya dan Nabil. Tanpa disadarinya, Nabil kembali meneguknya karena dia merasa efek yang ditimbulkan minuman itu membuat dirinya lupa akan semua masalah yang ada.


" Apa kamu menginginkannya?" tanya Brian pada wanita itu.


" Dia masih perj**a!" ucap Brian.


" Apa? Serius, Tuan? Hari gini?" tanya wanita itu kaget, seketika matanya membulat menandakan gai*** yang telah memenuhi tubuhnya.


Ditatapnya Nabil yang telah mabuk, lalu dia memberikan tanda pada bodyguard Club untuk membawa Nabil ke ranjang. Nabil dipapah ke ranjang oleh bodyguard yang memiliki tubuh gempal itu. Tanpa menunggu lagi, wanita itu bagai kesetanan menc**** Nabil.


" Tunggu! Danis!" panggil Brian memberikan kode pada Danis untuk merekam Nabil dan wanita itu.


Dengan berat hati Danis mematuhi perintah Bosnya karena merasa kasihan pada Nabil.


" Jangan sampai ada yang terpotong!" kata Brian lagi.


" Siap, Bos!" jawab Danis.


Setelah Danis menyalakan kamera ponselnya, wanita itu memulai aksinya. Akibat berada di bawah pengaruh minuman keras, Nabil sama sekali tidak melawan, malah menikmati semuanya.

__ADS_1


Brian melihat kejadian di depan matanya dengan tatapan sinis. Dia merasa menang karena pria alim itu tunduk dan takut padanya. Danis hanya diam saja melihat wajah sinis Bosnya itu.


Cukup lama juga wanita dan Nabil bersama.


" Puas?" tanya Brian yang melihat wanita itu lemas.


Wanita itu menganggukkan kepalanya lalu memakai pakaiannya kembali. Brian mengeluarkan segepok uang dan melemparnya ke meja.


" Pergilah!" kata Brian.


" Trima kasih, Tuan!" ucap wanita itu lalu pergi dengan langkah sedikit tertatih.


" Pakaikan pakaiannya dan bawa dia ke hotel tadi!" kata Brian pada Danis.


" Siap, Bos!" jawab Danis patuh.


" Shiiit!" ucap Brian yang sedari tadi menahan sesuatu yang memberontak dibagian bawahnya akibat melihat siaran life tadi. Dengan cepat Brian menelpon salah satu kekasihnya untuk menemuinya di apartementnya.


" Halo, sayang?" sapa seseorang.


" Ke apartementku, sekarang!" kata Brian langsung menutup panggilannya.


" Kita pergi!" kata Brian.


" Siap, Bos!" jawab Danis.


Bodyguard tadi mbopong Nabil keluar ruang VVIP menuju keluar club.


" Kamu pergi naik taksi, saya bawa mobil sendiri!" kata Brian.


" Siap, Bos!" jawab Danis lagi.


Brian masuk ke dalam mobil yang dibawa Danis tadi dan meninggalkan mereka berdua. Danis menyuruh security memanggil taksi yang mangkal disitu dan membawa Nabil ke Hotel sepwrti permintaan Brian.


Sementara Brian yang telah sampai diapartementnya langsung disambut oleh kekasihnya yang telah berbaring di atas ranjang. Tanpa menunggu lagi, Brian langsung melepaskan seluruh pakaiannya dan menyatukan dirinya.


" Ah, sayang!"


Brian melakukan perbuatan yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri yang sah dimata agama.


" Cukup, sayang! Aku tidak ku** lagi!"


" Arghhhhh! Dasar tidak berguna!" teriak Brian marah.


Brian langsung turun dan pergi ke kamar mandi. Setelah mbersibkan diri, Brian memakai pakaiannya lalu pergi meninggalkan kelasihnya yang tertidur.

__ADS_1


__ADS_2